Mimpi S2 Luar Negeri Masih Saya Simpan

4:20:00 PM Mad Solihin 0 Comments


Sampai hari ini saya masih bingung jika ada pertanyaan tentang kuliah S2. Bukan karena tidak punya keinginanan, tetapi lebih karena saya masih menyimpan ambisi untuk bisa kuliah S2 di luar negeri.

Kebingungan itu perihal bahasa Inggris yang sama sekali belum saya kuasai. Padahal persyaratan untuk mendapat beasiswa harus mendapat sekor Toefl 550. Bagaimana mau dapat jika bahasa Inggris saja saya tak menguasainya? Ada rasa penyesalan sebenarnya kerana telat menyadari hal ini. Andaikan sejak dulu sadar mungkin sejak dulu saya sudah menyiapkan diri, setidaknya mungkin mencicipi belajar di Kampung Inggris Pare Kediri. Sekarang?? Saya harus memikirkan dua kali. Bukan enggan, tetapi lebih karena persoalan biaya. Membebani orang tua kini sudah menjadi sesuatu yang coba saya hindari.

Alasan di atas cukup mengendurkan semangat yang pernah saya tanam. Menghafalkan minimal 3 kata per hari sudah lama tak ku lakukan lagi. Memanfaatkan halaman fb untuk menulis bahasa Inggris juga hanya berlangsung hitungan jari. Khursus dengan Kang Sutresno setiap Rabu sore juga sampai hari belum saya mulai lagi. Parah bukan?

Namun hari ini setelah saya membaca tulisan-tulisan di blognya Dr. I Made Andi Arsana yang link blognya saya simpan di laman blog dengan judul “Tempat Berjelajah” kembali menyentak kesadaran saya, bahwa untuk mendapatkan beasiswa itu butuh perjuangan extra. Atau kalau Dr. Andi bilang, mendapatkan beasiswa itu merupakan Misteri Ilahi.

Kenapa? Karena mendapat beasiswa itu tidak sekali daftar langsung lolos. Istri beliau saja harus mendaftar sampai 3 kali barus bisa lolos beasiswa ADS.

Intinya kalau masih ingin kuliah di luar negeri saya harus bermental baja. Banyak belajar bahasa Inggris, menyiapakan segala persyaratan yang diperlukan dan tentu harus sering pula berselancar di inernet guna mendapat informasi yang berkaitan dengan beasiswa.

Sumber : jakartakita (dot) com
Pringamba, 22 Juli 2017

You Might Also Like

0 comments: