Jangan Menjadi Orang Lain, Melalahkan. Sungguh!

22:25:00

Jika tak suka pedas jangan paksakan diri untuk makan dengan sambal meski orang-orang disekitar melakukannya. Tidak enak dan rugi sendiri. Sama, dalam kehidupan kamu tidak perlu menjadi orang lain agar bisa diterima. Memakai topeng dalam setiap interaksi itu sungguh melelahkan dan meresahkan. Maka, jadilah dirimu sendiri.

Saya mengalaminya. Tahu rasanya? Melelahkan, sungguh. Beneran.

Jujur, saya adalah tipikal orang yang suka dengan kesunyian. Berinteraksi dengan orang lain seperlunya. Kalaupun berkumpul dengan orang lain saya lebih banyak diam, bicara sesekali saat benar-benar dirasa penting. Apalagi dengan orang baru, kadang cukup sulit mencari topik pembicaraan. Hal itu menjadi salah satu diantara alasan kenapa saya suka dengan dunia tulis menulis. Kenapa? Karena dengan menulis saya mampu menuangkan apa yang saya rasakan dengan bebas.

Dalam group online seperti WA, telegram, facebook ataupun group-group lain saya juga lebih banyak menjadi silent reader. Lebih banyak mengamati, comment seperlunya dan memilih untuk japri langsung jika ada keperluan. Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa menerima kenyataan ini dan rasanya lebih nyaman. Berbeda dengan dulu saat memaksakan diri untuk menjadi orang lain, menjadi orang rame yang ternyata itu menyiksa.

Saya sadar segala sesuatu ada nilai positif negatifnya. Menjadi orang yang rame misalnya, biasanya orang di sekitar akan lebih banyak karena pertemuannya menjadi hidup. Topik pembicaraannyapun biasanya selalu ada.

Apakah saya ingin berubah? Tentu saja. Namun kunci awal dari perubahan adalah menemukan kesadaran akan diri sendiri dan menerimanya dengan ikhlas. Mengakui bahwa diri saya orang pendiam dan tidak suka keramaian, misal. Setelah sadar maka tugas saya adalah belajar untuk membuka diri dan memperbaikinya. Ibarat gelas gosong, untuk bisa di isi air maka harus tahu bahwa gelas tersebut memang kosong dan siap untuk diisi. Intinya, menyadari diri sendiri dan menerimanya dengan ikhlas.

Lantas, sudahkah kamu menyadari bagaimana diri kamu sebenarnya dan menerinya dengan ikhlas?

Sumber : Pixabay(dot)com
#30DWC #30DWCJilid16 #Squad1 #Day3

Artikel Terkait

Previous
Next Post »