Degram Template

19:01:00 Add Comment

Susah desain? Gak punya ide? Kalaupun dipaksa membuat, hasilnya tambah ambyar.
Itu yang saya alami dulu ketika masih aktif menjalakan toko online di Insatgaram. Padahal kekuatan Instagram adalah foto. Saat fotonya gak menarik, biasanya pengunjung akan langsung pergi.
Apakah hanya itu?
Tidak, ada point penting lagi yaitu Trust (Kepercayaan). Ya betul, kepercayaan. Saat akun yang kita bangun mempunyai tampilan yang menarik maka orang lain akan trust dengan kita sehingga terjadi closing.
Efek foto yang menarik juga akhinya orang yang berkunjung ke toko online kita menjadi betah dan kemungkinkan balik lagi besar.
Permasalahannya adalah jika kita tak jago desain?
Nah, ini dia yang saya alami. Alhamdulillah sekarang sudah hadir Degram Template, sebuah tools yang berisi ratusan template desain for Instagram hanya modal Powerpoint.
Cara kerja di Degram Template juga sangat mudah, hanya perlu pilih templatenya, edit dan selesai (simpan dengan format jpg/png).
Info detailnya bisa cek di sini ya Info Degram Template

Belajar Lagi

15:20:00 2 Comments
Sumber : Pixabay

Pada postingan sebelumnya, saya pernah membahas soal belajar digital marketing sebagai salah satu focus saya di tahun 2020. Link postingannya bisa cek disini, judulnya Fokus Saya di Tahun 2020.
Jujur, saat ini saya sedang punya keinginan untuk membeli smartphone baru. Alasan realnya, memory internal sudah full sehingga untuk aplikasi hanya WA dan telegram yang terpasang. Selain keduanya, sudah saya hapus. Kesalnya, saat saya ingin menginstal aplikasi lain semisal Instagram maka saya harus uninstall dulu aplikasi telegram. Itu pertama.
Kedua, karena memory internal full maka saya beberapa kali WA saya terreset sehingga semua chat hilang semua. Awalnya panik, tapi karena sudah terjadi bukan hanya satu atau dua kali maka saya sudah tak terlalu memusingkan.
Ketiga, saya gak bisa maksimal untuk jualan karena aplikasi yang saya gunakan adalah Instagram sebagai media untuk toko online. Kendala tak bisa instal, akhirnya saat ini fakum terlebih dahulu.
Poin yang ketiga inilah yang menyentil saya untuk kembali belajar tentang digital marketing lagi, bahasa lainnya  Jualan.
Untuk gaji saat ini terbatas dan habis untuk berbagai keperluan, tidak ada hal lain selain mencari tambahan dengan cara jualan. Namun karena memang sudah lama fakum maka mau tidak mau saya harus memulai untuk belajar lagi, memahami dan menginstal vibrasi keyakinan atas apa yang saya jual sehingga vibrasi itu sampai pada orang yang akan membeli.
Btw, ngomong soal dunia digital ada satu platform yang saya ikuti. Platform ini adalah platform pertama yang menjadi dasar saya suka serta paham tentang alur dunia digital, namanya Akademi Bisnis Digital dan lebih dikenal dengan nama ABDi.
Untuk kamu yang punya focus sama dengan saya ingin memahami seluk beluk dunia digital, bisa ikut di sini. Banyak pelajaran yang bisa kamu ambil, mulai dari mindset dalam dunia digital, tentang FB Ads, Instagram Ads dan Google Ads.
Sekali lagi, untuk kamu yang tertarik ikut Akademi Bisnis Digital (ABDi) bisa klik linknya disini.

