YouTobe dan Peluang Masa Depan

16:04:00


Jujur, saya bingung mau nulis apa. Namun dorongan untuk mulai merutinkan menulis cukup besar sehingga terpaksa saya menulis apa adanya. Tak bagus, biar. Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Kalaupun saya share di blog, itu karena di tahun 2020 ini saya punya angan-angan untuk rutin mengupdate satu hari satu tulisan. Apakah nantinya bisa istiqomah, biar waktu yang menjawabnya.

Karena saya tidak punya topik yang pas, kali ini saya akan share tentang youtobe dan keterikatan saya saat ini pada paltform media sosial ini.

Pertama, youtobe itu sebuah bisnis. Saya menyadari ini dari Mas Arian Surya dalam channelnya NavaIM Tutorial. Bisnis salah satu prinsipnya adalah apa yang bisa kamu berikan untuk menyelesaikan masalah orang lain. Maka jika ingin sukses di youtobe salah satu kuncinya adalah kontenmu itu menyelesaikan masalah apa? Atau apa yang kamu berikan ke penonton melalui channelmu?

Apakah info yang manfaat? Hiburan? Atau tutorial yang banyak dicari oleh banyak orang?
Hal ini penting jika tujuanmu itu untuk jangka panjang. Dan usahakan dengan niche vidio yang sejenis.

Kedua, youtobe bagi saya ini sebagai media berbagi dan sharing kepada orang lain. Awal-awal mulai serius adalah saat saya menjadikan youtobe ini menjadi media untuk belajar tentang public speaking. Dan saya bersyukur karena dalam perjalanannya, subscriber semakin bertambah dan penonton vidionya juga termasuk banyak. Itu pula yang menjadi alasan kenapa saya semangat untuk membuat konten-konten baru.

Selain dari jumlah viewer, pertanyaan-pertanyaan di kolom komentar banyak yang bermunculan. Itu artinya informasi yang saya share memang banyak yang membutuhkan dan belum banyak yang membahasnya.

Ketiga, youtobe itu bisa menjadi media untuk menambah penghasilan. Salah satu caranya adalah dengan mendaftarkan diri sebagai patner youtobe melalui google adsense. Namun untuk bisa sampai tahap ini harus punya 1.000 Subscriber dan 4.000 jam tayang dalam waktu 12 bulan terakhir.

Alhamdulillah saya sudah sampai tahap ini sehingga vidio-vidio di Mad Solihin Channel sudah bisa menampilkan iklan.

Namun, salah satu efek yang timbul adalah ketergantungan dan keterikatan. Contoh, subscriber berkurang menjadi panik. Atau saat estimasi pendapat menurun juga panik. Mungkin karena masih pemula sehingga dampak penurunan masih begitu terlihat. Padahal untuk bisa dapat 1 dolar saja butuh penayangan 1.000 viewer. Makanya di tulisan sebelumnya, saya sengaja menulis Menata Ulang niat Berbagi.

Kenapa? Karena saat membuat vidio diperuntukan hanya demi iklan atau uang maka saat itu tidak tercapai rasanya menderita sendiri. Atas pertimbangan itu saya mencoba merubah niat dan sudut padang dari awal biar nanti saat membuat vidio ya niatnya berbagi tanpa harapan apapun. Toh saat kita benar-benar berbagi maka alam semesta yang akan mencatat dan membalas.

Sulit? Lumayan. Dan saya sedang melatih diri untuk membiasakannya.

Pringamba, 04 Januari 2020

Sekretaris Desa, Penulis and Self Development

Artikel Terkait

Previous
Next Post »