Kebaikan Selalu Berbalas Kebaikan

2:54:00 PM Mad Solihin 0 Comments

(Mba' Umi Zuhriyah) Buat bukti bahwa undangan telah sampai ... Haha
“Perbanyaklah silaturahim niscaya pintu rezeki banyak yang terbuka.”
Selain bisa membuat seseorang panjang umur, silaturahim juga mempunyai manfaat membuka pintu rezeki. Setidaknya itu lah yang pernah Rasulullah Muhammad Saw. sampaikan 14 abad lalu yang sampai hari ini masih relavan. Saya, meyakininya hal tersebut. Serius.

Seperti halnya kemarin (10 September 2016) saat saya pergi ke Wonosobo mengantar undangan pernikahannya Mba’ Fati dan Mas Uki untuk teman-teman yang dulu pernah tinggal sepondok di Ponpes Mifahussholihin, saya dapati informasi tentang seseorang yang mempunyai konsen pada dunia kepenulisan. Ceritanya, teman yang di undang ini mempunyai kakak perempuan yang sudah menikah yang suaminya adalah seorang penulis.

Umi Zuhriyah, itulah nama teman yang saya beri undangan sekaligus saya titipi undangan untuk teman-teman yang lain. Dia kakak kelas saya dua tingkat, teman sekelas dan teman akrabnya Mba’ Fati. Jika kuliah maka dia baru saja wisuda S2 sebagaimana Mba’ Fati yang kemarin baru saja wisuda S2 di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Dia juga termasuk teman akrab saya sehingga ketika ia bilang mau ke Kretek untuk menemui adiknya di Pondok Tempel yang diasuh oleh Kyai Ismail, saya menawarkan untuk mengantarnya. Katanya mau titip baju untuk di bawa pulang karena setelah khataman besok (2 Oktober 2016) mau sekalian boyong, pamitan dari pondok. Jadi biar nanti tidak kebanyakan barang bawaan, barang-barangnya pun mipil di bawa pulang mumpung adiknya bawa motor.

Pertimbangan saya jarak antara Kalibeber-Kretek lumayan jauh untuk ukuran berkendara umum (angkot). Pun dengan angkot yang akan ditumpangi harus dua kali, Kalibeber-Kota kemudian berganti dari Kota-Kretek. Selain itu sewaktu saya bertemu dengannya, Uli adiknya yang akan ditemui sudah selesai berlatih manasik haji sehingga jika Mba’ Umi harus ngangkot maka adiknya akan menunggu terlalu lama. Pun setelah ini saya juga tidak ada acara sehingga tak masalah jika mengantarnya. Dan ini lah yang nantinya ternyata menjadi penyebab saya mendapatkan informasi tentang kepenulisan.

Berawal dari cerita tentang aktivitas harian yang katanya mau ikut manggung lantaran Al-Qur’annya sudah selesai dan mau langsung boyong pas hari tersebut sampai cerita tentang Mba’nya, Zumrotin yang sudah menikah bahkan usia anaknya sudah 2 tahun. Saat bercerita tentang mba’nya itu lah kemudian nyerempet pada suaminya yang katanya bekerja sebagai penulis. Nyerempet pula ke penerbit Diva Press, entah dia bekerja di sana atau kah karyanya yang diterbitkan disana. Entahlah, cerita dari Mba’ Umi terlalu susah saya maksud, mungkin karena ia tidak terlalu paham detail dengan pekerjaan suami mba’nya dan berlebih ia tak paham dengan dunia kepenulisan lantaran ia tak ada minat dalam bidang jurnalistik.

Mengetahui informasi ini tentu menjadi insting keberuntungan bagi saya, setidaknya saya bisa meminta Mba’ Umi untuk memperkenalkan kepadanya supaya saya bisa belajar tentang kepenulisan bahkan sampai pada hal penerbitan. Maka inilah yang saya sukai, bahwa silaturahim itu membawa berkah. Bahwa kebaikan yang kita berikan selalu berbalas kebaikan. Bahwa Allah selalu punya cara untuk membuat hamba-Nya tersenyum. Bahwa selalu ada hikmah yang dapat kita petik dalam setiap kejadian.
Semoga saja besok-besok saya bisa belajar kepadanya secara langsung dan menjadi jalan bagi saya mencapai salah satu impian, menerbitkan buku. Semoga.


Pringamba-Banjarnegara, 11 September 2016 05:26

You Might Also Like

0 comments: