PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 76 TAHUN 2018

15:09:00 Add Comment

Peraturan Bupati Banjarnegara Nomor 76 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Perbub 76 ini menjadi acuan ketika seseorang ingin mempelajari lebih detail tentang tata kelola keuangan desa terkhusus di Kabupaten Banjarnegara.

Selamat mempelajari dan semoga bermanfaat.



Selamat membaca :)

Sosial Media dan Asset Digital

19:06:00 Add Comment


Saat ini kita telah berada pada era dimana sosial media bisa menjadi sumber penghasilan utama ataupun sampingan. Ini pula yang membuat saya menyebut bahwa sosial media yang kita miliki adalah asset digital. Termasuk blog madsolihin.com ini juga bagian dari asset digital.

Baik saya akan mulai bahas dari pengalaman yang pernah saya alami.

Pertama Instagram. Instagram ini kalau kita bisa memanfaatkan bisa lho menjadi media untuk banyak hal, mulai dari membangun personal branding, membuat toko online ataupun membuka jasa endorse dan paid promote.

Personal branding ini kalau kita ingin benar-benar expert di salah satu bidang maka foto-foto yang dibagikan bisa menambah kepercayaan follower sehingga saat membuka kelas baik online maupun offline banyak yang ikut.

Akun online shop ini yang sedang saya jalani. Membuat akun yang khusus untuk jualan dan sampai hari ini masih berjalan. Dan perlu diketahui bahwa online shop sekarang punya potensi besar lho di Indonesia karena sudah banyak orang yang membutuhkan sesuatu larinya ke internet.

Untuk bisa memaksimalkan akun online shop salah satu yang harus kita kuasai adalah ilmu tentang jualan. Jika kamu memang serius dan tertarik dengan dunia penjualan kamu bisa pelajari ilmunya di sini.

Nah instagram yang untuk endorse atau paid promote biasanya kalau follower yang dimilki sudah banyak di angka 10K ke atas. Kebetulan saya sudah pernah melakukan paid promote di akun yang menyediakan jasa paid promote tersebut.

Kesimpulannya, ternyata follower di instagram itu asset yang berharga lho. Tinggal kamu sadar atau tidak. Haha

Kedua, Youtobe. Youtobe ini juga termasuk asset digital apalagi kalau sudah didaftarkan di google adsense dan diapprove. Tinggal tidur pun uang terus ngalir. Namun untuk membangunnya lumayan butuh keseriusan karena harus vidio original, minimal 1000 Subscriber dan 4000 jam tayang dalam waktu 12 bulan terakhir sebagai persyaratan untuk bergabung menjadi patner youtobe.

Nah tadi sebelum saya menyinggung soal youtobe saya sudah menyinggung soal instgram sebagai personal branding. Ini berfungsi jika kita ingin melebarkan sayap ke sosial media lain lebih gampang. Sebagai contoh jika di Instgram sudah punya 10-30K follower maka ketika membuat akun youtobe misal, maka follower yang loyal akan ikut juga menjadi subscriber di youtobe.

Ketiga, Blog atau Website. Bog atau website yang kita miliki juga bisa menjadi asset yang sangat berguna. Bisa menjadi media untuk berbagi, media sharing informasi atau media untuk sekedar cerita yang inspirasi.

Dan sama dengan instagram dan youtobe, blog juga bisa menjadi tabung pemasukan jika tahu caranya. Sebut aja google adsense. Atau bisa juga sebagai media untuk promosi produk yang kita miliki.

Sekian.

Memetakan Prioritas

00:32:00 Add Comment


Tiga hari lagi tepatnya tanggal 6-7 Juli 2019 saya akan mengikuti sebuah kelas pengembagan diri, namanya Kelas Vibrasi. Kelas ini dibawakan oleh Mas Arif Rh. Namanya saya kenal dari salah satu vidionya yang saya dapat dari Coach Puguh di salah satu folder yang belia berikan dulu sewaktu ikut acara TFT.

Lebih mengenal lagi setelah beliau membuat akun youtobe dengan judul vidio reborn, yaitu vidio yang ia buat lagi dengan materi pengulangan atas apa yang pernah ia sampaikan di vidio-vidio sebelumnya. Bedanya vidio reborn ini tanpa ada alunan musik saat akan membuka maupun menutup vidio sebagai salah satu cara menyikapi aturan youtobe yang tidak memperkenankan vidio mengandung unsur pelanggaran hak cipta.

Di awal-awal saya mengikuti vidio yang beliau upload saat subscribernya masih sedikit sampai saat tulisan ini dibuat subscriber beliau sudah mencapai 10 ribuan. Hanya saja semakin kesini semakin banyak vidio sehingga alokasi untuk nonton semakin berkurang.