Mencatat Pengeluaran

06:13:00 Add Comment
Sumber : Pixabay

Pernah merasa saat baru gajian dan uang langsung habis karena harus membayar hutang ini dan itu? Dengan perasaan heran, kok bisa ya gak ada sisa?
Pernah merasa?
Sama. Saya juga sering merasakan. Dan di tulisan ini, ijinkan saya bercerita sebagai niatan untuk mencoba merubah pola tersebut sehingga kondisi keuangan membaik.
Kalau ditarik kesimpulan, uang yang kita terima habis untuk membayar hutang adalah pola kesenangan di awal. Bagaimana tidak, saat kita membeli sesuatu dengan system hutang maka kita membeli kesenangan diawal yang mau tidak mau kita harus membayarnya di akhir.
Tidak salah si, hanya saja jika ternyata apa yang kita beli tersebut sesuatu yang bisa kita tahan. Istilahnya, menunda kesenangan.
Insight ini lah yang pada akhirnya membuat saya untuk membuat list pengeluaran, catatan uang yang saya miliki digunakan untuk apa saja?
Males, tentu. Tetapi demi kebaikan diri sendiri, akhirnya saya paksa berharap bisa tahu kemana arus uang yang saya miliki itu keluar.
Kamu boleh ikut mencobanya. Siapa tahu dengan menuliskan arus kas uang kamu miliki bisa buat evaluasi mana saja pengeluaran yang wajib dan mana saja pengeluaran yang bisa kamu tahan untuk hal yang lebih manfaat lagi. Syukur bisa mengalokasikan untuk dana investasi.
Kembali ke pokok masalah awal, setelah menerima gaji tiba-tiba langsung habis. Saran saya, coba identifikasikan kemana arus kas keuangan keluar dan cobalah untuk menunda kesenangan.
Jika sudah, tugas selanjutnya adalah menambah pipa penghasilan. Jika kita selama ini hanya mengandalkan gaji, mungkin kita harus membuka diri untuk mendatkan uang dari jalan lain. Apapun bentuknya, yang penting halal syukur bisa berkah berlimpah.

Berbagi Tanpa Pamrih

17:37:00 Add Comment
Sumber : Pixabay

Ketika kamu melakukan sesuatu, lakukanlah secara total. Lakukan saja. Ada yang melihat atau tidak, lakukan saja. Lakukan tanpa kamu berharap bahwa apa yang kamu lakukan itu ada imbalan langsung ataupun tidak.
Hal ini menarik, apapun yang kamu lakukan ternyata alam semesta merenspon dengan cara yang unik. Saya memahami ini beberapa waktu yang lalu saat melihat seseorang yang dengan ketelatenannya melakukan sesuatu dengan gesit dan tanggap.
Sebut saja, Fulan.
Fulan adalah salah satu pemuda yang sejak awal ada kegiatan berkaitan dengan posko tanggap covid-19 dia selalu aktif. Mulai dari penyemprotan disinfektan, pembuatan posko dan penjagaan posko.
Hingga pada akhirnya, saat ada program yang masuk maka Fulan adalah salah satu nama yang diusulkan. Saat itulah saya menyimpulkan, bahwa alam semesta melihat dan membalas apa yang kita lakukan dengan cara yang unik. Mungkin Fulan tidak pernah terbesit bahwa apa yang dia lakukan adalah bentuk mencari perhatian, tapi alam semestalah yang menaruh perhatian padanya.
So, apapun yang kamu lakukan jika sekiranya itu adalah hal yang baik maka percayalah perbuatanmu akan berbalas meski kamu tidak menyadarinya.

Terima Kasih 2000 Subscriber

06:21:00 Add Comment
Dokpri
Mengawali bulan Mei ini ada satu hal yang saya syukuri, tepat di tanggal 3 Mei 2020 akhirnya subscriber tembus di angka 2K. Alhamdulillah.

Tahun ini saya menargetkan 10K dan alhamdulillah sudah 2K. Bantu support ya https://www.youtube.com/channel/UC20x1jKZsQwhac1mRaI7cQA?view_as=subscriber

Terima kasih terima kasih.

Owh ya, yang saya pelajari tentang penambahan subscriber adalah “Ketika membuat video itu bukan untuk diri sendiri tapi untuk orang lain.”


Artinya, orang akan subscribe ke channel yang kita miliki saat merasa ada hal/video yang bermanfaat untuk mereka.

Pertanyaan Beruntun yang Tak Ada Endingnya

17:40:00 Add Comment


Ada lelucon soal larangan untuk aktifitas dimusim pandemi covid-19 sehingga muncul tagar #dirumahaja. Berlebih di musim puasa yang sebentar lagi akan lebaran dengan budaya silaturahim, halal bihalal. Salah satu kelucuannya adalah Mengurangi stok pertanyaan, Sudah nikah belum?”

Itu baru satu ya, masih banyak pertanyaan beruntun lain yang ternyata tidak ada endingnya kecuali telah wafat.

Mari kita urut pertanyaan yang kira-kira begini.

Jika sudah lulus SMA, maka pertanyaannya, “Mau keluah dimana? Sudah kerja belum?”

Jika sudah lulus kuliah, “Sudah kerja belum? Kerja dimana?”

Jika sudah kerja, Sudah nikah belum?” Jika belum maka disusul, “Mau nikah kapan?”

Deal. Kerja sama nikah sudah.

Pertanyaan selanjutnya, Sudah punya anak belum?

Jika jawabannya, sudah. Maka disusul pertanyaan, Kapan nambah lagi?

Deal, anak sudah punya. Maka pertanyan selanjutnya beruntun juga?

Anaknya sekolah dimana?

