Mendulang Dolar dari Upload Vidio di Facebook

00:39:00 Add Comment
Dokpri

Tulisan kali ini sederhana, hanya ingin memberitahu diri sendiri bahwa persyaratan agar vidio di fb bisa menghasilkan dolar atau leih dikenal dengan nama adsbreak adalah sebagai berikut :

Pertama, membuat Fanspage yang minimal dapat 1.000 pengikut.

Kedua, mendapat engagement. Ada 3 kategori yang menjadi pilihan, (Satu) Engagement : dalam 60 hari terakhir harus mendapat 15.000 interaksi pos baik berupa like, comment atau share. (Dua) Minutes Viewed : dalam 60 hari terakhir harus mendapat 180.000 menit dari keseluruhan vidio. (Tiga) penayangan 1 menit untuk vidio 3 menit dalam 60 hari terakhir, butuh 30,000 penayangan minimal satu menit yang vidio berdurasi minimal 3 menit.

Ketiga, harus memenuhi standar kelayakan facebook. Artinya vidio tidak melanggar hak cipta, mengandung konten prnografi dan sara.

Jika persyaratan telah tercapai dan lolos monetize maka agar vidio nantinya bisa menampilkan iklan, durasi minimal vidio yang di upload adalah 3 menit.

Info lebih jelasnya bisa googling atau cari tutorialnya di youtobe. Lagi banyak yang bahas bahkan ada workshopnya juga.

Pringamba, 6 Januari 2020

Fokus Saya di Tahun 2020

23:09:00 Add Comment

Sumber : Pixabay(dot)com 
Setelah beberapa hari ini mengangan-angan maka di tahun 2020 fokus saya rencananya mengembangkan youtobe dan blog, belajar management keuangan serta digital marketing.

Soal yotobe tahun ini targetnya 10K Subscriber. Soal blog, targetnya update tulisan setiap hari. Soal management keuangan, targetnya belajar mengelola uang dengan bijak. Syukur bisa memperbanyak aset dan meminimalisir liabilitas, sehingga bisa membangun passive income.

Nah yang terakhir soal digital marketing, fokusnya adalah membangun website untuk lapak produk-produk affiliate. Mempertajam skill jualan baik online maupun offline serta membangun tutorial berkaitan dengan ilmu yang saya kuasai.

Owh ya, terakhir fokus yang tak saya sebut di awal adalah investasi untuk diri sendiri. Baik itu baca buku, ikut berbagai ecourse maupun seminar. Karena saya sadar bahwa investasi terbaik adalah investasi ke dalam diri sendiri terutama investasi leher ke atas.

Pringamba, 05 Januari 2020

YouTobe dan Peluang Masa Depan

16:04:00 Add Comment


Jujur, saya bingung mau nulis apa. Namun dorongan untuk mulai merutinkan menulis cukup besar sehingga terpaksa saya menulis apa adanya. Tak bagus, biar. Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Kalaupun saya share di blog, itu karena di tahun 2020 ini saya punya angan-angan untuk rutin mengupdate satu hari satu tulisan. Apakah nantinya bisa istiqomah, biar waktu yang menjawabnya.

Karena saya tidak punya topik yang pas, kali ini saya akan share tentang youtobe dan keterikatan saya saat ini pada paltform media sosial ini.

Pertama, youtobe itu sebuah bisnis. Saya menyadari ini dari Mas Arian Surya dalam channelnya NavaIM Tutorial. Bisnis salah satu prinsipnya adalah apa yang bisa kamu berikan untuk menyelesaikan masalah orang lain. Maka jika ingin sukses di youtobe salah satu kuncinya adalah kontenmu itu menyelesaikan masalah apa? Atau apa yang kamu berikan ke penonton melalui channelmu?

Apakah info yang manfaat? Hiburan? Atau tutorial yang banyak dicari oleh banyak orang?
Hal ini penting jika tujuanmu itu untuk jangka panjang. Dan usahakan dengan niche vidio yang sejenis.