Nah di bulan ini kebetulan ada kelas Vibrasi yang beliau adakan lagi, saya pun ikut dengan harapan bisa menambah ilmu untuk bisa mengembangkan diri lebih baik lagi. Sayapun sudah memikirkan jauh-jauh hari akan jadwal di tempat saya kerja, sedang sibuk atau tidak. Dan ternyata setelah semakin dekat waktunya, tetiba ada undangan untuk mengikuti pelatihan di Hotel Surya Yudha.

Awalnya sempat dilema lantaran di udangan saya baca tertera bahwa yang di undang adalah sekdes, namun saya bersyukur setelah berdiskusi dengan salah satu perangkat ada yang bisa mewakili lantaran saya sudah melakukan komitmen untuk mengikuti kelas vibrasi dengan melunasi biaya pendaftaran. Sayang kan? Selain sayang karena biayanya lumayan juga karena kapan lagi ada waktu untuk mengembangkan diri seperti sekarang.

Pada posisi inilah saya belajar untuk memetakan prioritas, mana yang bisa diwakilkan dan mana yang tidak bisa. Pikir saya, pelatihan di Surya Yudha meski penting tetapi ada orang yang bisa mewakilkan. Selain itu andaikan terpaksa tidak ada, saya bisa belajar ke sekdes lain yang pada hari tersebut ikut. Toh perjalanan untuk pekerjaan masih terbilang lama sehingga durasi belajar sambil mengerjakan pekerjaan saya kira bisa dilakukan.

Berbeda jika Kelas Vibrasi yang saya batalkan. Pertama, tidak ada yang bisa mewakilkan karena memang ini soal pribadi. Kalaupun menyuruh orang lain untuk menggantikan, maka saya absen dari belajar. Tidak bisa praktek langsung dan tak menjamin maksimal seperti ketika ikut sendiri. Kedua, soal biaya. Untuk saat ini biaya pelatihan bagi saya masih lumayan, meski saat paham akan ilmunya itu bukan hal yang mahal. Tetapi tetap saja terlalu sayang jika berlalu dengan sia-sia.

Terakhir, bismillah semoga di 3 hari kedepan saya bisa ikut pelatihan dengan lancar dan dimudahkan segalanya. Aamiin.

Pringamba, 04 Juli 2019-07-04 00:16 WIB
Mad Solihin

Kecerdasan Finansial

15:11:00 Add Comment
FINANCIAL MASTERY 2.0

Dalam training Superteen Bootcamp 6 Hari 5 Malam, saya melakukan sebuah survey “Kalau kamu saya kasih uag Rp 50 juta. Mau dibelikan apa?” Tiba ada siswa yang bertanya “Pak, boleh tambah Rp 10 juta?” Saya katakan “Boleh. Buat beli apa emangnya?”
Siswa ini menjawab “Untuk beli laptop, Pak Tung. Untuk main games”. Saya lihat kertas survey yang dicatat oleh siswa. Saya terkejut ada yang nulis BELI SEPATU Harga Rp 24 juta.
EDANNN!!! Negara bangkrut, kekayaan tidak tahan 3 generasi ketika sejak kecil tidak belajar Kecerdasan Keuangan. Belum tahu caranya cari uang (income) sudah sibuk gaya, tampak kaya, sibuk menghabiskan uang.
Sama dengan orang dewasa yang baru aktif income (kerja aktif baru dapat pendapatan / uang). Sudah sibuk gaya, tampak kaya.

HUKUM FISIKA DALAM KEUANGAN

p = F / A
p = Tekanan ; F = Gaya ; A = Area
Hukum fisika menyatakan Gaya Sebanding Lurus dengan Tekanan.
Kalau hidup kita kebanyakan Tekanan, sama saja hidup kita kebanyakan Gaya. Kalau masa tua kita kebanyakan Tekanan, bisa jadi masa muda kita kebanyakan Gaya.
Bagaimana caranya agar bisa gaya tanpa tekanan? Adalah kalau kita masih aktif income caranya dengan sabar dan displin menyisihkan. Bila ada sejumlah uang maka investasikan. Investasi apa yang paling menghasilkan adalah Investasi leher keatas, mulai mencari investasi yang aman dan menguntungkan yang menghasilkan portfolio / capital gain (kenaikkan aset) dan pasif income sehingga membuat Anda bergaya tanpa tekanan.
Kalau kita mau Cerdas secara keuangan adalah dimulai dari kita mengenal Income dan Spending
INCOME