Jika sudah lulus, Anaknya kerja apa? Kerja dimana?

Jika sudah kerja, Anaknya sudah nikah belum?

And then, pertanyaan akan berulang lagi sampai pada titik dimana tidak ada hal yang bisa ditanyakan.

So, apapun yang terjadi setiap orang punya takdirnya masing-masing. Tak perlu resah dengan berbagai pertanyaan karena pada waktunya nanti, semua akan merasakannya. Hanya soal waktu yang berbeda.

Prinsip Membeli

13:38:00 Add Comment
Sumber : Pixabay

Beberapa minggu yang lalu saat Zoom Meeting bersama Alumni TFT KLTC 2017, ada satu poin yang rata-rata dipakai oleh mereka yang paham tentang financial. Salah satunya adalah prinsip dalam membeli sesuatu.

Prinsipnya gimana?

Jadi, ketika mau membeli barang itu hindari dengan cara kredit. Usahakan cash. Hal ini menghindari system bunga yang umum dilakukan saat membeli sesuatu dengan cara cicilan.

Itu, satu. Nah yang kedua adalah membeli sesuatu jika mampu membeli dua. Misal, kita ingin membeli smartphone tapi uang yang kita miliki hanya bisa membeli satu maka itu artinya kita bisa belum mampu untuk membeli. Minimal uang tersedia mampu membeli barang 2 dalam waktu yang sama, maka sudah waktunya kita membeli.

Prinsip yang saya ceritakan di atas itu bukan hanya saya temui ketika Zoom Meting, tapi dari beberapa orang yang saya dengar lewat channel youtobenya juga mengatakan hal sama.

Gimana menurut kamu?

Suka beli barang dengan system kredit atau cash?

Oh ya, sebagai disclamair tentu prinsip ini tidak bisa dipukul rata ya. Ada saat-saat tertentu yang mungkin memang harus melakukan kredit, tapi kalau masih bisa menahan dan bisa cash itu lebih baik.

Mimpi untuk SantriDigital.NET

06:21:00 Add Comment


SantriDigital.NET adalah salah satu website yang saya buat beberapa bulan lalu. Berbeda dengan blog saya yang lain, SantriDigital.NET menggunakan platform wordpres dengan domain dan hosting berbayar. Dan website ini merupakan produk hasil saya ikut Kelas Jagoan Website, sebuah online course yang mengajari bagaimana cara membuat website dari Nol.

Kenapa saya memilih nama SantriDigital.NET? Alasannya, karena saya pernah mengenyam dunia pesantren dan menjadi santri sehingga saya berharap bahwa website ini bisa berguna untuk para santri dan siapapun yang ingin belajar tentang dunia digital.

Meski sampai hari ini belum bisa benar-benar tergarap dengan apik, tetapi saya tetap optimis bahwa suatu saat SantriDigital.NET ini akan menjadi besar dan luas pengaruhnya. Aamiin

Untuk rencana, ada dua ide yang nunggu actionnya ;
  1. Membuat konten tentang Blogger, dan ;
  2. Membuat konten tentang Website seperti SantriDigital.NET ini.

Ide yang lain, masih dalam proses. Harapannya si bisa menggandeng temen-temen santri lain yang mempunyai bakat dan minat yang sama untuk kolaborasi sehingga kontennya akan lebih kaya. Karena diakui atau tidak, belajar otodidak itu memakan banyak waktu. Berlebih informasi yang ada di internet, baik itu website atau youtobe sangat banyak sehingga susah untuk menentukan belajar yang mana.

Atas keresahan itulah, SantriDigital.NET hadir untuk bisa menjadi solusi dengan penerapan system pembelajaran yang runtut. Doakan ya, semoga bisa segera terwujud. Aamiin.

"Belajar otodidak memang bagus karena ada kepuasan tersendiri saat berhasil, namun banyak waktu yang terbuang sebab banyak trial and error dalam prosesnya. Ibarat perjalanan, waktu yang ditempuh bisa 1 jam dengan orang yang sudah tahu (pemandu) tetapi memakan waktu 1 hari jika sendirian (otodidak)."

Mau milih yang mana?

Di Rumah Saja

06:22:00 Add Comment

Di rumah saja, begitulah tagline saat ini. Kerja dari rumah, belajar di rumah dan ibadah pun di rumah. Seruan dari pemerintah pun beruntun mulai dari presiden, gubernur, bupati, camat dan kepala desa. Dampaknya, sholat jum’at diganti sholat dhuhur dan sholat tarawih yang menjadi ruh Ramadhan di perintahkan untuk di rumah saja.
Posisi inilah yang lumayan menjadi dilema, pasalnya tidak setiap orang punya kapasitas untuk menjadi imam berlebih imam sholat tarawih. Meskipun tidak ada masalah juga saat orang tak melakukan shalat tarawih karena memang hukumnya sunnah. Selain itu anjuran pemerintah untuk ibadah dari rumah juga tentu bukan tanpa dasar. Salah satunya kaidah fiqih yang menerangkan bahwa mencegah hal buruk terjadi lebih utama dari mengambil manfaat. Maka sholat dirumah dalam rangka menghindari kerumunan dan sebagai ikhtiyar untuk menjaga diri merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang.
Kejadian ini membuat saya sadar bahwa pesantren punya andil besar dalam mencetak generasi yang paham persoalan amaliyah keagamaan, minimal saat kondisi seperti ini kapasitas untuk menjadi imam di lingkungan terkecil (keluarga) mereka mampu.
Terkahir, semoga pendemi ini segera berakhir dan aktifitas bisa berjalan seperti sedia kala. Aamiin

Corona dan Perkembangan Dakwah Dunia Pesantren

21:22:00 Add Comment
Sumber Gambar : nupinggiran(dot)com


Virus Corona atau Covid-19 tentu kita sepakat bahwa hal ini merupakan musibah besar karena dampak darinya mencapai level Internasional, semua negara terkena imbasnya. Namun dibalik itu ada satu hal yang beberapa hari yang lalu cukup menggelitik untuk menuliskannya, salah satunya adalah perkembangan dakwah dunia pesantren yang semakin mencuat di berbagai media social, diantaranya Youtobe.

Tentu ini menjadi hal yang patut disyukuri, jika dalam dunia jurnalistik sudah ada NU Online, Santri Online, Alif.ID, Bangkit Media dan media-media NU lainnya, maka dalam dunia youtobe tersebab adanya Covid-19 berlebih di bulan Ramadhan ini banyak pesantren yang menyiarkan langsung/live saat pengasuh pondok/kyai membacakan kitab. Sehingga siapapun yang punya kuota atau punya akses internet bisa ngaji di rumah. Atau bagi santri yang dulu pernah ngaji namun banyak yang bolong karena ketiduran bisa sambil nambal.

Selain itu, hal ini bisa membendung pengajian para ustadz yang dalam pengajinnya mudah mengkafirkan atau membid’ah-bid’ahkan amaliyah yang sudah membumi di masyarakat. Dampaknya, saat orang awam punya waktu senggang kemudian ingin memanfaatkan waktunya dengan memilih ngaji di youtobe maka pilihannya banyak. Sehingga pemahaman agama yang diperoleh benar-benar didapat dari para Ulama/Kyai yang ngajinya sudah dari kecil sejak di pesantren.

Sebagai referensi, Anda bisa buka channel Youtobe ini 
  1. Pondok Pesantren Lirboyo
  2. GusMus Channel
  3. Gus Yusuf Channel
  4. Pondok Pesantren Tebuireng
  5. PPTQ Asy’ariyah
  6. Pondok Pesantren As-Sa'idiyyah 2 Tambakberas
  7. NU Channel
  8. Ponpesgasek TV
  9. KH. Marzuki Mustamar Channel
Itu sebagian kecil, selain itu tentu banyak. Sehingga Anda bisa milih mana yang kiranya mau Anda ikuti.

Tabik
Mad Solihin

KERJAKAN

19:12:00 Add Comment
Sumber : Pixabay

Kamu tahu apa yang sulit saya lakukan? Konsisten.
Ya, konsisten adalah salah satu hal yang bagi saya cukup sulit untuk dilakukan. Jika tidak kuat dan prinsipnya lemah maka bisa dipastikan berhenti di tengah jalan.
Menulis misalnya. Update blog yang rencanya setiap hari ternyata baru hari ke 4 saja sudah loyo. Tulisan ini adalah tulisan pengganti karena kemarin absen untuk update. Nah kan, konsisten emang gak semudah yang saya bayangkan.
Apakah kamu merasakan hal yang sama?
Jika iya, bagaimana kalau saya tawarkan jadwal untuk update. Contoh, saya harus membuat tulisan pada pukul 05.00 pagi. Setidaknya jadwal itu bisa mengikat saya untuk menyempatkan waktu menulis. Soal tulisan bagus atau tidak, biarlah. Jangan nilai dari kualitasnya dulu, saat ini focus saja pada prosesnya. Kalau bisa konsisten dan berhasil sampai bulan Ramadhan ini selesai, maka hadiahkan sesuatu pada diri sendiri.
Hadiahnya apa, jangan pikirkan hari ini. Pikirkan saja nanti setelah proyek menulis ini selesai. Setuju?
Btw, hari ini saya harus membuat tulisan dua. Satu sebagai pengganti kemarin dan satunya sebagai tulisan update hari ini.
Jadi, apa kesimpulannya?
Buat jadwal apapun yang ingin kamu lakukan, dan KERJAKAN.

