Ikut Online Course Gratis

22:54:00 4 Comments

Pukul 2:00 dini hari saya masih terjaga. Baru saja berselancar di dunia maya hingga akhirnya memutuskan berhenti untuk menuliskan ide yang minta segera dimuntahkan. Ide yang menurut saya bagus untuk dituliskan sambil membayangkan bahwa ini akan sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mengembangkan dirinya agar selalu bertumbuh menjadi lebih baik.

Ide itu adalah tentang pengalaman yang baru saja saya alami, mendaftar pada dua online course yang keduanya memaksa saya untuk selalu berkembang dan bertumbuh.

Hasil Screnshoot dari Website ProductiveMe!

Pertama, ProductiveMe! Academy Online. Online course yang di buat oleh Mas Arry Rahmawan ini berisi tentang pentingnya memanfaatkan waktu. Menegaskan bahwa waktu itu sangat penting namun banyak orang yang tidak tahu cara memanfaatkannya sehingga ketika membandingkan terkait umur, tak ada pencapain prestasi yang membanggakan. Jujur di umur yang sudah berkepala dua ini saya merasa iri pada mereka yang umurnya dibawah atau sepadan dengan saya, namun prestasi dan kebermanfaatannya luar biasa.

Dan dari beberapa vidio online course yang saya donwload dan tonton, ternyata perbedaannya adalah dalam hal penggunaan waktu. Mereka yang cenderung sukses di usia muda memiliki target atau goal yang jelas sehingga setiap waktu yang digunakan pasti fokus pada hal-hal yang mendukung tercapainya target yang telah dibuat.

Jika tertarik coba saja buka ProductiveMe! Academy Online atau bisa juga mengunjungi blog foundernya di arryrahmawan.net

Sumber : Berada FB Mas Budi Waluyo, Ph.D

Kedua, SchoolingMe.com Yang kedua ini adalah kelas khursus Toefl atau Sekolah Toefl yang didirikan oleh Mas Budi Waluyo, Ph.D. Nama beliau sudah lama saya kenal kira-kira 1 tahun yang lalu melalui ebook tentang beasiswa ke luar negeri yang saya downoad di blog milik Mas Sukrisno. Dari  ebook itu saya menemukan alamat blog Mas Budi dan mendapat ebook satu lagi yang dibagikan secara free, juga tentang beasiswa.

Lama tak membuka blog miliknya, kini tampilan dan isinya sudah berubah semakin bervariasi. Salah satu fitur yang tersedia adalah tentang SchoolingMe. Awalnya agak minder takut berbayar, meski sebenarnya inilah kesempatan untuk bisa mengejar impian agar dapat nilai toefl bagus tanpa harus pergi ke Pare Kediri. Bukan karena suka mencari yang gratisan tetapi lebih kepada kondisi yang saat ini belum memungkinkan, karena saya pun sadar “Jerbasuki mawa bea.” Namun setelah membaca panduan cara mendaftar SchoolingMe ini, ternyata gratis. Maka saya pun memutuskan untuk ikut. Ini adalah cara mensiasati diri agar mampu bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik sekaligus semoga sebagai jalan menuju tercapainya mimpi, kuliah S2 dengan beasiswa.

Dari pengalaman malam ini saya menjadi sadar bahwa banyak jalan untuk berkembang. Kalau mengutip kata dari Pak Jamil Azzaini bahwa perbedaan antara orang yang bermental kaya dan miskin adalah “Orang yang bermental kaya akan menginvestasikan harta dan waktunya sementara orang yang bermental miskin akan menghabiskan harta dan waktunya.”

Termasuk belum tidurnya saya sampai menjelang pagi ini adalah salah satu cara saya menginvestasikan waktu untuk meraih target hidup yang telah saya tuliskan, Kuliah S2 Luar Negeri dengan Beasiswa. Semoga.

Maka bagi yang ingin belajar toefl, SchoolingMe ini bisa menjadi salah satu media belajarnya. Tenang, mentornya sudah membuktikan hasilnya kok J


Pringamba, 20 Agustus 2017

Meng-Upgrade Diri

01:30:00 Add Comment

Dreambook (Madsolihin.com)

Belum lama ini saya tersadar, kira-kira awal Agustus kemarin ketika saya menggunakan smartphone untuk mendownload vidio youtobe dan menyimpannya di mode offline. Karena memanfaatkan wifi sekolah tentu akan menghabiskan banyak waktu jika langsung menoton setiap vidio dari awal sampai selesai yang tentunya akan mengakibatnya orang di sekitar terbaikan serta pekerjaan yang tak terjamah. Untuk mensiasati hal tersebut maka saya pun menggunakan penyimpanan mode offline sebagaimana iklan di TV. Tujuannya agar bisa diputar kembali di rumah tanpa macet dan nyaman.

Salah satu vidio yang saya simpan adalah milik Arry Rahmawan, Founder Cerdas Mulia Institute. Dari vidio yang Mas Arry buat ini lah saya menyadari betapa pentingnya memanfaatkan waktu dan menentukan goal dalam hidup. Karena tanpa adanya goal yang jelas, seseorang akan berjalan serampangan. Dan yang pasti, tak ada prestasi yang diraih. Ini pula yang membedakan kualitas seseorang meski umurnya sama.

Meng-Upgrade Diri
Setelah menonton beberapa vidio milik Mas Arry, saya menyimpulkan bahwa kita harus selalu meng-upgarde diri. Selalu meningkatkan kemampuan dan kualitas diri. Dan setelah saya renungi, banyak cara yang dapat saya tempuh. Misal, mendownload vidio berkualitas dan bermuatan positif. Ini tips bagi yang ingin mengikuti seminar atau workshop tetapi terkendala masalah biaya dan waktu. Ketika mendownload, saya memanfaatkan wifi sekolah karena jika menggunakan pakat data tak sampai sehari kuota internet pasti ludes. Pada poin ini saya berlatih untuk jeli dalam melihat kesempatan.

Selain mendengarkan vidio, saya memanfaatkan aplikasi iJateng dan iJakarta untuk membaca buku. Setidaknya dengan aplikasi perpustakaan online ini saya bisa membaca buku tanpa harus membeli. Memanfaatkan smartphone untuk selalu meng-upgrade agar kualitas diri selalu berkembang. Bukankah membaca adalah salah satu investasi masa depan? Investasi yang akan mempengaruhi cara berpikir dan besikap. Sebagaimana ungkapan Buya Hamka, “Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik.”

Membuat Goal atau Target Hidup
Jujur saya merasa iri pada orang-orang yang umurnya lebih muda dari saya, tetapi pencapaian prestasinya luar biasa. Salah satu penyebabnya, kata Mas Arry dalam salah satu vidionya adalah karena mereka membuat goal atau target hidup yang jelas. Mereka menuliskan mimpi-mimpinya dan menempelkan pada dinding kamar sehingga setiap hari tiada terlewat tanpa membacanya dan otomatis terpogram di alam bawah sadar.

Karena pentingnya menuliskan mimpi, maka selain saya menuliskan 101 mimpi yang ingin saya raih, saya juga menyuruh murid-murid di SMK Taruna Negara untuk menuliskan mimpi-mimpinya. Harapan saya, mimpi-mimpi itu akan terwujud seiring berjalannya waktu. Tentu dengan cara setiap hari kita selalu menyadari bahwa apa yang kita lakukan akan mengantarkan pada tercapainya mimpi yang telah kita buat.

Atau yang lebih hebat lagi, Jamil Azzaini telah menuliskan proposal hidupnya seperti judul bukunya Tuhan Inilah Proposal Hidupku. Semoga saya bisa segera mendapatkan buku tersebut dan mempraktekann isinya, Membuat proposal Hidup.

“Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja.” (Buya Hamka)

* * *
Dirgahayu Indonesiaku yang ke 72. Semoga selalu Jaya dan Maju serta Selalu terjaga Persatuan dan Kesatuannya.

17 Agustus 2017