Mimpi untuk SantriDigital.NET

06:21:00 Add Comment


SantriDigital.NET adalah salah satu website yang saya buat beberapa bulan lalu. Berbeda dengan blog saya yang lain, SantriDigital.NET menggunakan platform wordpres dengan domain dan hosting berbayar. Dan website ini merupakan produk hasil saya ikut Kelas Jagoan Website, sebuah online course yang mengajari bagaimana cara membuat website dari Nol.

Kenapa saya memilih nama SantriDigital.NET? Alasannya, karena saya pernah mengenyam dunia pesantren dan menjadi santri sehingga saya berharap bahwa website ini bisa berguna untuk para santri dan siapapun yang ingin belajar tentang dunia digital.

Meski sampai hari ini belum bisa benar-benar tergarap dengan apik, tetapi saya tetap optimis bahwa suatu saat SantriDigital.NET ini akan menjadi besar dan luas pengaruhnya. Aamiin

Untuk rencana, ada dua ide yang nunggu actionnya ;
  1. Membuat konten tentang Blogger, dan ;
  2. Membuat konten tentang Website seperti SantriDigital.NET ini.

Ide yang lain, masih dalam proses. Harapannya si bisa menggandeng temen-temen santri lain yang mempunyai bakat dan minat yang sama untuk kolaborasi sehingga kontennya akan lebih kaya. Karena diakui atau tidak, belajar otodidak itu memakan banyak waktu. Berlebih informasi yang ada di internet, baik itu website atau youtobe sangat banyak sehingga susah untuk menentukan belajar yang mana.

Atas keresahan itulah, SantriDigital.NET hadir untuk bisa menjadi solusi dengan penerapan system pembelajaran yang runtut. Doakan ya, semoga bisa segera terwujud. Aamiin.

"Belajar otodidak memang bagus karena ada kepuasan tersendiri saat berhasil, namun banyak waktu yang terbuang sebab banyak trial and error dalam prosesnya. Ibarat perjalanan, waktu yang ditempuh bisa 1 jam dengan orang yang sudah tahu (pemandu) tetapi memakan waktu 1 hari jika sendirian (otodidak)."

Mau milih yang mana?

Di Rumah Saja

06:22:00 Add Comment

Di rumah saja, begitulah tagline saat ini. Kerja dari rumah, belajar di rumah dan ibadah pun di rumah. Seruan dari pemerintah pun beruntun mulai dari presiden, gubernur, bupati, camat dan kepala desa. Dampaknya, sholat jum’at diganti sholat dhuhur dan sholat tarawih yang menjadi ruh Ramadhan di perintahkan untuk di rumah saja.
Posisi inilah yang lumayan menjadi dilema, pasalnya tidak setiap orang punya kapasitas untuk menjadi imam berlebih imam sholat tarawih. Meskipun tidak ada masalah juga saat orang tak melakukan shalat tarawih karena memang hukumnya sunnah. Selain itu anjuran pemerintah untuk ibadah dari rumah juga tentu bukan tanpa dasar. Salah satunya kaidah fiqih yang menerangkan bahwa mencegah hal buruk terjadi lebih utama dari mengambil manfaat. Maka sholat dirumah dalam rangka menghindari kerumunan dan sebagai ikhtiyar untuk menjaga diri merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang.
Kejadian ini membuat saya sadar bahwa pesantren punya andil besar dalam mencetak generasi yang paham persoalan amaliyah keagamaan, minimal saat kondisi seperti ini kapasitas untuk menjadi imam di lingkungan terkecil (keluarga) mereka mampu.
Terkahir, semoga pendemi ini segera berakhir dan aktifitas bisa berjalan seperti sedia kala. Aamiin

Corona dan Perkembangan Dakwah Dunia Pesantren

21:22:00 Add Comment
Sumber Gambar : nupinggiran(dot)com


Virus Corona atau Covid-19 tentu kita sepakat bahwa hal ini merupakan musibah besar karena dampak darinya mencapai level Internasional, semua negara terkena imbasnya. Namun dibalik itu ada satu hal yang beberapa hari yang lalu cukup menggelitik untuk menuliskannya, salah satunya adalah perkembangan dakwah dunia pesantren yang semakin mencuat di berbagai media social, diantaranya Youtobe.

Tentu ini menjadi hal yang patut disyukuri, jika dalam dunia jurnalistik sudah ada NU Online, Santri Online, Alif.ID, Bangkit Media dan media-media NU lainnya, maka dalam dunia youtobe tersebab adanya Covid-19 berlebih di bulan Ramadhan ini banyak pesantren yang menyiarkan langsung/live saat pengasuh pondok/kyai membacakan kitab. Sehingga siapapun yang punya kuota atau punya akses internet bisa ngaji di rumah. Atau bagi santri yang dulu pernah ngaji namun banyak yang bolong karena ketiduran bisa sambil nambal.

