Tentang Blog Catatan Santri

12:24:00 AM Mad Solihin 0 Comments


Mad Solihin
“Sepudar-pudar tulisan masih lebih baik daripada pemikiran yang baik, namun tak terlestarikan” (Imam Al-Ghozali)

“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis” (Imam Al-Ghozali)

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (Pramoedya Ananta Toer)

Tiga mantra di atas mungkin menjadi salah satu alasan kenapa Blog Catatan Santri ini ada. Sebagai salah satu cara mengumpulkan kenangan dan mengabadikannya. Atau kalau bahasa mulianya, agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Terlalu sayang rasanya jika setiap moment itu terlewat begitu saja, pun dengan pemikiran terlalu sayang jika hilang tanpa terdokumentasikan. Siapa tahu coretan sederhana ini bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Semoga.

Tak cukup hanya itu, hobby dengan dunia tulis menulis dan punya harapan bisa menjadi seorang penulis beneran (Hehe, semoga Allah mengabulkannya .. Aamiin)  juga menjadi pemicu untuk menjadikan blog sebagai media belajar. Bukankah semua butuh waktu dan proses latihan, tidak instan laiknya mie goreng ..?

Selain kedua alasan diatas, harapan agar suatu saat jika Allah memanggil, setidaknya anak cucu dan cicit bisa melacak jejak penulis melalui rangkain kata di blog ini juga menjadi pemicu untuk menulis. Karena kebanyakan generasi hari ini sudah tidak tahu siapa nenek moyangnya. Paling pol di canggah (orang tua dari nenek atau kakek kita). Salah satu penyebabnya adalah karena orang tua kita tak pernah mendokumentasikan dan mementingkan hal itu. So, ketika kita melacaknya, orang tua kita kesulitan mengingatnya apalagi rekam jejak dari neneng moyang kita tak meninggalkan karya apapun. Ya, sudah nama mereka pun hilang termakan zaman. Dan tulisan adalah salah satu media paling ampuh untuk meninggalkan jejak.

Catatan Santri
Kenapa nama itu yang saya pilih, bisa lihat disini. Intinya julukan “Santri” adalah untuk mereka yang masih belajar, biasanya di pesantren. Masih Belajar, begitu pula dengan penulis. Lantaran penulis juga masih dalam tahap belajar maka blog ini saya beri nama dengan Catatan Santri. Karena masih belajar, maka wajar jika masih banyak kekurangan dan sering melakukan kesalahan. Tentu kesalahan disini penulis maksudkan yang tidak di sengaja.


Banjarnegara, 3 Oktober 2016 00::21 WIB

You Might Also Like

0 comments: