Belajar Jurus Menulis

22:21:00 Mad Solihin 2 Comments


Sumber : Group WA Jambore Mojok

What must I write? Agak bingung sebenarnya harus darimana saya memulai tulisan ini, apalagi judulnya seperti mau perang. Tambah bingung ketika yang ingin saya tulis juga ternyata hanya seklumit ingatan atas cerita ngalor ngidul para pembicara yang bahasa dan referensinya tingkat dewa.

Dalam sesion yang dimoderatori oleh Kak Prima Sulistia atau Cik Prim ini terdapat tiga pembica. Mereka adalah Zen RS, Sabda Armandio dan Nuran Wibisono. Dan tahukah kamu bahwa nama mereka adalah kosakata baru dalam perjalanan hidup saya. Meskipun banyak peserta Jambore Mojok yang paham dengan mereka tapi tetap saja saya gak terlalu ngeh dan dalam hati bertanya, “Siapa si mereka?”

Namun saya bersyukur bisa mengenal nama mereka, setidaknya nama-nama baru itu membuat saya lebih banyak pilihan untuk bisa membuat lingkaran positif. Misal, dengan memfollow dan meng-kepo-in tentang mereka.

Oke, kita bahas satu per satu.

Zen RS
Dari curi-curi dengar, Zen RS inilah yang paling santer dan fansnya paling banyak. Founder dari panditfootbal.com ini adalah Esais di tirto.id Dalam cerita yang ia paparkan, ia sudah mulai menulis sejak kelas 2 SD. Orang tuanya yang berprofesi sebagai guru membuatnya tumbuh dalam lingkungan yang gemar membaca dan menulis. Hingga pada waktu SMP ia menjuari lomba puisi, dan yang membuat lebih bersemangat menulis karena yang memberikan hadiah adalah Umar Kayam.

Mengenai Jurus Menulis, ia memberikan beberapa tips :
a.      Membuat tulisan tidak boleh menggunakan kata “yang” lebih dari 5
b.      Fokep atau kosakata harus kaya
c.       Satu kalimat tidak boleh lebih dari 2 koma (,)
d.      Konsisten (Contoh : Setiap hari menulis)
e.      Memaksa ketrampilan dan harus terus berlatih
f.        Berkumpul dengan orang-orang yang suka menulis
g.      Menulis ulang cerita

Selain itu, ia juga menyampaikan gagasannya untuk jangan mengidolakan dirinya sebagai balasan atas pernyataan peserta yang mengidolakannya. “Idolakanlah orang yang tidak terjangkau,” katanya. Karena ketika mengidolakan orang yang tidak terjangkau itu akan menimbulkan respect atau rasa segan. Tak hanya itu, ia juga berpesan untuk belajar pada ahlinya atau belajar pada orang pertama. Sederhananya, buat apa belajar pada saya jika saya juga belajar pada si A, misal. Atau, “Buat apa belajar pada penulis Indonesia jika mereka juga belajar pada penulis barat?”

Untuk belatih meningkatkan mutu, ia menyarankan untuk mencoba berlatih menulis resensi buku. Karena spacenya terbatas, hal itu menantang agar bisa jeli dalam membuat kalimat dan langsung pada poin inti tulisan.

Sabda Armandio
Jika Zen RS dikenal sebagai esais, maka Sabda lebih dikenal sebagai fiksionis. Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya adalah salah satu karya fiksinya. Sabda tumbuh dalam lingkungan dongeng yang tidak lepas dari pengaruh kakeknya sebagai Dalang.

Selain fiksionis, ia juga sebagai penerjemah karya-karya barat. Referensi bacaannya juga lebih banyak karya-karya mancanegara.

Terkait teknik menulis yang ditanyakan Cik Prim, ia memberikan jawaban bahwa tema tulisan itu perlu di awal untuk menjaga agar sesuai koridor dan tidak keluar jalur. Kemudian pemilihan diksi sebagai kekuatan kalimat dan pentingnya menentukan gagasan utama yang dimasukan ke dalam tokoh. Tujuannya tidak lain adalah menjaga karakter penulis masuk pada sang tokoh.

Mengenai tips dalam belajar menulis, Sabda juga menggunakan teknik menulis ulang. Bahkan beberapa kata dalam bahasa inggris diketik ulang ketika belum menemukan terjemahan yang sesuai.

Nuran Wibisono
Pembicara ketiga ini lebih dikenal sebagai penulis liputan atau jurnalis. Sama dengan kedua pembicara sebelumnya, pengaruh keluargalah yang membentuknya suka dengan dunia membaca. Berawal dari Kakek menurun ke Bapak hingga tradisi suka membaca menurun kedalam dirinya. Menurut ceritanya, ia memulai menulis sejak SMA.

Tentang tips menulis, tak banyak yang saya catat darinya karena memang lebih banyak cerintanya. Hanya pendapatnya tentang pentingnya tema terlebih dahulu digunakan saat membuat tulisan yang serius, contoh ketika nulis di tirto.id

Namun terkadang ia juga menulis spontan tanpa edit yang posting di blog.

Dan pada akhirnya tips hanya sekedar tips jika tak di praktekan. So, mari praktekan J

Pringamba, 4 September 2017

You Might Also Like

2 comments: