Hutang Tulisan

09:45:00 Mad Solihin 0 Comments

Sumber : Dokpri

Tak terasa sekarang sudah tanggal 3 September 2016 yang jika menengok ke bulan sebelumnya yaitu bulan Agustus maka saya sudah berhutang 29 tulisan. Pasalnya saya baru membuat 5 tulisan di bulan Agustus dan tak menulis lagi setelah itu. Ada 4 tulisan sebenarnya, namun itu tidak masuk dalam kategori proyek menulis 1000 kata. Wal hasil, 29 tulisan itu berasal dari 31 hari bulan Agustus di kurangi 5 hari ditambah dengan 3 hari bulan September. Jika dikalikan maka hasilnya 29.000 kata. Jumlah yang tidak sedikit untuk ukuran seseorang yang masih dalam tahap belajar seperti saya.

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Kalimat tersebut ternyata bukan hanya berlaku pada kebaikan saja tetapi pada hal-hal keburukan juga sama termasuk pada menunda sesuatu. Absen tidak menulis sekali yang kemudian berlanjut pada hari-hari selanjutnya ternyata berdampak buruk, bahkan sangat buruk. Selain tidak komitment pada diri sendiri juga tidak ada ilmu yang bisa dipelajari. Ada kemandekan dalam penyusunan kata yang seharusnya sekarang sudah cukup lihai malah harus berlatih kembali. Bukankah itu termasuk kemunduran? Ah, betapa ruginya jika hari ini tidak bisa lebih baik dari hari kemarin atau minimal jika tidak bisa lebih baik maka jangan lebih buruk deh.

Proyek menulis seribu kata memang datang dari diri sendiri bukan karena orang lain sehingga saya pun sama sekali tidak terikat dengan aturan. Jika saya mau ya saya menulis jika tidak ya saya tidak menulis. Simple memang. Namun di balik kesimple-an itu saya sedang belajar untuk ber-disiplin diri yang menjadi tolak ukur bahwa saya bisa isti qomah. Sayang, baru lima tulisan ternyata saya keok. #Payah.

Terlalu dipaksakan, mungkin iya. Tetapi itulah salah satu cara agar seseorang mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya. Tanpa ada paksaan, seseorang akan melakukan sesuatu dengan santai tanpa harus bersusah payah mengelurkan segala kemampuan yang dimilikinya. Sesuatu yang sebenarnya mampu ia lakukan akhirnya tidak beres, bukan karena tidak mampu tetapi karena kemampuan yang dimiliki tidak digunakan semua. 

Mungkin kita pernah mendengar kata The Power of Kepepet. Kekuatan yang datang saat seseorang berada dalam keadaan terdesak. Kekuatan yang membuat seseorang mengeluarkan segala kemampuan lebih dari biasanya. Seperti pengumpulan tugas misal, ketika guru atau dosen memberikan tugas dengan deadline tertentu dengan ancaman jika tidak mengumpulkan maka nilai tidak keluar, maka sang murid ataupun mahasiswa biasanya akan mengeluarkan kemampuan menyelesaikan tugas seseaui deadline tersebut. Bahkan lembur pun akan dilakukan agar tugasnya selesai. 

Terlepas bagaimana cara sang mahasiswa atau siswa menyelesaikan tugasnya, nyatanya mereka mampu menyelesaikan yang menurut saya itu karena kemampuan yang mereka miliki digunakan dengan maksimal. Saya kira sudah banyak orang yang mempraktekan kekuatan dari The Power of Kepepet ini. 

Termasuk dalam menulis tulisan ini saya juga mengandalkan kekuatan paksaan. Saya memaksa diri untuk menulis walaupun bingung sebenarnya apa yang akan saya tulis. Atau kalaupun ada yang saya tulis, nyambungkah ceritanya. Relavankah antara paragraf satu dengan paragraf lainnya? Entahlah, yang jelas target 1000 kata terpenuhi. Jika saya berhenti dan menundanya, maka saya akan menumpuk hutang tulisan lagi yang konsekuensinya juga semakin berat. Tak hanya itu, saya juga tidak belajar menulis lagi. Wal hasil, mimpi untuk menjadi seorang penulis pun akan menjadi mimpi yang kosong. Dan saya tidak ingin itu terjadi. Biarlah hari ini saya berletih-letih terlebih dahulu, tentang hasil biarlah waktu yang akan menjawab. 

