Mimpi Itu Bayar, Tidak Gratis

13:19:00

Ada ketenangan saat persyaratan tahap II program RKMentee2018 terselesaikan. Setidaknya saat besok bangun pagi saya sudah tidak lagi memikirkan tentang bagaimana vidionya. Ada kelegaan dan mungkin bisa membuat tidur malam ini nyenyak. Kira-kira begitu yang saya rasakan sekarang. Kepanikan yang sempat muncul kini telah lenyap.



Bagiamana tidak panik, saat mendapat pengmuman lolos pendaftaran RKMentee2018 tahap I, saya harus membuat dua vidio untuk persyaratan tahap II. Ini benar-benar menantang saya untuk keluar dari zona nyaman dan menembus dunia yang tak pernah saya jajaki. Ada memang teman yang biasa membuat vidio, sayangnya mereka di Jogja. Gak mungkin kan saya ke Jogja hanya untuk membuat vidio, selain tidak mungkin karena alasan pekerjaan, juga karena bisa saja ia sedang sibuk dengan kegiatannya.

Belum lagi ketika di vidio tersebut saya harus menceritakan tema pendidikan (tema yang saya pilih dari beberapa tema) dan How do you see yourself in 10 years? Jika membuat tulisan mungkin saya akan bisa lebih santai, tetapi ini vidio. Saya harus berhadapan dengan camera pula. Hal yang selama ini saya hindari selain berfoto.

Namun dari situ saya menjadi terpacu untuk bisa menjadi vidio maker. Mendokumentasikan kehidupan di sekitar, salah satunya kegiatan yang ada di desa.

Persyaratan yang wajib saya penuhi jika ingin lolos seleksi tersebut membuat saya belajar untuk membuat vidio. Awalnya bingung, apakah dengan animasi atau rekaman langsung. Browsing, mencari referensi di istagram dan youtobe. Bongkar pasang aplikasi, download vidio maker di playstore. Tidak cocok, hapus. Download lagi yang lain, tidak cocok, hapus lagi. Maklum, memori internel terbatas. Jadi ketika ingin memasang aplikasi baru, aplikasi lama yang sudah terpasang harus saya hapus.

Tak hanya itu, saya juga belajar menulis scrip dan menghafalkannya. Saat perekaman, beberapa kali mengalami kesalahan. Rekam, ada yang kelupaan, berhenti kemudian hapus. Rekam lagi, salah, ulang lagi. Hingga pada akhirnya menetapkan vidio yang saya upload ke istagram sebagai vidio terakhir yang saya anggap baik.

Apakah langsung berhasil? Ternyata tidak. Ukuran vidio terlalu besar sehingga tidak bisa diupload  ke istagram ataupun dikirm lewat email.

Browsing lagi, bagaimana cara mengecilkan ukuran vidio? Hingga ketemu aplikasi VidCompact untuk mengkompres agar ukuran vidionya menjadi kecil. Sayangnya, kualitasnya menjadi berubah agak buruk. Karena tinggal satu hari, maka saya mengusahakan selesai hari ini. Takut besok terbentur dengan kegiatan yang lain.

Benar kata Mas Budi Waluyo, mimpi itu bayar. Bukan dengan uang, melainkan dengan ketekunan, kerja keras dan pantang menyerah.

Akhirnya, apapun hasilnya saya sudah melakukan dan mengusahakannya dengan maksimal. Tinggal berdoa, semoga Allah mengabulkan dan meloloskan pada tahap selanjutnya. Aamiin


Pringamba, 17 November 2017

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Ella fitria
AUTHOR
20 November 2017 at 14:24 delete

Aamin mas, saya doakan semoga lolos ya.. Semangat terus, aku udah pernah lihat dua videonya di ig loh.. Good job

Reply
avatar
Mad Solihin
AUTHOR
22 November 2017 at 09:26 delete

Aamiin ya rab ...
semoga benar-benar bisa lolos dan belajar untuk bisa merealisasikan apa yang direncanankan :)

Reply
avatar