Nahkodanya Itu Kamu

01:22:00

Saya melihat dan merasakan sendiri bahwa nahkoda hidup terletak pada diri saya sendiri bukan orang lain. Apapun yang terjadi terhadap diri saya sepenuhnya tanggungjawab diri saya. Orang lain hanya punya dua pilihan, menasehati atau mengomentari. Adapaun nasehat dan komentar mereka, sama sekali tak bedampak jika saya tidak merenspon. Kedali sepenuhnya ada dalam diri saya, orang lain sama sekali tak punya kuasa.

Sekarang simak analogi berikut ini.

Ketika karirmu bagus, jalan hidupmu lebih baik dari orang lain maka saya percaya apa yang kamu lakukan berbeda dengan yang orang lain lakukan. Saya percaya usahamu lebih keras, lebih berat dan lebih susah dari yang lain. Karena hukum sebab akibat selalu berlaku.

Contoh, jika orang lain jualannya lebih sukses, penghasilannya lebih besar maka bisa dipastikan mereka telah banyak melakukan kesalahan. Mereka telah banyak mencoba sehingga dari sekian banyak percobaan, ada satu jalan yang membuatnya berhasil. Trial and error, belajar secara otodidak adalah jalan yang dilakukan oleh orang ini. Konsekuensinya waktunya tidak bisa ditebak, biasanya lebih lama.

Berbeda dengan orang yang jalannya terarah, perencanaanya matang dan memiliki mentor pembimbing. Orang dalam kategori kedua ini bisanya lebih banyak berhasilnya asal menuruti apa yang dikatakan oleh sang mentor tanpa banyak alasan ini itu. Apa yang dikatakan, ia lakukan tanpa meminta diskon atau keringanan. Namun konsekuensinya, opsi kedua ini tidak gratis. Ada harga yang harus rela ia keluarkan untuk membayar sang mentor.

Dan terakhir, nahkodanya itu kamu. Kamulah penentu atas apa yang terjadi dalam hidupmu. Belajar secara otodidak silahkan, belajar dengan adanya mentor juga silahkan. Kuncinya, setiap hal kamulah pengendalinya.

Sumber : Pixabay(dot)com
#30DWC #30DWCJilid16 #Day18

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »