Memetakan Prioritas

00:32:00


Tiga hari lagi tepatnya tanggal 6-7 Juli 2019 saya akan mengikuti sebuah kelas pengembagan diri, namanya Kelas Vibrasi. Kelas ini dibawakan oleh Mas Arif Rh. Namanya saya kenal dari salah satu vidionya yang saya dapat dari Coach Puguh di salah satu folder yang belia berikan dulu sewaktu ikut acara TFT.

Lebih mengenal lagi setelah beliau membuat akun youtobe dengan judul vidio reborn, yaitu vidio yang ia buat lagi dengan materi pengulangan atas apa yang pernah ia sampaikan di vidio-vidio sebelumnya. Bedanya vidio reborn ini tanpa ada alunan musik saat akan membuka maupun menutup vidio sebagai salah satu cara menyikapi aturan youtobe yang tidak memperkenankan vidio mengandung unsur pelanggaran hak cipta.

Di awal-awal saya mengikuti vidio yang beliau upload saat subscribernya masih sedikit sampai saat tulisan ini dibuat subscriber beliau sudah mencapai 10 ribuan. Hanya saja semakin kesini semakin banyak vidio sehingga alokasi untuk nonton semakin berkurang.

Nah di bulan ini kebetulan ada kelas Vibrasi yang beliau adakan lagi, saya pun ikut dengan harapan bisa menambah ilmu untuk bisa mengembangkan diri lebih baik lagi. Sayapun sudah memikirkan jauh-jauh hari akan jadwal di tempat saya kerja, sedang sibuk atau tidak. Dan ternyata setelah semakin dekat waktunya, tetiba ada undangan untuk mengikuti pelatihan di Hotel Surya Yudha.

Awalnya sempat dilema lantaran di udangan saya baca tertera bahwa yang di undang adalah sekdes, namun saya bersyukur setelah berdiskusi dengan salah satu perangkat ada yang bisa mewakili lantaran saya sudah melakukan komitmen untuk mengikuti kelas vibrasi dengan melunasi biaya pendaftaran. Sayang kan? Selain sayang karena biayanya lumayan juga karena kapan lagi ada waktu untuk mengembangkan diri seperti sekarang.

Pada posisi inilah saya belajar untuk memetakan prioritas, mana yang bisa diwakilkan dan mana yang tidak bisa. Pikir saya, pelatihan di Surya Yudha meski penting tetapi ada orang yang bisa mewakilkan. Selain itu andaikan terpaksa tidak ada, saya bisa belajar ke sekdes lain yang pada hari tersebut ikut. Toh perjalanan untuk pekerjaan masih terbilang lama sehingga durasi belajar sambil mengerjakan pekerjaan saya kira bisa dilakukan.

Berbeda jika Kelas Vibrasi yang saya batalkan. Pertama, tidak ada yang bisa mewakilkan karena memang ini soal pribadi. Kalaupun menyuruh orang lain untuk menggantikan, maka saya absen dari belajar. Tidak bisa praktek langsung dan tak menjamin maksimal seperti ketika ikut sendiri. Kedua, soal biaya. Untuk saat ini biaya pelatihan bagi saya masih lumayan, meski saat paham akan ilmunya itu bukan hal yang mahal. Tetapi tetap saja terlalu sayang jika berlalu dengan sia-sia.

Terakhir, bismillah semoga di 3 hari kedepan saya bisa ikut pelatihan dengan lancar dan dimudahkan segalanya. Aamiin.

Pringamba, 04 Juli 2019-07-04 00:16 WIB
Mad Solihin

Sekretaris Desa, Penulis and Self Development

Artikel Terkait

Previous
Next Post »