Liputan Pertama Majalah BC di SMP Negeri 1 Wanayasa

11:12:00 Mad Solihin 2 Comments

SMP N 1 Wanayasa (Mad solihin)
Rabu, 14 September 2016 adalah hari pertama saya melakukan liputan sebagai reporter untuk Majalah Bintang Cendekia. Tugas saya adalah mewancarai kepala sekolah untuk mendapatkan profil sekolah, profil guru berprestasi dan profil murid yang berprestasi.

SMP Negeri 1 Wanayasa adalah sekolah yang harus saya datangi sesuai arahan dari Bu Novi. Sebenarnya saat itu masih ragu untuk berangkat atau tidak, pasalnya kakak perempuan dari almarhum kakek saya baru saja meninggal, sebutan yang sering saya dengar adalah Uwa Sami. Namun karena tidak enak dengan Bu Novi lantaran kemarin sudah tidak bisa liputan, maka hari itu saya paksakan untuk berangkat. 

SMP Negeri 1 Wanayasa (Mad Solihin)
Pertimbangan saya adalah liputan ini tidak bisa dilakukan oleh orang lain sedangkan mengurus jenazah masih banyak orang yang bisa. Artinya ada ataupun tidak saya disitu, tidak berpengaruh banyak. Toh, saya juga sudah ikut menshalati. Maka saya pun pamitan dengan bapak, walaupun sebenarnya tidak enak hati tetapi tak apa lah.

“Jika ada dua pilihan, pilihlah yang sekiranya engkau benar-benar dibutuhkan. Jika engkau tidak ada maka sesuatu itu menjadi kacau.”

Dalam perjalanan pulang dari rumah Uwa Sami (Dusun Kaligintung) motor saya terjatuh karena berpapasan dengan mobil yang membawa orang bertakziah, ditambah jalan yang rusak dan berkerikil. Beruntung saya langsung menghindar dan tidak ikut terjatuh, hanya motornya saja yang membuat handle rem depan patah. Karena waktu itu sedang gugup dan tidak ada motor yang bisa dipinjam, maka saya pun tetap mengendarai motor tersebut sampai Wanayasa. Alhamdulillah meskipun tanpa rem depan, perjalanan pulang-pergi lancar.

Hadle Rem Depan Putus (Mad Solihin)
Sesampainya di SMP Negeri 1 Wanayasa saya menemui guru yang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ketika saya utarakan maksud saya ingin bertemu dengan Kepala Sekolah, ia pun bertanya sudah ada janji dengan beliau? Alhamdulillah karena Bu Novi sudah menghubungi, saya pun bisa langsung menemui beliau.

“Untuk menemui sebuah pimpinan kita terkadang dibuat berbelit-belit jika belum mempunyai janji,” pikir saya memutar berbagai pengalaman yang berlalu. So, kenapa ada ungkapan bahwa “Segenggam kekuasaan lebih berarti daripada sekeranjang kebenaran”.

Tentang Kepala Sekolah lanjut ke sini.

Banjarnegara, 17 September 2016 

You Might Also Like

2 comments:

  1. Woh ternyata wanayasa banjarnegara, haha
    motornya kasian bener -_-

    ya memang begitu, semakin tinggi kekuasaannya maka semakin sulit ditemui. Hal ini tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah, karena perlu adanya filter terhadap orang2 yg mau menemui beliau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ... Sante udah dibenerin kok :)

      Semoga saja ketika Pak Citra punya kekuasaan tidak seperti itu ya .. Hee

      Delete