Kedua, youtobe bagi saya ini sebagai media berbagi dan sharing kepada orang lain. Awal-awal mulai serius adalah saat saya menjadikan youtobe ini menjadi media untuk belajar tentang public speaking. Dan saya bersyukur karena dalam perjalanannya, subscriber semakin bertambah dan penonton vidionya juga termasuk banyak. Itu pula yang menjadi alasan kenapa saya semangat untuk membuat konten-konten baru.

Selain dari jumlah viewer, pertanyaan-pertanyaan di kolom komentar banyak yang bermunculan. Itu artinya informasi yang saya share memang banyak yang membutuhkan dan belum banyak yang membahasnya.

Ketiga, youtobe itu bisa menjadi media untuk menambah penghasilan. Salah satu caranya adalah dengan mendaftarkan diri sebagai patner youtobe melalui google adsense. Namun untuk bisa sampai tahap ini harus punya 1.000 Subscriber dan 4.000 jam tayang dalam waktu 12 bulan terakhir.

Alhamdulillah saya sudah sampai tahap ini sehingga vidio-vidio di Mad Solihin Channel sudah bisa menampilkan iklan.

Namun, salah satu efek yang timbul adalah ketergantungan dan keterikatan. Contoh, subscriber berkurang menjadi panik. Atau saat estimasi pendapat menurun juga panik. Mungkin karena masih pemula sehingga dampak penurunan masih begitu terlihat. Padahal untuk bisa dapat 1 dolar saja butuh penayangan 1.000 viewer. Makanya di tulisan sebelumnya, saya sengaja menulis Menata Ulang niat Berbagi.

Kenapa? Karena saat membuat vidio diperuntukan hanya demi iklan atau uang maka saat itu tidak tercapai rasanya menderita sendiri. Atas pertimbangan itu saya mencoba merubah niat dan sudut padang dari awal biar nanti saat membuat vidio ya niatnya berbagi tanpa harapan apapun. Toh saat kita benar-benar berbagi maka alam semesta yang akan mencatat dan membalas.

Sulit? Lumayan. Dan saya sedang melatih diri untuk membiasakannya.

Pringamba, 04 Januari 2020

Menata Ulang Niat untuk Berbagi

19:18:00 Add Comment


Awal-awal di terima Google Adsense baik blog maupun youtobe saya merasa energi saya terhabiskan untuk membuat sesuatu yang menghasilkan uang. Buat tulisan misal, berharap banyak pengunjung dan ada yang klik iklan. Buat vidio juga berharap bahwa penghasilan segera bertambah. Sayangnya tak semudah itu.

Iklan di blog paling cuma beberapa yang klik, ditambah CPC Indonesia tergolong rendah. Vidio youtobe untuk dapat satu dlar harus 1.000 view. Makanya setelah dipikir ulang, rasanya kok ya ngoyo sekali jika berbagi itu niatnya untuk mengejar itu.

Atas keresahan itu saya belajar untuk mencoba menata ulang niat berbagi. Berbagi ya berbagi saja. Tanpa peduli dapat imbalan atau tidak, tanpa peduli ada yang nonton atau tidak. Karena berbagi itu bekerja pada dimensi alam semesta. Dan hukum alam selalu punya cara untuk menunjukan keadilannya.

Melalui tulisan ini saya ingin mengingatkan diri sendiri. Jika salama ini saya terbelenggu oleh pikiran dan perasaan sendiri, maka apakah yang saya cemaskan itu terjadi. Ternyata tidak. Pengin nulis status takut ini itu. Akhirnya mandek sendiri. Akibatnya kaya tulisan yang mungkin sedang kamu baca. Bahasanya masih kaku dan mungkin amburadul. Kamu tahu apa sebabnya? Salah satunya karena saya jarang nulis, because writing is like swimming. Untuk bisa berenang harus nyegur ke kolam, sama untuk bisa nulis harus sering ngetik dan ngetik.

Terakhir, alam semesta itu punya cara sendiri untuk menyimpan apa yang kamu lakukan. Dan saat kebaikan yang kamu tebar, maka percayalah kabaikan pula yang kamu dapat.

Pringamba, 03 Januari 2020

Welcome 2020

17:54:00 Add Comment
Sumber : pexels(dot)com

Selamat datang tahun 2020. Jika di tahun 2019 banyak hal yang sudah saya capai maka di tahun 2020 mungkin saya akan lebih banyak memaksimalkan apa yang sudah saya pelajari di tahun 2019. Setidaknya pengalaman di tahun 2019 akan menjadi refleksi untuk menentukan mau apa di tahun 2020.

Jika sebelumnya saya banyak berspekulasi atas apa yang saya pelajari semoga bermanfaat, maka tahun ini saya harus bisa memikirkan what the next, goal apa yang akan saya capai setelah mempelajari ilmu ini itu, baik berupa ecourse ataupun seminar.

Contoh, Ilmu tentang Pembuatan Landing Page. Tentu akan sangat mubah jika mempelajari ilmu hanya untuk sekedar tahu tanpa praktek. Karena sejatinya ilmu itu untuk diamalkan bukan hanya simpanan.

Ini pula yang luput.

Tahun 2019 banyak pencapian semisal blog diapprove Google Adsense, Youtobe juga sudah diapprove sehingga bisa monetize. Maka tahun ini tugas saya memaksimalkan itu. Perlengkapan pendukung seperti wifi juga sudah tersedia di rumah. Lalu, mau alasan apalagi?

Nah, ngomong tentang wifi ini juga menajadi media untuk tahun ini saya berencana untuk update tulisan di blog ini. Belajar untuk menulis lagi. Kalau kata teman, blog itu laiknya rumah tempat untuk kembali. Tempat untuk bercerita.

Intinya, 2020 saya harus merencanakan mau apa di tahun ini? Cukuplah 2019 saya membiarkan jalan hidup saya mengalir. Mumpung masih Januari, masih ada waktu untuk membuat perencanaan.

Kamu, apa rencananya di tahun 2020?

Pringamba, 02 Januari 2019

Terima Kasih 2019

06:33:00 Add Comment

Kamu tahu apa yang membuat hatimu sakit dan merasa insecure? Kalau boleh saya menebak mungkin karena kamu sering membandingkan dirimu dengan orang lain, dan lupa bahwa dirimu juga punya kelebihan yang mungkin kamu abaikan. Saya jadi teringat salah satu pesan yang intinya, jangan bandingkan dirimu dengan orang lain tapi bandingkan dirimu yang dulu dengan yang sekarang. Sepertinya, lebih bijaksana.

Tentu pesan tersebut tidak bisa dipukul rata, membandingkan dengan orang lain bisa juga sebagai motivasi bahwa mereka bisa kamu juga bisa.

Tapi sudahlah ...

Tak perlu diperdebatkan, dalam tulisan ini saya hanya ingin mengajak untuk berterima kasih pada tahun 2019 yang telah berlalu. Saya yakin ada pencapaian dan bisa jadi itu luput dalam amatanmu.

Yuk di list ..

Apa yang kamu syukuri di Tahun 2019?

Ini beberapa yang saya syukuri ....

Menjadi Sekretaris Desa
Ikut Kelas Vibrasi
Pin Google Adsense terkirim sampai alamat
Channel Youtobe di Approve jadi Patner Youtobe
Bisa masang wifi lagi
Bisa belajar E-Course tentang Jualan dan Pembuatan Landingpage
Toko online yang sudah mulai menghasilkan
dan bisa ikut hadir di rangkaian Konferwil IPNU

Dikpri

Tentu itu hanya sebagian yang bisa saya list, yang lain masih banyak. Namun meski sedikit, proses untuk mencapainya juga meninggalkan banyak pelajaran dan pengalaman yang itu juga saya syukuri.

2020, What the next?

Jika tahun 2019 saya sengaja membiarkan diri mengalir, mungkin 2020 saya perlu merumuskan kembali apa yang ingin saya capai biar terarah dan fokus untuk mencapainya.

Terakhir, Selamat Tahun Baru 2020. Semoga kedepan mentalmu dan mindsetmu berubah lebih baik lagi.

Salam