Hidup Itu Sawang Sinawang

07:38:00

Kemarin saya pergi ke toko untuk membeli peralatan tulis kantor (ATK) karena salah satu tugas yang saya miliki sebagai Kasi Pemerintahan adalah mengurusi kegaiatn kantor dengan segala tetek bengeknya. Toko Ria, begitulah nama yang terpampang di depan gedung dan di stempel kwitansi pembelian. Yang menarik adalah saya yang biasanya cuek dengan kehidupan orang lain, kemarin mencoba mengawali pembicaraan dengan pertanyaan kepada cewek penjaga toko tersebut.

Jangan tanya pada saya siapa namanya karena saya juga tidak tahu. Pertanyaan saya bukan menjurus pada gombalan anak muda yang memecah keheningan dengan pertanyaan basa-basi. Ada beberapa pertanyaan yang saya ajukan. Sudah berapa lama kerja disini? Tokonya buka sampai jam berapa? dan Apakah minggu buka?

Tiga pertanyaan itu cukup membuat saya instropeksi diri, merenung untuk mensyukuri apa yang saya miliki. Pertama, si cewek itu sudah 5 tahun bekerja di situ. Kedua, buka dari pagi sampai jam 5 sore, istirahat dan buka lagi jam setengah tujuh sampe jam sembilan malam. Ketiga, minggu libur. Toko tutup.

Menariknya adalah simpulan saya hidup itu sawang sinawang memang begitu adanya. Saya bisa saja berseloroh, “Wah dia beruntung ya kerja di sana, tidak capek dan tidak pusing memikirkan SPJ.” Padahal, mungkin dia juga ingin seperti orang lain.

Hidup itu aneh. Kadang kita ingin seperti orang lain tetapi orang lain ingin seperti kita.

Termasuk ketika saya melihat dari sudut pandang orang luar melihat si cewek bekerja di toko alat tulis kantor tersebut, tentu saja saya akan berkomentar, “Kerjanya enak banget. Sante lagi.” Itu kacamata saya sebagai orang luar, padahal dia bekerja sudah 5 tahun dengan rutinitas yang sama. Hanya minggu yang libur. Gaji, maybe kisaran 1-2 jutalah. Terus saya bilang enak?

Itulah hidup. Kita kadang membayangkan tentang apa yang terjadi pada orang lain terlihat lebih menyenangkan sehingga kita lupa untuk mensyukuri atas apa yang kita punya. So, sudahkah kamu mensyukuri apapun yang kami miliki saat ini?

Sumber : Pixabay(dot)com
#30DWC #30DWCJilid16 #Day8

Sekretaris Desa, Penulis and Self Development

Artikel Terkait

Previous
Next Post »