Selain itu, hal ini bisa membendung pengajian para ustadz yang dalam pengajinnya mudah mengkafirkan atau membid’ah-bid’ahkan amaliyah yang sudah membumi di masyarakat. Dampaknya, saat orang awam punya waktu senggang kemudian ingin memanfaatkan waktunya dengan memilih ngaji di youtobe maka pilihannya banyak. Sehingga pemahaman agama yang diperoleh benar-benar didapat dari para Ulama/Kyai yang ngajinya sudah dari kecil sejak di pesantren.

Sebagai referensi, Anda bisa buka channel Youtobe ini 
  1. Pondok Pesantren Lirboyo
  2. GusMus Channel
  3. Gus Yusuf Channel
  4. Pondok Pesantren Tebuireng
  5. PPTQ Asy’ariyah
  6. Pondok Pesantren As-Sa'idiyyah 2 Tambakberas
  7. NU Channel
  8. Ponpesgasek TV
  9. KH. Marzuki Mustamar Channel
Itu sebagian kecil, selain itu tentu banyak. Sehingga Anda bisa milih mana yang kiranya mau Anda ikuti.

Tabik
Mad Solihin

KERJAKAN

19:12:00 Add Comment
Sumber : Pixabay

Kamu tahu apa yang sulit saya lakukan? Konsisten.
Ya, konsisten adalah salah satu hal yang bagi saya cukup sulit untuk dilakukan. Jika tidak kuat dan prinsipnya lemah maka bisa dipastikan berhenti di tengah jalan.
Menulis misalnya. Update blog yang rencanya setiap hari ternyata baru hari ke 4 saja sudah loyo. Tulisan ini adalah tulisan pengganti karena kemarin absen untuk update. Nah kan, konsisten emang gak semudah yang saya bayangkan.
Apakah kamu merasakan hal yang sama?
Jika iya, bagaimana kalau saya tawarkan jadwal untuk update. Contoh, saya harus membuat tulisan pada pukul 05.00 pagi. Setidaknya jadwal itu bisa mengikat saya untuk menyempatkan waktu menulis. Soal tulisan bagus atau tidak, biarlah. Jangan nilai dari kualitasnya dulu, saat ini focus saja pada prosesnya. Kalau bisa konsisten dan berhasil sampai bulan Ramadhan ini selesai, maka hadiahkan sesuatu pada diri sendiri.
Hadiahnya apa, jangan pikirkan hari ini. Pikirkan saja nanti setelah proyek menulis ini selesai. Setuju?
Btw, hari ini saya harus membuat tulisan dua. Satu sebagai pengganti kemarin dan satunya sebagai tulisan update hari ini.
Jadi, apa kesimpulannya?
Buat jadwal apapun yang ingin kamu lakukan, dan KERJAKAN.

Tabik
Mad Solihin

Pilihan dan Konsekuensi Tanggung Jawab

22:15:00 Add Comment
Sumber : Pixabay

Pernah gak si kamu merasa jenuh? Merasa malas dengan pekerjaan yang kamu jalani saat ini. Saya yakin, ada saat dimana kita berada pada posisi yang melelahkan. Harus mengerjakan tapi serasa malah untuk memulai.
Jujur saat ini saya berada pada posisi ini, posisi dimana ada kejenuhan pada pekerjaan namun mau tidak mau harus dikerjakan. Ketika kerjaan menumpuk dan rasa malas tetap menempel. Ahgggr, rasanya pengin teriak.
Namun apapun yang terjadi saat ini adalah konsekuensi atas pilihan di masa lalu. Kerjaan yang harus saya kerjakan misalnya, kerjaan tersebut merupakan konsekuensi tanggung jawab atas pilihan saya mengiyakan untuk menjadi perangkat desa. Ini berlaku untuk apapun. Pilihan pekerjaan apapun maka ada tanggung jawab yang harus dilalui sebagai konsekuensinya. Jika menyadari hal ini, lalu kenapa saat ini masih mengeluh?
Kondisi saat ini dimana para perantau dilarang mudik missal, ya ini konsekuensi atas pilihan masa lalu menjadi seorang perantau. Atau mau mengkambing hitamkan pemerintah yang mengeluarkan aturan dan merutuknya dengan mengatakan kejam? Jika begitu, apakah kondisi akan membaik? Tentu saja tidak. Kita malah merasa stress sendiri.
Solusinya adalah kesadaran bahwa pilihan apapun yang kita ambil mengandung konsekuensi dan tanggung jawab yang harus kita terima. Suka tidak suka, hal tersebut pasti ada.
Maka tidak ada hal lain yang lebih baik selain kita bersyukur atas apapun yang kita miliki saat ini. Bersyukur atas segala nikmat yang bisa kita terima saat ini. Dan percayalah, badai pasti berlalu.
Tabik
Mad Solihin

Alasan Kenapa Saya Membuat Channel Youtobe

18:59:00 Add Comment

Youtobe adalah salah satu platform vidio paling popular saat ini, pertanyaannya kita mau menjadi orang yang hanya menikmati karya orang lain atau kita ikut andil berkarya agar bisa dinikmati orang lain?
Kalau saya memilih yang kedua, membuat karya agar bisa dinikmati oleh orang lain.
Awal-awal mulai serius ngeyoutobe salah satunya datang dari Mas Arif RH. guru saya di Kelas Vibrasi. Ceritanya beliau membuat video reborn, video yang berisi materi yang pernah beliau sampaikan namun di upload oleh orang lain dan dimonetize. Atas alasan tersebut, beliau membuat video lagi dan diuplaod di channel youtobe-nya sendiri.
Uniknya, beliau tidak mengedit seperti kebanyakan orang. Beliau rekaman dan langsung di upload. Hal itu menginspirasi saya untuk melakukan hal yang sama. Karena kendala laptop dll, maka saya menggunakan hp untuk rekam dan mengupload ke youtobe.
Seiring berjalannya waktu sambil terus belajar untuk membuat video akhirnya sekarang sudah lumayan dan ketemu juga niche yang saya bidik.
Setelah saya rangkum, setidaknya ada 4 hal kenapa saya ngeyoutobe :
Pertama, sebagai Media Berlatih Public Speaking.
Kedua, sebagai Media untuk Share Informasi Desa terutama administrasi yang sering dibutuhkan oleh kebanyakan orang.
Ketiga, sebagai Media untuk Pengembangan Diri.
Keempat, sebagai Media untuk Share Tutorial yang berkaitan dengan Administrasi Perkantoran.

Ramadhan di Tengah Pandemi Virus Covid-19

05:02:00 Add Comment
Sumber : Pinterest


Alhamdulillah, hari ini kita bisa berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan dimana setiap kebaikan pahalanya Allah lipatkan. Kapan lagi kalua bukan di bulan Ramadhan kaya gini?
Ngomong soal Ramadhan, kira-kira target apa ni yang akan kamu capai? Saya sendiri ingin memulai nulis lagi minimal selama satu bulan kedepan kaya Ramadhan tahun lalu untuk ngisi konten di blog madsolihin.com
Jika bulan Ramadhan identik dengan kegembiraan yang ditandai ramainya jama’ah ke masjid untuk menunaikan shalat tarawih, namun beda dengan bulan Ramadhan kali ini. Kondisi dimana dunia sedang digegerkan dengan adanya Pandemi Virus Covid-19 maka salah satu dampaknya adalah pembatasan orang-orang untuk berkerumun, diantaranya muncul larangan shalat di masjid kaya shalat jum’at maupun shalat tarawih. Susah kan?
Kaedah fiqihnya jelas, “Mencegah bahaya lebih didahulukan daripada mendatangkan manfaat.” Larangan ini tujuannya adalah memutus rantai persebaran virus Covid-19 yang hal itu masuk kategori dharurat atau bahaya, dan mencegahnya harus didahulukan daripada mengambil manfaat.
Hanya saja untuk wilayah pedesaan menerima hal ini menjadi sulit, karena memang sudah menjadi kebiasaan yang ketika ditiadakan serasa ada yang kurang. Dan ada pula yang berpendapat bahwa yang penting kan orang yang hadir masih dalam satu wilayah, bukan pendatang maupun orang yang mudik dari wilayah yang sudah masuk zona merah virus covid-19.
By the way, di tempat saya untuk tarawih masih tetap dijalankan. Hanya saja pelaksanaannya sesuai dengan protokoler kesehatan dimana jama’ah harus berjarak 1 M, menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri-sendiri. Awalnya kikuk si saat harus shalat kemdian shafnya berjarak 1 M, namun demi kebaikan bersama semoga Allah ampuni dan menerima ibadah yang kita lakukan. Aamiin.
Dan terakhir, semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kondisi kembali normal lagi.
Tabik
Mad Solihin