Tak ada sesuatu yang sia-sia. Allah Maha Adil pada hamba-Nya dan saya meyakini itu. Allah tidak akan pernah membiarkan hambanya yang melakukan sesuatu lebih dari yang lainnya dengan hasil yang sama. Tidak, tidak akan. Maka tugas saya hari ini adalah berusaha. Tentang hasil serahkan saja pada-Nya karena Dia lah penentu semuanya. 

Hari ini adalah hari dimana saya menanam. Untuk bisa memetik atau memanen apa yang saya tanam tentu ada jeda waktu, tidak langsung dan instan. Dalam proses menunggu itu saya juga harus bisa menjaga apa yang saya tanam agar benar-benar tumbuh dan bisa berbuah. Sebagaimana tanaman, proses tumbuhnya tentu tidak lepas dari rumput liar yang tumbuh disekelilingnya sehingga membutuhkan perawatan bahkan jika memungkinkan kita beri pupuk agar tumbuh lebih bagus.

Sama halnya dalam proses yang sedang saya alami. Menulis dengan minimal 1000 kata tentu bukan hal yang mudah. Berlebih masih dalam proses belajar, benar-benar butuh kekuatan extra. Waktu untuk menulis juga tidak hanya satu jam selesai, kesesuaian isi tulisan dari awal hingga akhir juga mungkin agak melenceng. Tetapi karena masih dalam proses, saya akan mencoba untuk menikmatinya. Memulai untuk belajar mendisiplinkan diri, bukan karena orang lain tetapi karena faktor dari dalam diri saya sendiri. Bukankah motivasi yang datang dari dalam diri sendiri itu lebih kuat daripada motivasi yang datang dari orang lain?

Tentang perawatan, saya harus bisa meluangkan waktu untuk menulis dan itu menjadi suatu keharusan jika saya  mengharapkan memanen apa yang saya tanam. Harus bisa menyingkirkan rumput liar berupa malas dan menunda. Selain itu saya juga harus memupuk dengan lebih banyak membaca, karena bagaimanapun menulis tidak bisa lepas dari proses membaca. 

O ya, tentang hutang tulisan sebagaimana tertuang dalam judul tulisan ini semoga saja saya bisa menggantinya. Namun, perlu digaris bawahi bahwa hutang di sini tidak sama laiknya saya berhutang uang kepada orang lain yang wajib saya bayar. Kata hutang disini saya maksudkan bahwa saya pernah berniat untuk membuat tulisan perhari 1000 kata namun belum bisa saya realisasikan. Atau lebih kepada pengingat supaya saya bisa meneruskan apa yang pernah saya niatkan. So, bukan hutang laiknya uang lho. Karena jika iya, jadi ngeri sendiri kalau meninggal ternyata belum saya ganti. 

Seribu kata. Jumlah yang cukup banyak dan benar-benar menguras pikiran. Mungkin itu pula yang pernah menjadi alasan kenapa beberapa akhir lalu saya tidak menulis. Ada sebenarnya ide yang bisa saya ketik untuk dijadikan sebagai tulisan. Namun karena cakupannya yang sederhana sehingga untuk mencapai 1000 kata butuh tenaga extra memutar-mutar kata agar menjadi kalimat. Sehingga hanya tersimpan dalam bloknote dan belum sempat diketik. 

Adapun ide-ide yang saya catat diantaranya adalah tentang kesibukan saya dalam mengurus skripsi, tentang bolak-balik kampus untuk menemui dosen, ketika ujian munaqosah, ketika rapat membahas konfercab, ketika menjilid skripsi, ketika mencari buku untuk bebas perpus, tentang ujian toefl, tentang ujian komputer serta beberapa kegiatan terkait kampus sebelum akhirnya selesai juga proses administrasi dan tinggal menunggu proses wisuda.

Semoga saja bisa saya tuliskan beberapa hal diatas dalam tulisan yang lain. Selain untuk berlatih menulis juga untuk membaut otobiografi, karena jika bukan kita sendiri yang menulis tentang diri kita mau siapa lagi? Siapa tahu ada manfaatnya untuk orang lain kelak. Semoga.

Pringamba (Banjarnegara), 3-4 Oktober 2016 00:32

You Might Also Like

0 comments: