Tulis Saja

11:54:00 PM Mad Solihin 0 Comments


Sial. Sudah puluhan kertas aku buang dan berserakan di lantai namun belum satupun cerpen yang jadi. Selesai satu kalimat tetiba saja tanganku terhenti, bingung bagaimana harus melanjutkannya. Benar-benar sial. Kenapa sulit sekali membuat cerpen. Perlu bakat khususkah? Entahlah. Puluhan teori yang ku baca nyatanya hanya membuat bingung.

“Tulis saja dulu. Abaikan semua aturan. Biarkan semesta yang membantu  menggerakan tanganmu sehingga mengalir dengan sendirinya,”pesan Raihan ketika aku mengadukan perihal sulitnya membuat cerpen.

“Kamu tahu, salah satu cara belajar terbaik adalah mencoba. Belajar apapun. Bukankah kamu tidak akan bisa mengendari sepeda motor hanya sekedar tahu teorinya tanpa pernah mencoba mengendarainya langsung? Persis dengan membuat cerpen.” Lanjutnya menasehati.

Rumah, 15 Agustus 2016

You Might Also Like

0 comments: