WHAT'S NEW?
Loading...

Resume Pelatihan Nulisyuk Batch 6 Part 3

Nulisyuk Bacth 6

Bismillah. Assalamu'alaykum temen temen 💛 semoga sehat selalu. Alhamdulillah kita sudah sampai dipertemuan ketiga. Huaaaaa

Katanya belajar paling efektif itu adalah belajar yang happy, menyenangkan. Salah satu untuk bisa happy adalah dengan bersyukur. Agar kita semua mendapatkan energi positif yang berlipat-lipat, sebelum materi kita akan olahraga jempol dengan tema..........
Tuliskan atau ceritakan hal yang membuat kamu bersyukur hari ini! Waktunya 15 menit. Minimal 250 kata.
Bisaa... 200 kata aja bisa.. cuma nambah 50 kata ko 😍
GOOOOOO!

:') :') :') Terimakasih untuk tulisan penuh syukur malam ini. Semoga segera dilipat gandakan apa yang sudah kamu miliki saat ini (aamiin dalam hati aja ya)

Pernah merasa buntu saat menulis? Saya pernah. Kita akan bahas tips bagaimana keluar dari jalan buntu ini. Tapi tunggu sudah tidak ada enter chat selama 1 menit ya baru saya share materinya. Terimakasih untuk yang berhasil melewati challenge pertama di pertemuan ketiga ini

Yang terlambat bisa simpan di note ya tulisan syukurnya. Kita mau mulai materi. 👩🏻🏫
Saya mulai ya. Mohon gak enter chat ya, agar materinya terkumpul jadi satu.

Suatu hari seorang teman (sebut saja Mawar) pernah bertanya:

"Gimana caranya biar dapat ide tulisan yang mudah dan gak buntu saat menulis?".

Sebuah pertanyaan yang hampir semua dari kita pernah bertanya hal sama karena pernah mengalami. Kita dimasa depan akan ditentukan oleh kebiasaan kita hari ini. Sama halnya dengan menulis. Bagi mereka yang telah terbiasa menulis tentu tidak sesulit pada saat pertama kali menulis. Dari mulai memikirkan dan mengumpulkan ide, sampai tulisan tadi sampai pada pembaca. Semuanya bisa terlewati dengan mudah karena telah menjadi kebiasaan. Seolah polanya sudah tersusun. Tapi tidak bagi mereka yang tidak biasa menulis (penulis pemula) yang nulisnya kadang gimana angin berhembus (angin-anginan). It's ok. Tak perlu minder dengan status pemula. _Sebab semua yang profesional pun berawal dari amatiran. _

Bagaimana supaya bisa makan makanan berkelas dan bervariasi? Cara mudahnya sih beli aja. Kalau punya uang. Sama halnya dengan menulis. Gak bisa nulis dan ingin simple, tinggal bayar jasa ghost writer saja. Kalau dirasa belum punya budgetnya, cara yang rasional adalah dengan belanja bahan baku untuk memasak. BANYAKIN BAHAN di kulkas. Begitu isi kulkas sudah penuh dan komplit, mau masak apapun jadi. Menulis pun seperti itu. Butuh bahan baku berupa bacaan-bacaan baru. Selanjutnya kalau bahan sudah komplit tapi tidak bisa masak bagaimana? Belajar. Tidak perlu belajar langsung dengan chef berkelas seperti Chef Juna, Chef Marinka, atau Chef Gorbachef. Kecuali sekali lagi jika kita punya budget untuk belajar langsung dengannya. Alternatifnya bisa belajar dengan MENCONTEK caranya memasak. Bisa googling atau streaming youtube. Gagal dipercobaan pertama wajar. Gagal di percobaan kedua, ketiga, keseratus, barulah ada yang tidak wajar. Trial and error tadi memang menyita waktu, tenaga, bahkan menguras dompet. Berbeda jika belaja langsung dengan mentornya. Biaya trial and error tadi akan terpangkas.

Bagaimana agar menghasilkan masakkan yang enak dan berkelas? Sederhana saja. Perbaiki isi kulkas dengan bahan yang cukup dan terbaik, kemudian belajarlah memasak. Begitu juga dengan menulis.

Dengan hal tadi, jika konsisten dilakukan lama kelamaan akan menemukan polanya. Jangan pernah takut salah. Semakin sering mencoba dan mengkombinasikan ide yang dimiliki, maka kita akan menemukan cara kita sendiri. Sekalipun diawal kita mencontek orang.

Saya sering baca tapi kok tulisan masih kurang sreg ya. Pertanyaannya sama seperti, Bahan di kulkas sudah banyak, tapi kok masakkan saya tetap kurang enak? Jawabannya mungkin cara masaknya yang belum pas.

Selain tentang isi kulkas dan cara masak, ada beberapa hal yang bisa kita terapkan untuk meminimalisir kebuntuan saat menulis.

1.JAUHI MAKSIAT

Ini penting. Maksiat seringkali menutupi bahkan menghapus kreativitas. Intinya jangan lakukan yang tidak disukaiNYA. Lakukan yang hanya DIA sukai dan diridhoi-NYA. Bisa jadi ide gak muncul-muncul karena dosa-dosa kita yang lalu.

Mengeluh pun termasuk. Mengeluh, sering dilakukan tanpa disadari namun begitu berperan dalam kehidupan kita. Mengeluh bisa mematikan kreativitas. Hati-hati.

2.PERBANYAK BAHAN

Sama halnya memasak. Perbanyak bahan tulisan dengan membaca. Baca! Baca! Begitu dapat inspirasi, catat biar gak lupa sebagai bahan tulisan nanti. FYI, biasa saya mencatat ide-ide buat tulisan di evernote, ada banyak aplikasi note, silakan di download jika belum punya. Catatan yang sepertinya tidak berarti tetap bisa jadi bahan baku tulisan lho.

3.CONTEK SANG MENTOR

Perbanyak mencontek. Karena mencontek adalah cara termudah dalam belajar. Bedakan plagiat dengan mencontek. Mencontek tidak semuanya full copy paste tanpa menyertakan sumber. Tapi dengan menulis ulang, mengkombinasikannya, dan menambah sentuhan kreativitas yang dimiliki dengan bahasa dan gaya tulisan kita..

Itulah 3 modal yang biar gak mentok alias buntu saat menulis. Semoga bermanfaat. Selamat berbelanja, mengumpulkan bahan baku, dan belajar memasak. Eh

Sedikit tambahan tentang ide.
Sahabat2 disini pasti dalam menulis baik buku atau artikel, dimulai dari ide.
BTW darimana sih datangnya ide?
Bagi saya, ide datang dari  factor external. Jarang dari dalam. Misal, datang sehabis nonton, dengar curhatan orang, baca tulisan atau buku, interaksi dengan orang, dan hal lainnya.
Manusia melakukan sesuatu pasti ada motivasi, dan mereka punya motivasi karena ada kebutuhan.
Tidak bisa dipungkiri jika dari ide bisa terlahir sebuah karya. Semakin banyak ide yang dimiliki, akan sangat membantu penulis untuk mengembangkan karyanya.
Tapi, ideas are cheap. Ide itu tidaklah mahal. Alias murah. Sebab yang mahal adalah eksekusinya.
Selamat eksekusi.

Yang sudah punya pertanyaan, bisa disimpan dulu. Terakhir kita buka sesi tanya jawab. Sebelum sesi tanya jawab, kita olahraga jempol lagi biar jempolnya berotot, hehe

Temen-temen punya buku kesukaan? Atau buku yang baru saja dibaca? (Jawab dalam hati saja). Kalau begitu, ambil bukunya.

Sudah diambil bukunya? 😊 (Jawab dalam hati saja)

Baik, kita mulai ya

Tuliskan, ide apa yang kamu dapatkan setelah membaca buku tersebut? Ide yang kamu dapatkan yaaa bukan review buku lho yaaa..

Waktunya 15 menit. Minimal 250 kata.
Di akhir tulisan, tulis judul buku yaang baru kamu baca tersebut.
Saya tunggu ide dan insightnya.
Boleh ide, inspirasi, insight, apapun dan ceritakan dalam 250 kata.
Done ya. Saya lanjutkan. Terimakasih untuk tulisannya, yang olahraga jempol malam ini membuktikan betapa seriusnya kamu ingin menulis, menulis dan menulis. :')

Sekarang, bayangin! Yang sedang menulis tadi adalah pembaca karya kamu, dia mendapatkan manfaat, inspirasi dan kebaikkan dari tulisan kamu. Priceless! Kebahagiaan HQQ bagi seorang penulis. (Maafkan HQQ itu ya, hehe)

Itu artinya, jangan pernah menulis jika tidak ada setitik pun kebaikkan di dalamnya, karena itu sia-sia.

Dan ide yang paling segar adalah dari membaca buku. 😊

Idenya terarah, jelas dan beralasan. Yah, apa yang kamu tulis terarah, jelas dan beralasan. THANK YOU! Kamu keren!

Done. Istirahat 5 menit untuk siapkan pertanyaan. Enter pertanyaannya nanti saat ada aba aba dari saya ya. Silakan, 5 menit untuk baca ulang materi, melamun mungkin, hehe atau mungkin ada yang mau minum dulu. (Tapi no chatting ya)

Terimakasih kerjasamanya keren banget malam ini.

Silakan enter pertanyaan kamu. Saya akan jawab sampai pukul 22.00 (versi jam saya, hehe). Tapi saya tidak menjawab pertanyaan yang chatting disaat sesi tanya jawab ini. Itu artinya, yang boleh enter chat hanya pertanyaan saja.

Q : Bagaimana caranya memunculkan ide ide disaat Kita kehilangan ide?
A: Semua orang punya banyak cara ya untuk menjemput ide. Misalnya yang suka musik, dia akan mendengar musik atau bernyanyi, setelah itu ide datang seperti hujan. Kenali dirimu karena ide tidak jauh-jauh dari dirimu.

Q : Kak jee🙋... membaca buku adalah mencari bahan baku,  lalu kalau dimasakan kan ada mecin tuh kak yang bisa bikin makanan jadi sedap. Nah, Kalau menulis ada mecin juga ngga kak? supaya tulisan kita sedap dibaca.
A : Ada dong. Mecin dalam menulis itu bisa keluar dari karakter kita. Misalnya gunakan sedikit humor dalam tulisan kita, atau kutipan yang bikin nyeesss. Tulisan kita akan membuat pembaca nyaman untuk menyelesaikan bacaannya

Q : Bagaimana caranya memunculkan ide ide disaat Kita kehilangan ide
A : Semua orang punya banyak cara ya untuk menjemput ide. Misalnya yang suka musik, dia akan mendengar musik atau bernyanyi, setelah itu ide datang seperti hujan. Kenali dirimu karena ide tidak jauh-jauh dari dirimu.

Q : Kak saya mau bertanya. Bagaimana cara membuat premis yang baik dan benar?
A : Kita harus tahu betul cerita apa yang akan kita tuliskan, baik karakter tokoh, konflik, dll

Q : Bagaimana mengatasi pikiran negatif saat menulis. Pernah suatu saat aq punya ide tulisan tp tiba2 mikir, apakah tulisan saya ini bisa diterima ato malah banyak org yang akan komentar negatif. Nah itu gmn kak?
A : Kalau pikiran negatifnya tentang tulisan saya nanti akan mendapatkan komentar negatif. Pertanyaannya kamu akan menulis tentang apa? Kalau hanya ada kebaikkan di dalam tulisan itu, tulis saja, tulis saja untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain.

Q : Penulis itu cenderung introvert. Bagaimana pendapat kakak ttg pernyataan itu?
A : Biasanya demikian. Tapi itu awalnya saja. Begini... seseorang merasa dirinya tertutup dengan banyak hal, lalu dia menulis. Setelah seringnya menulis dia malah menjadi sosok yang sangat terbuka. Itu relatif, kembali ke kepribadian masing-masing.

Q : K' jee. Jika nulis di ibaratkan makanan . Sy punya masalah kyk begini. Saya mau makan nasi goreng, belum juga nasinya selesai di goreng, saya sudah tidak minat makan nasi goreng, tapi sekarang malah pengen banget makan ayam goreng, jadilah saya masak ayam goreng,  belum jg masak, sy sdah tidak minat sama ayam dan mau menu lain. Bagaimana jika hal seperti itu terjadi dalam menulis ?
A : Gak ada yang selesai, semuanya jadi mubazir. Nasi goreng gak bisa dimakan karena tidak dimasak dengan tuntas, begitu juga dengan ayam bakar. Kalau seperti ini, tulisan kita akan menggantung saja tanpa arah dan tujuan. Tulisan kita tidak akan menjadi something. Sederhananya, tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai. 😊

Q : Bagaimana kita meyakinkan calon pembaca agar tertarik pada bacaan yg kita sajikan?
A : Paksa! Paksa! Hehe becanda-becanda. Gak usa capek capek meyakinkan pembaca, memberi tahu pembaca, "tulisan gue menarik nih, baca deh baca deh" gak perlu. Cukup tulis saja terus, unggah tulisanmu, nanti kumpulan pembaca setiamu akan terbentuk sendiri. Karena teman kitapun belum tentu menyukai tulisan kita. Jadi tulis saja, gak lupa kan? Selalu ada penikmat disetiap karya.

Q : Kak, mau tanya. Kalau misalnya kita terbiasa menulis fiksi, lalu ada suatu saat ingin menulis non-fiksi tapi deadlinenya cukup singkat. Nah, gimana supaya belajarnya itu bisa 'lari' jadi tulisannya bagus? Karena jujur, saya sedang mau menulis artikel tapi beneran bingung penulisannnya gimana. Karena gaya bahasa saya udah terlalu fiksi banget dan saya rasa ga cocok diterapkan di non-fiksi?
A : Gak ada yang instan kalau menurut saya. Kalau dipaksakan lari, takut jatuh dan terluka hingga tak bisa bangkit lagi, lebih gawat lagi gak tahu jalan pulang (maap-maap, hehe). Kalaupun mau lari, tetap ada persiapan, latihan paling tidak satu bulan sebelumnya. Karena kalau tiba-tiba lari tapi sebelumnya gak pernah lari, coba deh biasanya bagian pinggang sampe kaki besoknya cedera. Mengejar deadline perlu, tapi lebih menyenangkan jika menulis apa yang kita sukai, kalau belum bisa, belajar dulu pelan-pelan. Menulis butuh latihan terus menerus.

Q : Kak @Jee Luvina apakah menurut kak Jee seorang penulis harus punya 1 genre saja? Untuk membentuk branding, keunikan tersendiri? Tp Bagaimana jika ketika mengembangkan bakat nulis kita ternyata kita menemukan genre baru? Lalu apakah berpengaruh dengan identitas? Menurut kak Jee?
A : Tulislah apa yang kamu sukai. Pertanyaan itu bisa menunda kreativitas kamu. Tidak perlu pikirkan. Tulis saja terus menerus. Branding akan terbentuk dengam sendirinya dan itu bisa terbentuk bertahun-tahun, gak bisa misalnya hari ini nulis fiksi terus besok kita langsung punya branding penulis fiksi, kan?

0 komentar:

Post a Comment