Membaca Buku

08:00:00


Bagi saya buku adalah solusi atas keterbatasan ruang dan waktu untuk berjejaring dengan orang luar biasa di luar sana. Mungkin raga kita terkungkung oleh rutinitas dan bertemu dengan orang yang sama setiap hari, namun tidak dengan pikiran kita. Pikiran kita bebas melahap apapun, termasuk ilmu-ilmu baru yang membuat kita beda dengan orang lain dalam mindset dan bersikap.

Kamu tahu bagaimana caranya?

Membaca buku. Ya, membaca buku adalah bagian dari cara untuk terkoneksi dan mendownload ide orang lain ke dalam diri kita. Dan luar biasanya ketika membaca buku, apa yang dipelajari orang lain selama bertahun-tahun bisa kita pelajari dalam waktu yang singkat. Bukankah buku ditulis karena sang empu telah mempunyai gagasan dan ide hasil perjalanan hidupnya? Bisa pengalaman sendiri, pengalaman orang lain yang ia tahu ataupun hasil membaca berjilid-jilid buku karena mustahil orang yang pandai menulis tidak suka dengan membaca.

Bagi saya membaca buku adalah bagian dari proses pergantian pemikiran lama dengan pemikiran baru. Boleh saja kita punya gagasan A di tahun 2018, tetapi di tahun 2019 banyak hal telah berubah sehingga menuntut kita juga merubah cara berpikir kita. Dan percayalah, alam semesta ini berisi kumpulan paradoks yang membuat kita menjadi beragam dalam memadang sesuatu kebenaran.

Contoh, uang 100 juta itu banyak menurut versi kita. Tapi apakah uang tersebut banyak untuk mereka yang mempunyai penghasilan 1 Trilyun?

Atau gini, apakah membayar 7 juga untuk acara training selama 7 hari itu mahal? Jabawabannya paradoks, ada yang menganggapnya mahal ada juga yang menganggapnya murah. Lalu mana yang benar?

Jawabannya tergantung posisi kita berada di level mana? Dan apapun jawabannya tidak ada yang salah karena seperti itulah paradoks alam semesta.

So, di era digital seperti sekarang ini banyak media untuk bertumbuh. Kalaupun kita berada pada lingkungan yang kurang mendukung untuk bertumbuh, ada buku yang bisa menjadi solusi. Ada interet yang bisa menghubungkan kita pada siapapun.

Terakhir, Marhaban ya Ramadhan, selamat menjalankan puasa yang pertama. Semoga banyak kebaikan di bulan ramadhan ini. Aamiin.

Pringamba, 06 Mei 2019 07:48 WIB

Sekretaris Desa, Penulis and Self Development

Artikel Terkait

Previous
Next Post »