Tabik
Mad Solihin

Pilihan dan Konsekuensi Tanggung Jawab

22:15:00 Add Comment
Sumber : Pixabay

Pernah gak si kamu merasa jenuh? Merasa malas dengan pekerjaan yang kamu jalani saat ini. Saya yakin, ada saat dimana kita berada pada posisi yang melelahkan. Harus mengerjakan tapi serasa malah untuk memulai.
Jujur saat ini saya berada pada posisi ini, posisi dimana ada kejenuhan pada pekerjaan namun mau tidak mau harus dikerjakan. Ketika kerjaan menumpuk dan rasa malas tetap menempel. Ahgggr, rasanya pengin teriak.
Namun apapun yang terjadi saat ini adalah konsekuensi atas pilihan di masa lalu. Kerjaan yang harus saya kerjakan misalnya, kerjaan tersebut merupakan konsekuensi tanggung jawab atas pilihan saya mengiyakan untuk menjadi perangkat desa. Ini berlaku untuk apapun. Pilihan pekerjaan apapun maka ada tanggung jawab yang harus dilalui sebagai konsekuensinya. Jika menyadari hal ini, lalu kenapa saat ini masih mengeluh?
Kondisi saat ini dimana para perantau dilarang mudik missal, ya ini konsekuensi atas pilihan masa lalu menjadi seorang perantau. Atau mau mengkambing hitamkan pemerintah yang mengeluarkan aturan dan merutuknya dengan mengatakan kejam? Jika begitu, apakah kondisi akan membaik? Tentu saja tidak. Kita malah merasa stress sendiri.
Solusinya adalah kesadaran bahwa pilihan apapun yang kita ambil mengandung konsekuensi dan tanggung jawab yang harus kita terima. Suka tidak suka, hal tersebut pasti ada.
Maka tidak ada hal lain yang lebih baik selain kita bersyukur atas apapun yang kita miliki saat ini. Bersyukur atas segala nikmat yang bisa kita terima saat ini. Dan percayalah, badai pasti berlalu.
Tabik
Mad Solihin

Alasan Kenapa Saya Membuat Channel Youtobe

18:59:00 Add Comment

Youtobe adalah salah satu platform vidio paling popular saat ini, pertanyaannya kita mau menjadi orang yang hanya menikmati karya orang lain atau kita ikut andil berkarya agar bisa dinikmati orang lain?
Kalau saya memilih yang kedua, membuat karya agar bisa dinikmati oleh orang lain.
Awal-awal mulai serius ngeyoutobe salah satunya datang dari Mas Arif RH. guru saya di Kelas Vibrasi. Ceritanya beliau membuat video reborn, video yang berisi materi yang pernah beliau sampaikan namun di upload oleh orang lain dan dimonetize. Atas alasan tersebut, beliau membuat video lagi dan diuplaod di channel youtobe-nya sendiri.
Uniknya, beliau tidak mengedit seperti kebanyakan orang. Beliau rekaman dan langsung di upload. Hal itu menginspirasi saya untuk melakukan hal yang sama. Karena kendala laptop dll, maka saya menggunakan hp untuk rekam dan mengupload ke youtobe.
Seiring berjalannya waktu sambil terus belajar untuk membuat video akhirnya sekarang sudah lumayan dan ketemu juga niche yang saya bidik.
Setelah saya rangkum, setidaknya ada 4 hal kenapa saya ngeyoutobe :
Pertama, sebagai Media Berlatih Public Speaking.
Kedua, sebagai Media untuk Share Informasi Desa terutama administrasi yang sering dibutuhkan oleh kebanyakan orang.
Ketiga, sebagai Media untuk Pengembangan Diri.
Keempat, sebagai Media untuk Share Tutorial yang berkaitan dengan Administrasi Perkantoran.

