Jangan Menilai Seseorang dari Covernya

18:07:00
Kemarin malam saat bertemu dengan seseorang dengan pakaian kaos dan celana jeans, saya mengira dia orang biasa hingga pada saat kami duduk dan cerita, ternyata ada hal unik dan luar biasa yang melekat dalam kisah hidupnya.

Ceritanya, dia adalah seorang santri yang dulunya ketika di pondok tidak pernah memikirkan bagaimana keadaan nantinya. Menjadi pengusaha sama sekali tidak pernah ada dalam bayangannya.

Hingga pada waktu mukim dia ditawari untuk membeli usaha batako dengan harga 250 juta. Paket usaha sekaligus 8 karyawan yang dulu bekerja di sana.

Usaha batako ini adalah milik seorang pemuda Jakarta yang menikah dengan gadis desa putri dari kepala desa setempat. Setelah menikah pemuda ini diberi modal untuk membuka usaha batako hingga sukses.

Delapan tahun berjalan dan usaha semakin maju. Hanya saja kesuksesannya justru membuatnya kluyuran, selingkuh dengan wanita lain. Mengegahui hal ini, sang istri menggugatnya dan berakhir cerai. Hal tersebut membuat usaha batako yang dirintis tutup. 

Momen itulah yang akhirnya menjadi berkah buat Muhummad Ismun. Dia ditawari untuk membeli usaha batako tersebut. Meski awalnya ragu tetapi atas saran dari sang karyawan bahwa usaha ini menjanjikan maka dibelilah dengan harga 250 juta yang harus dilunasi dalam tempo dua bulan.

Setelah dibeli, usaha tersebut langsung dibuka. Atas izin Tuhan, hasil dari usaha tersebut mampu melunasi 250 juta dengan tempo 2 bulan. 

Mendengar cerita tersebut, saya geleng kepala karena takjub yang pada akhirnya memberikan pesan untuk diri saya supaya jangan melihat seseorang hanya dari covernya saja. Karena dibalik cover, kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya.

Sumber :Pixabay(dot)com
#30DWC #30DWCJilid16 #Day12

Sekretaris Desa, Penulis and Self Development

Artikel Terkait

Previous
Next Post »