Kado Pertama untuk Ibu dan Bapak

08:10:00 Mad Solihin 6 Comments

Ibu dan bapak, merekalah orang yang terlintas dalam benakku ketika berbicara tentang orang yang paling aku sayangi. Mereka adalah pahlawan dalam hidupku, pahlawan yang jasanya tak mungkin bisa aku balas. Karena merekalah kini saya bisa membaca dan menulis, bahkan bisa mengeyam pendidikan sampai bangku kuliah.
Foto bersama Ibu dan Bapak saat Wisuda
Truka (lelah berpayah-payah) adalah teman yang kini masih setia menemani ibu dan bapak lantaran berpegang teguh pada prinsip bahwa anaknya harus sekolah tinggi. Mereka tidak ingin anaknya mewarisi kebodohan sebagaimana yang mereka alami.

Ibuku yang kini sudah berumur 57 tahun masih saja merumput seperti rutinitas masa kecilnya. Lahir dari seorang petani di sebuah desa terpencil, Cepedak, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo membuatnya akrab dengan kata “prihatin”. Apalagi ibu juga anak kedua dari 6 bersaudara dan hanya anak terakhirlah yang laki-laki. Tak pelak, pekerjaan kasar seperti merumput, mencangkul di sawah tak bisa ia hindari untuk membantu meringankan beban keluarganya. Pun sampai hari ini, pekerjaan kasar masih ia lakoni. Bedanya, jika dulu membantu sang kakek, kini prihatin itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, termasuk diriku.

Bapak yang kini usianya 59 juga sama, terlahir dari seorang petani yang karena hal itu harus rela pula merasakan truka seperti halnya yang dialami ibu. Pekerjaan kasar seperti mencangkul, merumput juga ia rasakan sejak kecil hingga akhrinya ia pun menekuni dunia pertukangan. Berpindah-pindah tempat kerja adalah hal yang selalu ia lakukan selama menjadi tukang. Menurut penuturannya, proses bertemu dengan ibu juga karena sedang menukang di desa kelahiran ibuku.

Setelah menikah, pekerjaan sebagai tukang masih ia lakoni. Dan terkadang karena berpindah-pindah tempat dan jaraknya lumayan jauh, bapak sering menginap di tempat bekerja dan pulang seminggu sekali. Baru setelah saya masuk SMP perkejaan tukang sudah jarang bapak kerjakan dan fokus merawat kebun salak hingga sekarang.

Aku bersyukur meskipun terlahir bukan dari keluarga kaya, aku bisa mengenyam pendidikan sampai bangku kuliah. Itu tidak lain karena dukungan dari kedua orang tuaku, ibu dan bapak. Merekalah yang menjadi sumber kekuatan. Kendatipun resiko yang harus mereka tanggung adalah menelan pil pahitnya ketidaknyamanan, mereka rela melakukannya. Bahkan sering aku menyaksikan bapak mencari pinjaman atau menjual kambing ternaknya ketika tagihan semester tiba.

Perjuangan dan pengorbanan mereka begitu jelas terekam dalam ingatanku. Bahkan sampai hari ini perjuangan dan pengorbanan mereka begitu jelas terlihat di depan mataku. Bagaimana mungkin aku menutup mata dan tidak membalas kasih sayang mereka. Dan adakah hadiah yang pantas untuk mereka dapatkan selain pergi ke tanah suci?

Berbicara masalah hadiah, sebenarnya aku sudah memikirkan itu jauh-jauh hari baik untuk ibu maupun bapak. Dan ini adalah hadiah pertama yang aku berikan untuk mereka. Meskipun jika dilihat dari nilainya, pasti  tidak sebanding bahkan jauh dengan yang mereka berikan, tetapi setidaknya bisa membuat mereka tersenyum. Bukankah tidak ada sesuatu yang diharapkan oleh orang tua selain kebagiaan anak-anaknya? Sehingga hadiah yang mereka inginkan adalah kesuksesanku, adapun hadiah, itu hanyalah simbol atas kasih sayang kumiliki dan baktiku pada mereka. Karena apapun yang kuberikan, tak akan menyamai jasa mereka padaku.

Mesin Cuci dan Magicom adalah barang yang ingin aku hadiahkan kepada ibuku suatu saat nanti. Rutinitas mencuci pakaian adalah rutinitas wajib setiap pagi yang harus ibu lakukan, sehingga dengan hadirnya mesin cuci aku berharap bisa meringankan bebannya. Paling tidak mengurangi rasa pegal di pinggangnya lantaran membungkuk saat mengucek dan merimbanya dengan air bersih.

Pun dengan menanak nasi, ini juga rutinitas yang setiap hari tidak boleh absen ibu lakukan. Maka magicom bisa menjadi alternatif menanak nasi tanpa harus ditunggui seperti halnya jika dilakukan dengan kompor gas maupun pawon setiap hari.
Foto Ibu saat Menanak Nasi dengan Tungku Pawon
Jam tangan adalah barang yang aku impikan lama untuk bapak. Perihal jam tangan, aku punya cerita sendiri. Dulu bapak punya jam kesayangan yang selalu bapak pakai kemanapun beliau pergi. Hingga pada suatu ketika jam tersebut batrenya habis. Beliau bongkar jam tersebut, diambil isinya dan bapak taruh di lemari sembari nunggu ada kesempatan untuk membeli batre baru. Tanpa sengaja, disaat aku sedang mencari uang untuk membeli jajan aku meraih jam tersebut. Malangnya ketika aku ambil dan mengotak-atiknya, entah kejadian persisnya, layar jam tangan tersebut pecah membentuk garis melintang sehingga tulisan dan angka di jam tersebut hilang. Kejadian tersebut membuatku merasa bersalah, untunglah bapak tidak memarahi walaupun waktu itu aku melihat begitu jelas guratan kekecewaannya.

Dimana Aku Harus Membeli Hadiah untuk Orang Tuaku?

Elevenia adalah pilihanku. Apa si Elevania? Elevenia adalah situs toko online yang menyediakan berbagai bermacam produk yang kita butuhkan. Seperti halnya hadiah yang ingin aku berikan kepada ibu dan bapakku. Di elevania ini kita juga bisa memilih barang sesuka selera. Contoh ketika kita ingin membeli jam tangan, tinggal ketikan saja : http://www.elevenia.co.id/ctg-jam-tangan maka akan muncul berbagai jam tangan dengan berbagai merk.

Sumber : screnshoot di website elevenia

Ada 8 kategori yang ada di elevenia, yaitu fashion, beauty/health, babies/kids, home/garden, gadget/komputer, elektronik, sports/hobby dan service/food. Kelebihannya lagi, disini sudah ada penjelasan detail mengenai kualitas barang yang akan kita beli sehingga tidak ragu lagi.
Elevenia Online Shop 

You Might Also Like

6 comments:

  1. semoga doanya terkabul, dan bisa memberikan kado yang indah untuk kedua orang tua : )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ... Terima kasih mas doanya :D

      Delete
  2. Kado untuk Ayah/Ibu semoga bisa dimudahkan rezekinya mas. Bisa membahagiakan orang tua adalah kesenangan yang tak ternilai. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin .. Terima kasih doanya mas.
      Betul banget, bahkan jasa mereka tak bisa terbalaskan dengan apapun .. :D

      Delete
  3. InsyaAllah segera terkabul..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya rab .. Istajib ya Allah ๐Ÿ˜€

      Delete