Pesan untuk Diri Sendiri

23:06:00 3 Comments

Hey kamu, selamat ya atas jabatan barumu sebagai Kasi Pemerintahan di Desa Pringamba. Maaf jika baru sempat mengucapkannya. Mungkin selama ini saya terlalu sibuk membandingkan dirimu dengan orang lain yang pada akhirnya membuatmu merasa terpojok. Kamu merasa selalu ada yang kurang sehigga sering kali tak percaya diri. Dan saya sadar, itu konyol dan benar-benar konyol. Padahal kamu punya jalan takdir sendiri, kamu istimewa, kamu unik dan kamu hebat. Selain kekurangan, saya yakin kamu juga punya kelebihan. Atas sikap konyol saya itu, tolong maafkan saya ya?

Sekarang saya yakin bahwa jalan setiap orang itu berbeda, jika hari ini kamu merasa belum bisa berkarya seperti orang lain, percayalah bahwa kamu punya waktunya sendiri. Tugasmu, menemukan waktu itu.

O ya, dalam tulisan ini saya ingin mengingatkan bahwa menjadi perangkat itu mengabdi, maka tatalah niat dengan sebenar-benarnya niat untuk kebaikan, melayani masyarakat dan melakukan sesutau demi kemajuan desa. Karena sebagaimana kamu dengar dari orang-orang yang pernah kamu temui, akan banyak ucapan yang mungkin tak mengenakan, akan ada kondisi dimana kamu mungkin tak menyukainya, maka menata dan meluruskan niat adalah hal pertama yang harus kamu bangun sebagai pondasi sehingga gejolak apapun yang nantinya terjadi, kamu tak akan merisaukannya.

Bukankah mendaftar menjadi perangkat desa adalah atas kemuanmu sendiri? Bukan karena paksaan ataupun keinginan orang lain kan? Maka kamu harus ingat bahwa setiap keputusan selalu ada konsekuensinya, dan konsekuensi itulah yang menjadi tanggung jawabmu. Sebagai pengingat, saya tuliskan kembali sumpah yang pernah kamu ucapkan dihadapan Camat, Danramil, Kapolres, Kepala Desa dan masyarakat serta Allah Swt. pada tanggal 5 Oktober 2017.

Demi Allah saya bersumpah : Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pringamba, dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya, akan selalu taat dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa saya, akan menegakkan kehidupan demokrasi dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, serta segala peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Desa, Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kenapa saya tuliskan kembali? Karena saya ingin kamu selalu ingat sumpah yang kamu ucapkan, sehigga nantinya akan melakukan pekerjaan secara profesional dan semata-mata karena niat ibadah kepada Allah. Bukankah kamu sendiri yang selalu bilang bahwa kamu ingin menjadi orang yang kehadirannya membawa manfaat untuk orang lain? So, manfaatkanlah pekerjaanmu sebagai sarana dan ladang untuk beribadah dan membawa manfaat untuk orang lain.

Pesan saya, apapun yang terjadi niatkan untuk selalu belajar dan membawa kemajuan Desa Pringamba terkhusus melayani masyarakat yang membutuhkan bantuanmu. Sekali lagi selamat ya. Teruslah berkarya dan jadilah diri sendiri.

Penyerahan SK Kepala Desa (Dok. Desa)
Pringamba, 27 Oktober 2017

Selalu Ada Celah Untuk Mengupgrade Diri

13:03:00 2 Comments

Belum lama ini saya baru menyadari bahwa banyak hal yang sebenarnya mampu dimanfaatkan untuk mengembangkan diri supaya menjadi lebih baik. Bahwa setiap tempat ataupun kondisi yang kita alami hari ini, asalkan insting jeli melihat peluang maka selalu kesempatan.

Posisi menjadi ketua dalam suatu organisasi misal, mampu kita manfaatkan untuk berlatih bicara di depan public agar pembicaraan atau pidato yang kita sampaikan padat, jelas dan mudah dipahami. Kalaupun belum maksimal, kita bisa mengupgrade diri dengan cara membaca buku tentang public speaking ataupun menonton vidio orang-orang terkenal yang gaya bicaranya mampu kita pelajari dan bisa kita praktekan. Sayangnya, kesadaraan ini muncul ketika posisi saya sudah selesai dalam kepengurusan.

