Ternyata Tidak Baik-Baik Saja

09:25:00

Bukan pertama kalinya engkau seperti ini. Menahan penat, gregetan dan menggumpal yang akhirnya meledak. Dan aku sadar sepenuhnya, itu karena sikapku. Acuh, cuek dan dingin.

Saat itu terjadi, aku menjadi salah tingkah. Tak tahu harus bagaimana dan mulai dari mana. Aku tipikal orang dingin yang tak banyak bicara, tipikal orang cuek yang tidak mau bertele-tele dan tipikal orang datar yang tak pandai merenspon sesuatu sesuai inginmu.

Aku ingin beralasan karena di rumah sinyalnya jelek, beralasan karena ini dan itu. Namun setelah mengikuti pelatihan di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, rasanya pantang untuk beralasan karena memang tidak ada yang pantas untuk menjadi alasan.

Ah, ternyata tidak baik-baik saja.

Kamu tahu, saat kejadian ini terulang kadang muncul sikap tidak percaya diri versi Dilan. Kamu pasti paham maksudku.

Sampai pada akhirnya aku menyerahkan sepenuhnya kepadamu. Dan ini juga bukan untuk pertama kalinya kan?

Lalu aku berdalih, aku akan memperbaiki diri. Hingga satu dua hari berjalan dan tanpa aku sadari sampai juga di titik dimana aku kembali pada sifat asliku. Dan penatmu kembali. Kamu simpan sendiri sampai titik kamu tak kuasa menyimpannya sendiri, meledak.

Masihkah engkau mau bertahan denganku?

Yang harus engkau tahu, aku selalu berdoa untukmu. Jika Allah menghendaki, aku ingin menikah dengan biaya sendiri. Ibu bapak cukup menjadi orang yang memberikan doa restu karena jasa mereka sudah tak terhitung. Dan saat ini aku sedang berjuang ke sana.

Sumber : Pixabay(dot)com

Pringamba, 13 Agustus 2018

No comments:

Powered by Blogger.