Dua Tahun yang Penuh dengan Ilmu dan Pengalaman

6:58:00 PM Mad Solihin 2 Comments

Peserta Konfercab setelah selesai Pemilihan Ketua IPNU
Rentang waktu dari 20 April 2014 – 9 Oktober 2016, 2 Tahun 5 Bulan 20 Hari. Selama itulah saya menjadi ketua PC IPNU Banjarnegara menggantikan rekan Mizanto, memikul amanah Konferensi Cabang IPNU Banjarnegara yang ke IX di Pondok Pesantren Al-Fatah. Di Konferensi Cabang (Konfercab) yang ke-X  tepatnya  di MTs Ma’arif Mandiraja itulah saya menyelesaikan amanah dan menyerahkan kepada rekan saya Eman Setiaji sebagai ketua terpilih. Alhamdulillah, lega rasanya dan ada rasa bangga setidaknya perjuangan berdarah selama dua tahun setengah tidaklah sia-sia.

Suka, duka, kesal, marah, bahagia, senyum, kumpul bareng sampai pada tataran makan nasi lauk kerupuk dicampur kecap dan saos pun pernah saya alami. Serius, Beneran saya gak bohong. Gak ada gunanya kan saya berbohong. Hhe Hanya sekedar untuk irit karena selama menjadi ketua masih bergantung kepada orang tua. Haha Namun satu hal yang pasti, selalu ada rezeki untuk menopang perjalanan menjadi ketua. Buktinya sampai saat ini saya masih dalam keadaan sehat wal afiat, bahkan bisa wisuda gelombang pertama mengalahkan mahasiswa lain yang tekun kuliah. Haha #Sedikit sombong gak papa kan? Meskipun aktifis, akademik juga tetap jalan. Hehe

Selama dua tahun setengah juga nyatanya bisa berkeliling, 20 kecamatan di Banjarnegara setidaknya pernah terjelajah, membuat berbagai kegiatan dan yang paling menyenangkan bisa kenal dengan orang-orang hebat mulai dari Ulama yang fokus pada pesantren sampai pada pejabat yang punya pengaruh sekaligus inspiratif. Intinya banyak ilmu dan pengalaman yang bisa saya dapat. #Gak nyesel deh IPNU-an. Malah bisa kenal dengan banyak orang baik lintas generasi mulai dari yang kecil, muda seumuran sampai yang tua atau pun lintas daerah mulai dari kecamatan, kabupaten sampai provinsi. Kalau anak IPNU sering bilang, itu namanya berkah.

Namun perlu digaris bawahi, bahwa kesuksesan tentu tidak lepas dari peran orang lain. Maka melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan beribu terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak sehingga saya pun bisa menyelesaikan amanah ini sampai ke titik terakhir. Mulai dari mensupport sehingga saya bisa bangkit ketika dalam kondisi terpuruk dan hampir putus asa. Para pembina, pengurus PCNU, pengurus Muslimat, Fatayat, Ansor dan Bansernya serta kepada semua rekan/ita seperjuangan. Jazakumullah ahsalan jaza.

Kekhilafan, salah kata dan menyinggung perasaan juga menghiasi proses perjalanan di organisasi sehingga melalui tulisan ini juga saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada semua pihak baik rekan seperjuangan maupun para sesepuh yang selama saya menjadi ketua merasa tersakiti. #Pliss forgive me .. tangan tertangkup.

Kepada rekan Eman Setiaji dan Rekanita Ruti Khasanah, masih banyak tugas yang perlu kalian teruskan. Selamat belajar dan belajar. Karena sejatinya ber-IPNU IPPNU-an adalah untuk belajar. Berlebih menjadi orang yang di depan, satu pesan yang saya kutip dari Rekan Mizanto, “Ngemong itu kudu sabar.” (Terjemahkan sendiri. Menjadi ketua harus bisa berpikir 5 langkah lebih maju dari yang dipimpin ... Haha) Karena setiap orang itu tidak sama dan tak bisa disamakan. Itu pula yang menjadi ladang belajar untuk menjadi orang yang sabar dan berlatih memahami karakter orang lain.


Banjarnegara, 21 Oktober 2016 18:37 WIB

You Might Also Like

2 comments:

  1. Replies
    1. Bener kg, nk ra IPNU an kayane ra bakal kenal lho .. Hahaha

      Delete