Banyak Tagihan

21:54:00 Add Comment

Januari adalah bulan dimana saya merasa harus berpikir ekstra, pasalanya banyak tagihan yang harus dipenuhi tapi gaji perangkat yang menjadi sumber penghasilan utama baru turun di bulan ketiga. Ya gitulah, kalau yang menjadi sumber utama cuma gaji.

Fyi, gaji perangkat itu berasal dari ADD dimana untuk pencairan itu biasanya dibulan ketiga. Itupun setelah melalui rangkain adminitrasi yang lumayan ketat. Jadi, awal tahun bagi perangkat adalah masa-masa paceklik jika tidak ada sumber penghasilan lain selain gaji.

Semoga cuma Januari tahun ini saja si. Aamiin

Jika kamu baca tulisan saya sebelumnya pasti tahu salah satu tagihannya, dan tidak lain karena itu saya yang mulai.

Artinya, apapun tagihan yang saya miliki itu karena memang saya yang memulai.

Kalaupun itu jadi masalah, tidak lain karena hal tersebut tidak bisa saya penuhi. Kalau tagihan tersebut bisa saya bayar, tidak jadi masalah kan?

Intinya, sesuatu itu menjadi masalah atau tidak ya tergantung diri kita sendiri sebenarnya. Ex, tagihan menjadi masalah jika tidak bisa membayar. Kalau bisa membayar ya gak jadi masalah kan? Betul kan?

Uniknya itu, Allah Maha Mencukupi.

Sebagai contoh, bulan ini saya punya tagihan 1.110.000,- yang harus saya penuhi. Ada tagihan lain sebenarnya cuma tidak mendesak, jadi amanlah.

Nah tagihan tersebut tercover dari Google Adsense yang saya ceritakan di postingan sebelumnya. Artinya dibalik lamanya dapat penghasilan dari Google Adsense, ada rahasia yang harus saya syukuri dimana hal tersebut muncul disaat saya sedang membutuhkan.

Masya Allah, bukankah itu karena kuasa Allah yang luar biasa?

Lucu si, jadi pengin tersenyum sendiri jika mengingat kebaikan yang Allah berikan tepat pada waktunya. Entah apa yang menjadi wasilah/sebabnya, kuasa Allah untuk mencukupi kebutuhan hambanya sungguh luar biasa.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

Sungguh skenario-Mu adalah Maha Karya Luar Biasa. Benar, Engkau memang tidak akan membebani hamba-Mu diluar batas kemampuannya. And then, keputusan-Mu selalu keputusan terbaik untuk hamba-Mu.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

Gaji Pertama Google Adsense

20:33:00 Add Comment

 


Mati lampu.

Sebenarnya saat ini saya sedang asyik menimati tulisan Mark Manson dalam bukunya yang berjudul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat dan belum ingin memulai menulis untuk mengisi di blog.

Tapi karena listrik padam dan laptop sudah saya hidupkan tepat di depan saya, maka saya putuskan untuk menuliskan cerita ini. Beruntung si batrai masih sekitar 71%, jadi sangat cukup untuk sekedar menulis.

Soal buku yang saya baca mungkin akan saya ceritakan di postingan lain, di tulisan ini saya ingin bercerita tentang Google Adsense.

2017 kalau gak salah ya, adalah awal mula saya mendaftar di Google Adsense dan diterima. Seneng, tentu. Dulu daftarnya pake blog bukan youtobe, dan blog yang tulisannya sedang baca ini juga pernah saya daftarkan tetapi ditolak. Haha

Kalaupun di blog ini ada iklan, itu karena saya kaitkan di akun adsense yang telah diapprove. Jadi satu google adsense bisa untuk dipasang di banyak blog.

Awalnya semangat, tetapi karena memang perjalanan ngeblog tidak semulus yang saya kira akhirnya ya jalan seadanya bahkan hampir tak terurus.

Kemudian di tahun 2018 saya mulai focus juga untuk mengembangkan youtobe. Perjalananan untuk mencapai 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang adalah hal pertama yang wajib dilakukan, lumayan menguras tenaga juga. Karena lagi-lagi, perjalanan tak segampang yang dibayangkan.

Alhamdulillah, saya bersyukur karena perjuangan saya membuahkan hasil. Akhirnya perjuangan menjadi patner youtobe agar bisa menampilkan iklan disetujui.

Dan kasusnya sama seperti blog, setelah sampai titik dimana kita telah mencapai kunci untuk bisa menghasilkan, tantangannya adalah harus rajin upload dan membuat konten. Dan yang wajib jika ingin hasil banyak dari youtobe yang sumbernya dari Adsense maka traffic atau penonton vidionya harus banyak.

Jika yang nonton hanya seratus ya lama gajiannya. Haha Bayangkan, untuk dapatkan satu dollar itu harus ada yang nonton 1.000 orang itupun kadang tidak valid. Contoh, di data statistic darboard youtobe yang nonton 7.000 tapi ternyata hasilnya tidak sampai 7 dollar. Karena memang penghasilan dari youtobe adsense ditentukan dari iklan yang tampil.

Makanya, sekarang banyak yang menggunakan youtobe sebagai media marketing saja. Artinya dapat penghasilan berupa youtobe adsense adalah bonus semata karena pengahsilan tersebsar dari seorang youtobe itu di jualan produk atau dapat endorse dari bisnis owner.

Meski mungkin memang ada yang focus dari adsense, tetapi kalau tidak kuat mental dan malas buat konten mending lupakan saja deh mimpi jadi youtober. Haha

Ini saya sampaikan karena saya mengamalinya sendiri.

Jadi pas di tanggal 12 Januari 2021 ini, pengahsilan saya di Google Adsense baru bisa menyentuh ambang batas minimal pembayaran, yaitu 100 dollar (Rp. 1.300.000,-)

Bayangkan saja, berapa tahun untuk bisa mendapat gaji pertama. Hahaha

Tetapi ya kembali ke yang saya sampaikan tadi, itu tergantung dari Anda. Kalau memang rajin buat konten kemudian konten Anda banyak yang suka ya teruskan saja. Siapa tahun hal ini bisa menjadi jalan rezeki Anda.

Intinya, youtobe itu bisa menjadi sumber penghasilan.

  1. Google Adsense
  2. Jualan Produk Sendiri/Orang Lain
  3. Dari endorese/kerja sama dengan pihak lain

Tapi kalau masih bingung untuk mengarah kesana, saran saya buat saja video kemudian upload. Seiring berjalannya waktu sambal terus belajar nanti ketemu sendiri polanya.

Kalau mau lebih terarah lagi belajarnya, bisa ikut kelas online atau kalau mau gratis, simak saja penjelasan Bang Den Jc di channel youtobenya. Soal youtobe sudah dibahas lengkap banget.

Yang Kita Tanam, Itu yang Kita Petik

19:51:00 Add Comment

Bekerja di pemerintahan terutama yang bersinggungan langsung dengan masyarakat tingkat bawah, menjadi sesuatu yang istimewa. Apapun menjadi sesuatu yang seolah harus benar, kalau ada kesalahan maka itu akan menjadi celah untuk segelintir orang memanfaatkan sebagai senjata menyerang.

Atau bahasa sederhananya, pemerintah harus bisa memusakan semua pihak. Kan repot. Karena tidak mungkin. Pasti ada sebagian yang merasa tidak sependapat.

Lebih parahnya lagi jika ada satu orang yang vocal karena memang dasarnya ada rasa benci pada pemerintah, maka apapun yang dilakukan pemerintah akan selalu salah dimatanya. Dia selalu mencari kesalahan untuk dijadikan bahan gunjingan di berbagai tempat tongkrongan.

Padahal kalau boleh berkomentar, dia juga menerima bantuan yang bersumber dari pemerintah. Tapi ya tadi, saat rasa benci sudah tertanam maka cerita tentang kebaikan tetap saja tak berguna.

Persis dengan yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib, Tidak perlu menjelaskan siapa dirimu kepada orang lain, karena yang membencimu tak mempercayainya dan yang menyukaimu tak perlu itu.”

Begitulah.

Ini hanya sekedar cerita saja.

Tentang peristiwa hari ini. Tentang fenomena yang baru saja terjadi. Dan ini bukan kali pertama si mereka menyerang, karena memang pada dasarnya sudah ada rasa ketidaksukaan.

Tetapi ya sudahlah, tidak ada yang tahu kan niat dibalik sesungguhnya.

Kalau memang niatnya gak bener, biar Allah saja yang membalas. Toh hukum karma masih berjalan kan?

Apa yang kita tanam itu pula yang kita petik.

Dan Allah, adalah seadil-adilnya Dzat yang Maha Membalas.

(Rencana) Nulis Lagi

17:26:00 Add Comment

Saya kira hanya tahun 2020 saja yang banyak absen nulisnya, ternyata setelah saya cek di bagian arsip tulisan, 4 tahun terakhir saya hanya menulis tidak lebih dari 30 postingan pertahunnya. Payah emang. Hanya di tahun 2018 yang totalnya 31.

It’s oke. Tidak masalah kan.

Mungkin tahun ini saya akan mulai lagi update, hanya sekedar cerita saja.

Bermanfaat syukur, minimal sebagai media untuk gronding diri sendiri. Meluapkan emosi. Bukankah menulis juga salah satu media untuk memuntahkan apa yang ada dalam diri kita? Coba saja.

Jika kamu tidak punya tempat untuk bercerita, menulis bisa menjadi sarana untuk melampiaskan apapun yang kamu rasa. Efeknya biasanya lebih lega. Soal benar atau tidak, sekali lagi saya sampaikan, coba saja.

Btw, tahun ini saya tidak punya resolusi seperti tahun sebelumnya. Mengalir saja lah. Paling menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.

Soal digital marketing juga tidak terlalu sengotot sebelumnya.

Domain santridigital.net juga habis di tanggal 12 bulan ini. Gak tahu apakah saya harus memperpanjang atau membiarkannya saja.

Meski nama tersebut saya ambil karena saya pernah nyantri, tetapi nama tersebut terlalu agung jadi ada rasa beban tersendiri.

Selain karena kondisi ekonomi yang harus saya alokasikan ke hal yang lebih penting tentunya.

Masih ada waktu 2 hari. Jika ada pertimbangan lain, mungkin saya akan perpanjang. Jika tidak ya biarkan saja lah. Nanti cari nama domain lain yang lebih pas.

Sekian.