Contoh lain adalah ketika saya menjadi guru di SD dan SMK. Selain saya menyampaikan materi pelajaran, saya juga gunakan untuk meningkatkan kemapuan saya dalam hal public speaking. Saya juga belajar tentang management pengelolaan sekolah lewat meeting setiap senin pagi. Tak hanya itu, dengan adanya koneksi internet (wifi) saya gunakan kesempatan ini untuk untuk menonton dan mendownload vidio-vidio motivasi. Ada Arry Rahmawan, Jamil Azzaini, Putra Chandra Negara dan Merry Riana.

Satu alasan kenapa saya menyukai vidio-vidio mereka adalah positif thinking. Dari vidio-vidio yang saya tonton, saya menyimpulkan bahwa mereka adalah orang yang percaya dengan MIMPI. Mereka adalah orang yang memiliki target jelas. Mereka adalah orang yang selalu mengupgrade dirinya dan terus belajar.

Termasuk saat ini saya bekerja di Balai Desa, jaringan wifi yang tersedia rasanya begitu sayang jika hanya digunakan untuk bermain sosmed, fb misal. Pekerjaan perulangan pulang pergi dari rumah ke kantor rasanya sayang pula jika tidak mencari celah agar kualitas diri bertambah. Karena saya yakin bahwa kehidupan selalu berkembang dan mengalami perubahan, jika saat ini tidak pernah mengupgrade diri maka tunggulah saat dimana kita gagap menghadapi perubahan zaman.

Seperti pegawai atau guru zaman dulu yang lahir ketika teknologi masih terbatas, maka ketika saat ini segala sesuatu menggunakan komputer dan internet, mereka gagap. Parah kan?

Solusinya, selalu belajar dan terus belajar karena saya meyakini bahwa ke depan pekerjaan-pekerjaan yang bersifal manual akan banyak tergantikan dengan adanya teknologi. Maka pandai-pandailah mengintip dan mencari kesempatan untuk mengupgrade diri.

Foto Bersama Perangkat Desa Pringamba Setelah Pelantikan
Kamis, 12 Oktober 2017

Profesi Baru

09:24:00 Add Comment

Saat Pengambilan Sumpah (Dok. Desa)

Kamis, 5 Oktober 2017 setelah mengucap sumpah dan dibaiat dengan kata-kata pelantikan oleh Bapak Karno selaku Kepala Desa Pringamba, saya pun telah resmi dan mulai bekerja sebagai Perangkat Desa posisi Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pemerintahan).

Ada rasa bangga setidaknya diumur yang belum genap 24 tahun saya sudah bisa ikut mengabdi di desa, ikut memberikan andil untuk kemajuan desa. Dan setelah saya amati, profesi yang saya lepas sebagai guru dan profesi perangkat desa sama-sama mengabdi. Hanya saja tantangan perangkat desa lebih berat, katanya harus bertelinga tebal. Pasalnya masyarakat lebih mudah cacatnya daripada kebaikannya.

Bisakah ini dirubah?

Rasanya ini menjadi PR pertama yang harus saya cari solusinya. Bagaimana? Maybe, memanfaatkan sosmed dan internet.

Terkait menjadi perangkat desa, saya termasuk orang yang beruntung. Kenapa? Karena biaya penyaringan dan penjaringan dari mulai pendaftaran sampai pelantikan sudah dianggarkan dari dana desa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena tak ada anggaran dari desa maka biaya pun dibebankan kepada perangkat desa yang jadi. Bahkan ada yang dalam waktu 2 jam harus mengeluarkan uang 12 juta. Paginya test, setelah diumumkan lulus, setalah dhuhur pelantikan. Maka disela-sela selesai test sampai waktu pelantikan harus mencari uang sebanyak 12 juta. Gila bukan? Saya pun hanya geleng-gelang kepala ketika mendengarnya.

“Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang engakau dustakan?”

Sebagai pengingat diri, karena menjadi perangkat sama halnya mengabdi, maka prinsip yang harus saya pegang adalah “Maju Terus, Lakukan yang Terbaik.” Andaikan dalam perjalanan ada suara yang tak enak didengar, berbaik sangkalah mungkin ia belum paham.


Pringamba, 10 Oktober 2017