Income ada tiga:
·               Active income.
Income yang kita dapat dengan kita bekerja. Termasuk : dokter, lawyer, pembicara, dukun, developer, pedagang yang kita harus terlibat terus. Apapun profesi Anda, kalau profesi tersebut tidak bisa Anda tinggalkan, harus ada Anda, itu namanya active income. Active income bukan hanya untuk karyawan saja, Pebisnis yang harus ada owner didalamnya termasuk dalam active income. Mudah sekali mengenalinya, coba tinggal bisnis tersebut selama setahun, tambah kecil bisnisnya. Itu adalah active income.
·               Passive income.
Income yang kita dapat tanpa kita bekerja (Tidurpun uangnya bertambah). 3 Macam passive income, yaitu :
1.             Paper asset : deposito, reksadana, saham, obligasi, hak royalti
2.             Properti : sewaan, bagi hasil
3.             Bisnis yang autopilot. Bisnis yang jalan tanpa pemilik.

·               Portfolio income atau capital gain.
Income yang kita dapat dari kenaikan dari harta kita. Contoh : Beli rumah Rp 1 M lalu 10 tahun kemudian naik menjadi Rp 10 M. Sambil tidur harta naik Rp 9 M.
Setelah income / pendapatan, untuk kecerdasan keuangan kita juga wajib belajar tentang spending.

SPENDING

Spending secara singkat konsumtif, produktif, tampaknya produktif padahal konsumtif, dan tampaknya konsumtif padahal produktif
·               Produktif
Adalah semua pengeluaran yang menghasilkan active income, passive income dan capital gain / portfolio tambah besar.
Contoh #1 :
Renovasi properti, memang Anda mengeluarkan sejumlah uang, namun nilai portfolio atau kenaikkan properti Anda bisa berkali lipat karena renovasi.
Contoh #2 :
Pabrik yang membeli mesin baru, agar bisa memproduksi lebih banyak barang sehingga mendapatkan banyak pesanan.
·               Konsumtif
Ada tiga, yaitu :
1.             Langsung hilang / habis. Contoh : beli makan, minum, baju, ikut tour.
2.             Passive spending. Pengeluaran yang waktu kita tidurpun tetap keluar Contoh : segala cicilan, biaya listrik, air, telepon, internet, langganan koran dan majalah
3.             Invicible spending. Pengeluaran yang datangnya dari penurunan nilai aset kita. Tambah miskin tanpa terasa. Contoh : Inflasi, harga elektronik, mobil, furniture.

·               Tampak produktif tapi sebenarnya konsumtif.
Segala pengeluaran (karyawan, mesin, komputer, kendaraan hingga biaya marketing) yang tidak menghasilkan lebih dari biaya yang dikeluarkan.
Contoh : Mencicil sepeda motor.
·               Tampak konsumtif tapi sebenarnya produktif.
Pengeluaran ini ada tiga macam yaitu :
1.             Belajar (investasi leher ke atas) : semua breakthrough keuangan diawali dengan “AHA” dan “Harus”. AHA adalah pengetahuan sedangkan Harus adalah keberanian.
2.             Bergaul dengan orang yang lebih sukses : untuk dapat pengetahuan, kenalan hingga permodalan.
3.             Amal : kita tidak bisa memberikan lebih dari apa yang Tuhan berikan kepada kita.

Sumber : Laruno(dot)com


Sumber Gambar : Pixabay(dot)com

Struktur Pengurus PCNU Kab. Banjarnegara 2014-2019

00:13:00 Add Comment

Susunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjarnegara
Masa Hidmat 2014-2019

A.     MUSTASYAR
1.      KH. Bunyamin Hasan
2.      KH. Abdul Wahab
3.      KH. Mustamir
4.      Drs. H. Ali Hanan, MBA.
5.      KH. Hamid Ma’mun
6.      Drs. H. Yahya Hanafi, SE. MM.
7.      KH. Abdul Kholiq
8.      Drs. Fahrudin Slamet Susiadi, MM.
9.      KH. Slamet Riyadi

B.     ROIS SYURIAH
KH. M. Mujtahidi Tablawi
Wakil rois syuriah 1 : KH. Moh.Najib
Wakil rois syuriah 2 : KH. Hamzah Hasan
Wakil rois syuriah 3 : KH. Ahmad Syafi’ Muslih, S.Ag.
Wakil rois syuriah 4 : KH. Jauhar Hata, MA.

C.      KATIB
KH. Zainal Arifin, S. Ag. MM. Al-hafidz
Wakil Katib 1 : KH. Wahid Basyari, S.Ag
Wakil Katib 2 : K. Norma Ali Ridwan, S.Ag. MA.

