Tempat Mengajar Baru

11:16:00 Mad Solihin 0 Comments


Hari ini adalah hari ketiga saya di SMK Taruna Negera menggantikan Pak Yahya. Meski awalnya menolak, pada akhirnya saya luluh juga. Mungkin karena berkecimpung di SD tak terlalu berefek banyak selain hanya menggugurkan sebutan “sarjana kok nganggur” dari masyarakat sehingga tawaran menggatikannya saya terima.

Tapi lupakan masalah alasan. Bagi saya, yang terpenting sekarang adalah fokus pada tanggung jawab. Karena SMK, tentu saya harus lebih mampu menguasai materi daripada ketika saat di SD. Minimal tidak terlihat konyol atau tidak menguasai materi saat mengajar. Itu artinya saya harus belajar lagi. Poin inilah yang saya sukai. Saya mempunyai kesempatan untuk berkembang atau mengembangkan diri.

Meski jujur banyak hal yang tak akan tercukupi jika berperan sebagai guru, tetapi merutuki hal itu tak akan ada guna bukan? Toh ini juga baru babak awal, belum finish.

Yang perlu saya lakukan sekarang adalah mensyukuri. Selain pengalaman pasti akan bertambah, saya juga mendapat teman baru, minimal guru-guru yang ada di sini. Bukankah itu termasuk rezeki?

Cara pandang yang saya gunakan juga sesekali harus menengok ke bawah. Saya akan terus kurang jika memandang pada mereka yang mempunyai prestasi melejit. Boleh mendongak, tapi jadikan sebagai motivasi bukan ukuran yang harus dicapai. Karena setiap orang punya ceritanya sendiri-sendiri. Tengoklah mereka yang masih bingung mencari tempat untuk mengabdi. Bukankah gambaran itu harusnya membuat saya bersyukur?

Logo SMK Taruna Negara Sawangan Wonosobo

SMK Taruna Negara, 19 Juli 2017

You Might Also Like

0 comments: