Keinginan Hasan

23:27:00 Mad Solihin 0 Comments

Sumber : makintau (dot) com
Sore itu selepas pulang dari warung bersama Lasin, Rijal dibuat penasaran oleh Muhammad lewat pesan bbm nya, katanya ada pesan dari Hasan. Waktu itu yang terpikir tentang titipan itu adalah uang untuk membantu kegiatan yang waktunya sudah semakin dekat. Sayang, angan-angan itu meleset justru berkebalikan, bahkan lebih parah dari angan-angannya. Seketika itu tulang rusuknya melemas, wajahnya berubah menjadi pucat pasi seraya membantin, “Kenapa ya selalu ada celah untuk melemahkan?” katanya dalam hati.

Beruntung Rijal mendengar pesan itu dari Muhammad bukan langsung dari Hasan sehingga tidak begitu membuanya ngedrop. Ada tantangan sekaligus ancaman, jika di daerah sendiri belum ada kepengurusannya maka Hasan tidak akan memperhatikan acara, lebih dari itu terkait pendanaan Hasan juga tidak akan membantunya. Mendengar hal itu, Rijal langsung tepuk jidat seraya berpikir untuk segera memenuhi keinginan dari Hasan.

Hanya masalah nama yang belum dicaantumkan, sampai segitunya. Kenapa harus sempurna? Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak hatinya. Rijal pun membayangkan peristiwa dua setengah tahun lalu yang hampir serupa hanya beda objek. Di sela-sela keresahannya, ia teringat buku yang baru saja ia baca, The Power of Frustration. Ia teringat tentang frustasi yang dijadikan pendorong ke arah lebih baik. Kuncinya, melihat setiap masalah dengan sudut pandang yang berbeda dan menggunakan kaca mata positif thinking. “Mungkin itu hanya sebagai cambukan bukan ancaman, sebagai perhatian agar dirinya menjadi pribadi yang kuat,” pikirnya mengubah persepsi.

Besoknya Rijal langsung membuat kepengurusan sesuai keinginan Hasan dan meminta saran dari stakholder terkait masalah tersebut. Alhamdulillah, ada sambutan hangat dari Ato selaku orang yang dituakan di situ. Masalah perjalanan ke depan biar nanti sambil jalan, yang jelas keinginan Hasan telah terpenuhi. “Andaikan nanti masih kurang, biarlah yang jelas telah aku penuhi,” kata Rijal menguatkan hatinya.


Banjarnegara, 2 Oktober 2016

You Might Also Like

0 comments: