24 Tahun

12:11:00 Mad Solihin 4 Comments


Minggu, 28 Januari 2018 tepat di hari ulang tahun saya yang ke 24, rasanya tidak ada yang istimewa, semua berjalan apa adanya. Jangankan berharap ada kue dan lilin, ucapan dari ibu bapak juga tak pernah saya dengar. Namun saya percaya dibalik semua itu, cinta dan kasih sayang mereka melibihi siapapun.

Maklum, orang tua saya termasuk orang tua zaman old yang di keluarga tidak pernah ada tradisi seperti itu. Hanya saja ada tradisi yang selama ini ibu lakukan, namanya bancakan. Dilakukan di hari lahir/weton menurut kalender jawa. Saat bancakan, biasanya ibu akan menyediakan nasi satu piring, telur godok dan sayuran. Setelah itu bapak yang bagian ndongani (mendoakan).

Dulu sewaktu masih SD, lebih kentara lagi. Saat bancakan biasanya ibu akan menyiapkan telur yang didadar dengan sangan (wajan yang terbuat dari tanah liat), membuat sambal yang bercampur parudan kelapa, nasi putih dan sayuran. Itu dilakukan untuk mendoakan anak-anaknya, termasuk saya.

Perihal doa terbaik, saya yakin ibu bapak selalu menyelipkan dalam setiap sholat dan tidak perlu menunggu selama satu tahun, bukankah itu istimewa?

Pada umur yang ke-24 ini, saya ingin menjadi orang yang mandiri secara finansial. Syukur bisa membantu orang tua, kalaupun belum minimal sudah mampu mencukupi diri sendiri. Itu harapan terbesar saya di usia 24 tahun ini selain harapan-harapan yang lain yang pernah saya gantungkan di langit.

Terakhir, terima kasih saya haturkan kepada Dzat yang telah dan selalu memberikan kenikmatan, Allah Swt. Semoga bertambahnya umur mampu membuat saya selalu bersyukur pada-Mu ya rab.

Ibu bapak, terima kasih atas segala doa, cinta dan kasih sayangnya selama ini. Meski saya tak bisa membalas dengan sepadan, semoga di usia saya yang semakin bertambah, kehadiran saya mampu membawa berkah.

Kepada ibu bapak guru yang telah mengajari saya, teriring doa semoga apa yang kalian ajarkan mampu menjadi jariyah ilmu manfaat yang pahalanya akan selalu mengalir kepada bapak ibu sekalian.

Kepada semua keluarga, sanak family dan teman-teman yang selama ini mewarnai proses saya dalam menjalani kehidupan, terima kasih atas semuanya. Semoga kebaikan-kebaikan yang kalian lakukan, Allah membalasnya dengan kebaikan yang berliapat.

Teruntuk kamu, terima kasih telah menemani saya selama ini, mau mendengar keluh kesah dan menjadi penyemangat setiap hal yang saya lakukan. Terima kasih ya, semoga Allah selalu memudahkan segala urusanmu.

Terima Kasih Doanya :)


Pringamba, 29 Januari 2018

You Might Also Like

4 comments:

  1. Cieee yg punya pacar, kapan dihalalkan? *eh
    Btw, selamat ulang tahun kak mad solihin.. Semoga apa yg diinginkan terwujud ya, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ... Nunggu waktu yang tepat .. Hha

      Aamiin .. Terima kasih ya, smg apa yang Mba Ella harapkan di tahun ini juga terwujud :)

      Delete
  2. Barakallah, semoga doa serta cita-citanya terwujud satu persatu ya, Mas..
    Btw, baru main nih kesini, salam kenal ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ... Terima kasih mas, selamat datang .. Jgn lupa mampir lagi ya ๐Ÿ˜€

      Delete