Ramadhan di Tengah Pandemi Virus Covid-19

05:02:00 Add Comment
Sumber : Pinterest


Alhamdulillah, hari ini kita bisa berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan dimana setiap kebaikan pahalanya Allah lipatkan. Kapan lagi kalua bukan di bulan Ramadhan kaya gini?
Ngomong soal Ramadhan, kira-kira target apa ni yang akan kamu capai? Saya sendiri ingin memulai nulis lagi minimal selama satu bulan kedepan kaya Ramadhan tahun lalu untuk ngisi konten di blog madsolihin.com
Jika bulan Ramadhan identik dengan kegembiraan yang ditandai ramainya jama’ah ke masjid untuk menunaikan shalat tarawih, namun beda dengan bulan Ramadhan kali ini. Kondisi dimana dunia sedang digegerkan dengan adanya Pandemi Virus Covid-19 maka salah satu dampaknya adalah pembatasan orang-orang untuk berkerumun, diantaranya muncul larangan shalat di masjid kaya shalat jum’at maupun shalat tarawih. Susah kan?
Kaedah fiqihnya jelas, “Mencegah bahaya lebih didahulukan daripada mendatangkan manfaat.” Larangan ini tujuannya adalah memutus rantai persebaran virus Covid-19 yang hal itu masuk kategori dharurat atau bahaya, dan mencegahnya harus didahulukan daripada mengambil manfaat.
Hanya saja untuk wilayah pedesaan menerima hal ini menjadi sulit, karena memang sudah menjadi kebiasaan yang ketika ditiadakan serasa ada yang kurang. Dan ada pula yang berpendapat bahwa yang penting kan orang yang hadir masih dalam satu wilayah, bukan pendatang maupun orang yang mudik dari wilayah yang sudah masuk zona merah virus covid-19.
By the way, di tempat saya untuk tarawih masih tetap dijalankan. Hanya saja pelaksanaannya sesuai dengan protokoler kesehatan dimana jama’ah harus berjarak 1 M, menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri-sendiri. Awalnya kikuk si saat harus shalat kemdian shafnya berjarak 1 M, namun demi kebaikan bersama semoga Allah ampuni dan menerima ibadah yang kita lakukan. Aamiin.
Dan terakhir, semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kondisi kembali normal lagi.
Tabik
Mad Solihin

Mendulang Dolar dari Upload Vidio di Facebook

00:39:00 Add Comment
Dokpri

Tulisan kali ini sederhana, hanya ingin memberitahu diri sendiri bahwa persyaratan agar vidio di fb bisa menghasilkan dolar atau leih dikenal dengan nama adsbreak adalah sebagai berikut :

Pertama, membuat Fanspage yang minimal dapat 1.000 pengikut.

Kedua, mendapat engagement. Ada 3 kategori yang menjadi pilihan, (Satu) Engagement : dalam 60 hari terakhir harus mendapat 15.000 interaksi pos baik berupa like, comment atau share. (Dua) Minutes Viewed : dalam 60 hari terakhir harus mendapat 180.000 menit dari keseluruhan vidio. (Tiga) penayangan 1 menit untuk vidio 3 menit dalam 60 hari terakhir, butuh 30,000 penayangan minimal satu menit yang vidio berdurasi minimal 3 menit.

Ketiga, harus memenuhi standar kelayakan facebook. Artinya vidio tidak melanggar hak cipta, mengandung konten prnografi dan sara.

Jika persyaratan telah tercapai dan lolos monetize maka agar vidio nantinya bisa menampilkan iklan, durasi minimal vidio yang di upload adalah 3 menit.

Info lebih jelasnya bisa googling atau cari tutorialnya di youtobe. Lagi banyak yang bahas bahkan ada workshopnya juga.

Pringamba, 6 Januari 2020

Fokus Saya di Tahun 2020

23:09:00 Add Comment

Sumber : Pixabay(dot)com 
Setelah beberapa hari ini mengangan-angan maka di tahun 2020 fokus saya rencananya mengembangkan youtobe dan blog, belajar management keuangan serta digital marketing.

Soal yotobe tahun ini targetnya 10K Subscriber. Soal blog, targetnya update tulisan setiap hari. Soal management keuangan, targetnya belajar mengelola uang dengan bijak. Syukur bisa memperbanyak aset dan meminimalisir liabilitas, sehingga bisa membangun passive income.

Nah yang terakhir soal digital marketing, fokusnya adalah membangun website untuk lapak produk-produk affiliate. Mempertajam skill jualan baik online maupun offline serta membangun tutorial berkaitan dengan ilmu yang saya kuasai.

Owh ya, terakhir fokus yang tak saya sebut di awal adalah investasi untuk diri sendiri. Baik itu baca buku, ikut berbagai ecourse maupun seminar. Karena saya sadar bahwa investasi terbaik adalah investasi ke dalam diri sendiri terutama investasi leher ke atas.

Pringamba, 05 Januari 2020

YouTobe dan Peluang Masa Depan

16:04:00 Add Comment


Jujur, saya bingung mau nulis apa. Namun dorongan untuk mulai merutinkan menulis cukup besar sehingga terpaksa saya menulis apa adanya. Tak bagus, biar. Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Kalaupun saya share di blog, itu karena di tahun 2020 ini saya punya angan-angan untuk rutin mengupdate satu hari satu tulisan. Apakah nantinya bisa istiqomah, biar waktu yang menjawabnya.

