Berkah di Hari Senin

01:14:00 Mad Solihin 0 Comments

Hari ini banyak berkah yang saya dapatkan. Dan terlalu sayang jika dilewatkan begitu saja.

Pagi hari mengirim surat konfercab untuk PW IPNU IPPNU Jawa Tengah lewat kantor pos setelah sebelumnya tidak berhasil menemui Bu Uswatun di KPU Banjarnegara karena beliau sedang ada acara dengan media di Pikas. Satu teratasi _surat untuk pimpinan wilayah semoga sampai ke yang bersangkutan_ Aamiin.

Selepas itu saya langsung meluncur ke Wonosobo. Tujuannya adalah mengantar surat izin untuk Dayat selama satu minggu, menemui Pak Awaludin dan menyetak draf materi konfercab. Surat tersampaikan yang saya titipkan ke Musyarofah sebagaimana pesan yang Dayat berikan. Pak Awaludin, ternyata sedang ada acara ke luar kota, Surabaya. Mencetak draf materi konfercab sejumlah 400 ekslempar dengan harga Rp. 1.000.000,- di FC Narasi. Alhamdulillah dua kegiatan beres.

Selesai acara, saya langsung pulang dan mampir di bengkel Sapen untuk servis motor yang sudah 1 bulan lebih belum di servis lagi. Ada rasa trauma ketika sudah lebih satu bulan belum di servis, pasalnya sudah dua kali kehabisan oli yang membuat sepeda motor saya gancet, tidak bisa jalan. Servis beres, hanya saja ketika perjalanan pulang ternyata lampu depan mati yang pas sorenya saya perbaiki di bengkel ternyata saklarnya yang eror.

Sesampainya di Banjarnegara saya langsung menuju ke KPU untuk menemui Bu Uswatun sebagiamana pesan beliau yang acaranya baru selesai jam 2 siang. Beruntung karena sebelum saya kesana Pak Norma Ali telah menelfonkan sebelumnya, semacam wasilah. Berkah inilah yang patut saya syukuri. Setidaknya wasilah begitu penting jika kita ingin melakukan sesuatu. Pasalnya jika kita sendiri yang langsung tanpa ada campur tangan orang lain pasti akan akan sulit, karena unsur kedekatan di Indonesia masih sangat kental. Mungkin ini pula kenapa orang-orang berziarah ke makam para wali, salah satunya adalah mencari wasilah agar doa yang dipanjatkan lebih sampai kepada Allah.

Malamnya, sowan ke tempat Ketua PCNU dan alhamdulillah banyak wejangan sekaligus support untuk kegiatan konfercab saya dapatkan. Yang jelas, mengutip apa yang disampaikan oleh Gus Banan, ketika kita mengabdi maka alam akan memberikan attention, perhatian berupa kelapangan rezeki. Karena mengabdi adalah mental orang yang kaya. Mengabdi identik dengan memberi, dan memberi adalah salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah. Dan janji Allah, bagi siapapun yang bersyukur maka Allah akan menambahkan kenikmatan rezekinya. Alhamdulillah.


Banjarnegara, 4 oktober 2016 01:11 WIB

You Might Also Like

0 comments: