Peringatan Maulid Nabi dan Haul Ulama

00:51:00
Dokpri
Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad Saw atau sering disebut muludan merupakan salah satu tradisi yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia. Cara atau tradisi dalam merayakannya pun berbeda dalam setiap daerah, ada yang dengan grebeg maulid atau dengan pengajian biasa.

Selain muludan, ada pula tradisi haul yang digunakan sebagai sarana untuk memperingati wafatnya para ‘alim ‘ulama atau kyai.

Kenapa nabi diperingati hari lahirnya sedangkan ulama/kyai diperingati hari wafatnya?
Alasan kenapa seseorang itu diperingati adalah karena jasa dan kemuliaannya. Mengenai nabi, tak diragukan lagi. Sewaktu beliau lahir keajaiban dan keberkahannya sudah dirasakan, bahkan kemuliaannya pun sudah terjamin. Sedangkan ulama atau kyai, ketika lahir tak ada yang menjamin bagaimana kisah hidupnya kelak. Baik atau buruk, tak ada jaminan. Akan menjadi pelengkap jalan haq atau batil, tidak ada yang tahu. Maka wafatnya menjadi penutup dan penentu apa yang ditorehkan selama hidup.

Beberapa keberkahan ketika nabi lahir adalah matinya semua api yang menjadi sembahan di beberapa kerajaan Persi, memancarnya cahaya sehingga menerangi gedung-gedung di negeri Syam yang dibawah kekuasaan kerajaan Qaishar, laut kecil di daerah Sawah yang terletak di antara dua kota Hamadzan dan Qum menjadi kering dan sumber-sumber air di daerah Sawah juga kering karena tertahannya gelombang aliran air laut kecil. Artinya, lahirnya nabi sudah membawa rahmat sehingga patut untuk diperingati.

Adapun haul salah satu tujuannya adalah untuk mengingat atau meneladani kebesaran ulama/kyai semasa hidupnya.
Pringamba, 1 Desember 2017

No comments:

Powered by Blogger.