Karena saya tidak punya topik yang pas, kali ini saya akan share tentang youtobe dan keterikatan saya saat ini pada paltform media sosial ini.

Pertama, youtobe itu sebuah bisnis. Saya menyadari ini dari Mas Arian Surya dalam channelnya NavaIM Tutorial. Bisnis salah satu prinsipnya adalah apa yang bisa kamu berikan untuk menyelesaikan masalah orang lain. Maka jika ingin sukses di youtobe salah satu kuncinya adalah kontenmu itu menyelesaikan masalah apa? Atau apa yang kamu berikan ke penonton melalui channelmu?

Apakah info yang manfaat? Hiburan? Atau tutorial yang banyak dicari oleh banyak orang?
Hal ini penting jika tujuanmu itu untuk jangka panjang. Dan usahakan dengan niche vidio yang sejenis.

Kedua, youtobe bagi saya ini sebagai media berbagi dan sharing kepada orang lain. Awal-awal mulai serius adalah saat saya menjadikan youtobe ini menjadi media untuk belajar tentang public speaking. Dan saya bersyukur karena dalam perjalanannya, subscriber semakin bertambah dan penonton vidionya juga termasuk banyak. Itu pula yang menjadi alasan kenapa saya semangat untuk membuat konten-konten baru.

Selain dari jumlah viewer, pertanyaan-pertanyaan di kolom komentar banyak yang bermunculan. Itu artinya informasi yang saya share memang banyak yang membutuhkan dan belum banyak yang membahasnya.

Ketiga, youtobe itu bisa menjadi media untuk menambah penghasilan. Salah satu caranya adalah dengan mendaftarkan diri sebagai patner youtobe melalui google adsense. Namun untuk bisa sampai tahap ini harus punya 1.000 Subscriber dan 4.000 jam tayang dalam waktu 12 bulan terakhir.

Alhamdulillah saya sudah sampai tahap ini sehingga vidio-vidio di Mad Solihin Channel sudah bisa menampilkan iklan.

Namun, salah satu efek yang timbul adalah ketergantungan dan keterikatan. Contoh, subscriber berkurang menjadi panik. Atau saat estimasi pendapat menurun juga panik. Mungkin karena masih pemula sehingga dampak penurunan masih begitu terlihat. Padahal untuk bisa dapat 1 dolar saja butuh penayangan 1.000 viewer. Makanya di tulisan sebelumnya, saya sengaja menulis Menata Ulang niat Berbagi.

Kenapa? Karena saat membuat vidio diperuntukan hanya demi iklan atau uang maka saat itu tidak tercapai rasanya menderita sendiri. Atas pertimbangan itu saya mencoba merubah niat dan sudut padang dari awal biar nanti saat membuat vidio ya niatnya berbagi tanpa harapan apapun. Toh saat kita benar-benar berbagi maka alam semesta yang akan mencatat dan membalas.

Sulit? Lumayan. Dan saya sedang melatih diri untuk membiasakannya.

Pringamba, 04 Januari 2020

Menata Ulang Niat untuk Berbagi

19:18:00 Add Comment


Awal-awal di terima Google Adsense baik blog maupun youtobe saya merasa energi saya terhabiskan untuk membuat sesuatu yang menghasilkan uang. Buat tulisan misal, berharap banyak pengunjung dan ada yang klik iklan. Buat vidio juga berharap bahwa penghasilan segera bertambah. Sayangnya tak semudah itu.

Iklan di blog paling cuma beberapa yang klik, ditambah CPC Indonesia tergolong rendah. Vidio youtobe untuk dapat satu dlar harus 1.000 view. Makanya setelah dipikir ulang, rasanya kok ya ngoyo sekali jika berbagi itu niatnya untuk mengejar itu.

Atas keresahan itu saya belajar untuk mencoba menata ulang niat berbagi. Berbagi ya berbagi saja. Tanpa peduli dapat imbalan atau tidak, tanpa peduli ada yang nonton atau tidak. Karena berbagi itu bekerja pada dimensi alam semesta. Dan hukum alam selalu punya cara untuk menunjukan keadilannya.