D.     A’WAN
1.      Drs. KH. Zainal Abidin, MM.
2.      KH. Hakim Annaisaburi, Lc.
3.      KH. Abdul Manaf
4.      KH. Abdul Halim Mahmud
5.      KH. Shodiq Fauzan Akram
6.      KH. Fadlullah
7.      Drs. H. Sya’roni, MA.
8.      Drs. H. Mu’alim, MM.
9.      H. Abdul Charits, S.IP.
10.  H. W. Tajudin Ahmad, M.Pd.I
11.  KH. Hudatun
12.  KH. Qomarudin
13.  Drs. H. Chalid Badruzzaman
14.  H. Mahmud Lazim
15.  KH. Syukur, S.Pd.
16.  H. M. Teguh Hartono
17.  H. Basirun Ahmad, S.Pd.
18.  KH. Imama Afif
19.  K. Abdul Munir
20.  H. Salafudin
21.  KH. Saefudin Hamzah

A.     KETUA TANFIDZIYAH
KH. Zahid Khasani, S.Pd. M.Pd.
Wakil Ketua : H. Wahid Jumali, Lc.
Wakil Ketua : Ir. H. Achmad Nurudin
Wakil Ketua : HM. Sugeng Mulyadi, S.Ag.
Wakil Ketua : K. Muhammad Munir
Wakil Ketua : M. Ulil Albab, SH. MH.
Wakil Ketua : H. Abdul Wahid, S.Ag.

B.     SEKRETARIS
Awaludin Ahmad, SE. Shi. M.Si.
Wakil Sekretaris : Samiyo, DU. S.IP.
Wakil Sekretaris : A. Khozin Amanullah, S.Ag.
Wakil Sekretaris : Drs. Sutrisno
Wakil Sekretaris : Nur Kholis, S.Kom. M.Pd.I

C.      BENDAHARA
H. Sohirun Ahmad Riyadi
Wakil Bendahara : Rohidin Marta, S.Pd. MM.
Wakil Bendahara : Bachtiar Efendi, SE.
Wakil Bendahara : Misbandi, SH.
Wakil Bendahara : H. Nanang Wardana, S.Kes.

Sumber : Kalender PCNU Kab. Banjarnegara Tahun 2018


Note : Tulisan ini adalah bagian dari ihtiyar untuk menjaga agar suatu saat nanti dibutuhkan masih ada rujukan sebagai bahan pelengkap. Karena penulis meyakini bahwa salah satu agar jejak masa lalu tidak hilang adalah dengan menuliskannya. Semoga bermanfaat.

Pringamba, 14 Mei 2019

Deklarasi NU Pertama di Banjarnegara

05:46:00 Add Comment

Dokpri

Sabtu, 24 Februari 2018 tepat di hari ulang tahun IPNU yang ke 64, ditemani Rekan Sutarso saya memulai perburuan data ke tempat Bapak KH. Muhammad Mustolih Wanayasa untuk project nulis buku tentang NU Banjarnegara.

Dari beliau saya banyak informasi mengenai nama-nama kyai awal yang babad NU di Banjarnegara. Menurutnya, deklarasi pertama berada di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja di tempat KH. Hisyam sekaligus menjadi ketua pertama. Saat itu, KH. Hisyam ditemani oleh KH. Jamhuri, KH. Abdullah Amir, Kyai Mukri (Wanadadi) dan Kyai Mareh (Susukan).

Adapun nama-nama kyai yang beliau sebutkan adalah Kyai Dimyati, Kyai Abdul Manan, Kyai Syafi'i (mertuanya Kyai Abdul Cholik) dari Rakit. Kyai Mudasir dari Susukan.

Kyai Abu Na'im dari Wanayasa, Kyai Maf'ul dari Karangkobar, Kyai Ahmadi dari Purwonegoro. Kyai Juned, Kyai Suheni, Kyai Badrudi dari Mandiraja. Kyai Abdul Fatah dari Parakancanggah Banjarnegara.

Masih menurut beliau, bahwa dahulu nama pesantren belum ada namanya kecuali dengan sebutan daerah, sebut saja Pesantren Purwonegoro asuhan Kyai Ahmadi yang sekarang diberi nama Roudlatut Tholibin asuah KH. Mujtahidi Thoblawi, Pesantren Parakancanggah asuhan Kyai Abdul Fatah yang sekarang terkenal dengan nama Al-Fatah dan Pesantren Madukara asuhan Kyai Khotim.

Itulah simpulan atas wawancara dengan KH. Muhammad Mustollih yang menjadi titik awal untuk perburuan data selanjutnya. Terkait kevalidan data, tentu masih perlu pendalaman lebih lanjut. Ada yang mau membantu??