Investasi Lagi

00:22:00

Hari ini saya melakukan pelunasan sebuah kelas senilai 3 juta. Uang tersebut awalnya saya niatkan untuk membeli smartphone dengan tujuan menjadi youtober sebagai media untuk merekam dan mengedit. Namun setelah dipikir ulang, membeli smartphone baru itu laiknya teko tempat air minum. Hanya media atau sebuah alat. Tak ada gunanya jika teko tersebut tak ada air minum di dalamnya. Jika air minumnya tidak ada lalu apa yang akan dituangkan?

Sama. Otak kita juga begitu adanya. Jika sudah mempunyai smartphone bagus, lalu apa yang akan saya bagikan jika saya tak mempunyai stok ilmu laiknya air di dalam teko. Atas pertimbangan tersebut saya mengalihkan anggaran yang sedianya untuk membeli smartphone menjadi biaya registrasi mengikuti training. Kalau meminjam istilah teman, ivestasi leher ke atas namanya.

Dan ini untuk kali ke sekian setelah di tahun sebelumnya saya investasi yang cukup lumayan. Jika dihitung bisa dapat satu motor jupiter. Tetapi, saya meyakini bahwa apa yang saya pelajari pasti ada imbalan dan hasilnya akan kembali berlipat.

Lebih mantap lagi saya melakukan ini karena pada rabu kemarin saat berbincang dengan Gus Faiz Husaini, putra dari pengasuh pondok pesantren Miftahussholihin yang kuliah di Mesir menyampaikan pentingnya ilmu.

Dan memang benar adanya. Mereka yang hari ini hidupnya diatas rata-rata adalah pribadi-pribadi yang mementingkan ilmu. Mereka rela merogoh koceknya demi belajar berbagai hal.

Terakhir, berapa banyak uang yang sudah kamu alokasikan untuk belajar?


Pringamba, 05 Mei 2019

Sekretaris Desa, Penulis and Self Development

Artikel Terkait

Previous
Next Post »