Melalui tulisan ini saya ingin mengingatkan diri sendiri. Jika salama ini saya terbelenggu oleh pikiran dan perasaan sendiri, maka apakah yang saya cemaskan itu terjadi. Ternyata tidak. Pengin nulis status takut ini itu. Akhirnya mandek sendiri. Akibatnya kaya tulisan yang mungkin sedang kamu baca. Bahasanya masih kaku dan mungkin amburadul. Kamu tahu apa sebabnya? Salah satunya karena saya jarang nulis, because writing is like swimming. Untuk bisa berenang harus nyegur ke kolam, sama untuk bisa nulis harus sering ngetik dan ngetik.

Terakhir, alam semesta itu punya cara sendiri untuk menyimpan apa yang kamu lakukan. Dan saat kebaikan yang kamu tebar, maka percayalah kabaikan pula yang kamu dapat.

Pringamba, 03 Januari 2020

Welcome 2020

17:54:00 Add Comment
Sumber : pexels(dot)com

Selamat datang tahun 2020. Jika di tahun 2019 banyak hal yang sudah saya capai maka di tahun 2020 mungkin saya akan lebih banyak memaksimalkan apa yang sudah saya pelajari di tahun 2019. Setidaknya pengalaman di tahun 2019 akan menjadi refleksi untuk menentukan mau apa di tahun 2020.

Jika sebelumnya saya banyak berspekulasi atas apa yang saya pelajari semoga bermanfaat, maka tahun ini saya harus bisa memikirkan what the next, goal apa yang akan saya capai setelah mempelajari ilmu ini itu, baik berupa ecourse ataupun seminar.

Contoh, Ilmu tentang Pembuatan Landing Page. Tentu akan sangat mubah jika mempelajari ilmu hanya untuk sekedar tahu tanpa praktek. Karena sejatinya ilmu itu untuk diamalkan bukan hanya simpanan.

Ini pula yang luput.

Tahun 2019 banyak pencapian semisal blog diapprove Google Adsense, Youtobe juga sudah diapprove sehingga bisa monetize. Maka tahun ini tugas saya memaksimalkan itu. Perlengkapan pendukung seperti wifi juga sudah tersedia di rumah. Lalu, mau alasan apalagi?

Nah, ngomong tentang wifi ini juga menajadi media untuk tahun ini saya berencana untuk update tulisan di blog ini. Belajar untuk menulis lagi. Kalau kata teman, blog itu laiknya rumah tempat untuk kembali. Tempat untuk bercerita.

Intinya, 2020 saya harus merencanakan mau apa di tahun ini? Cukuplah 2019 saya membiarkan jalan hidup saya mengalir. Mumpung masih Januari, masih ada waktu untuk membuat perencanaan.

Kamu, apa rencananya di tahun 2020?

Pringamba, 02 Januari 2019

Terima Kasih 2019

06:33:00 Add Comment

Kamu tahu apa yang membuat hatimu sakit dan merasa insecure? Kalau boleh saya menebak mungkin karena kamu sering membandingkan dirimu dengan orang lain, dan lupa bahwa dirimu juga punya kelebihan yang mungkin kamu abaikan. Saya jadi teringat salah satu pesan yang intinya, jangan bandingkan dirimu dengan orang lain tapi bandingkan dirimu yang dulu dengan yang sekarang. Sepertinya, lebih bijaksana.

Tentu pesan tersebut tidak bisa dipukul rata, membandingkan dengan orang lain bisa juga sebagai motivasi bahwa mereka bisa kamu juga bisa.

Tapi sudahlah ...

Tak perlu diperdebatkan, dalam tulisan ini saya hanya ingin mengajak untuk berterima kasih pada tahun 2019 yang telah berlalu. Saya yakin ada pencapaian dan bisa jadi itu luput dalam amatanmu.

Yuk di list ..

Apa yang kamu syukuri di Tahun 2019?

Ini beberapa yang saya syukuri ....

Menjadi Sekretaris Desa
Ikut Kelas Vibrasi
Pin Google Adsense terkirim sampai alamat
Channel Youtobe di Approve jadi Patner Youtobe
Bisa masang wifi lagi
Bisa belajar E-Course tentang Jualan dan Pembuatan Landingpage
Toko online yang sudah mulai menghasilkan
dan bisa ikut hadir di rangkaian Konferwil IPNU

Dikpri

Tentu itu hanya sebagian yang bisa saya list, yang lain masih banyak. Namun meski sedikit, proses untuk mencapainya juga meninggalkan banyak pelajaran dan pengalaman yang itu juga saya syukuri.

2020, What the next?

Jika tahun 2019 saya sengaja membiarkan diri mengalir, mungkin 2020 saya perlu merumuskan kembali apa yang ingin saya capai biar terarah dan fokus untuk mencapainya.

Terakhir, Selamat Tahun Baru 2020. Semoga kedepan mentalmu dan mindsetmu berubah lebih baik lagi.

Salam