Donasi

06:05:00

Tiga hari yang lalu di salah satu group whatsapp yang saya ikuti ada yang share perihal pembelian tanah untuk membangun gedung MWC NU, tepatnya MWC NU Kecamatan Purworejo Klampok. Saat itu saya tergerak untuk bisa ikut donasi. Pikir saya saat itu adalah ingin tabarukan dengan kyai-kyai NU wabilkhusus Almaghfurlah Simbah KH. Hasyim Asy’ari sang pendiri NU. Selain itu, ini adalah bagian dari wasilah pengganti karena saat ini belum bisa aktif seperti dulu sewaktu masih di IPNU.

Tentu ada gejolak dalam hati, pertarungan antara donasi atau tidak. Ada uang tapi kan kamu butuh ini itu. Hingga akhirnya saya memenangkan pertarungan itu. Gimana caranya? Paksa.

Dan saya meyakini bahwa sejatinya apa yang kita keluarkan untuk sedekah atau infak akan Allah balas dengan ganti yang berlipat. Yakin atau tidak, ikhlas atau tidak jika urusannya sudah sama Sang Pencipta maka percayalah janji-Nya pasti tepat, keadilan-Nya tidak memandang bulu seperti asma-Nya yang Maha Adil.

----
Perihal pembelian tanah untuk pembangunan Gedung MWC NU di Banjarnegara cukup menarik untuk diamati. Saya melihat geliat ini di masa kepemimpinan Gus Zahid Khasani yang memulai pembelian tanah untuk membangun gedung Aswaja NU Center di Banjarnegara. Kalau tidak salah 1,3 M waktu itu harganya. Ghiroh keorganisasian ini menurun ke jajaran kepengurusan di bawahnya yaitu MWC NU. Tentu tidak lepas dari semangatnya untuk turba ke setiap MWC di tahun pertama, membentuk yang belum ada dan menghidupkan kembali kepengurusan yang vakum.

Efeknya adalah hari ini, banyak perubahan terjadi setelah kurang lebih 5 tahun beliau memimpin PCNU Banjarnegara. Salah satunya adalah munculnya gagasan untuk membangun gedung MWC NU di setiap kecamatan yang dibarengi dengan aksi nyata sebagai awalan yaitu membeli tanah.
Sumber : NU Online
Pringamba, 08 Mei 2019

Sekretaris Desa, Penulis and Self Development

Artikel Terkait

Previous
Next Post »