Teguh Pada Prinsip

1:16:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Sumber : Merdeka (dot) com
Singkat, padat dan jelas. Itulah harapan setiap orang ketika membaca sebuah tulisan. Sehingga tulisan yang panjang dan mengoler seperti ular akan diabaikan, ditinggalkan sebelum tulisan selesai terbaca semua. Itu pula yang saya rasakan ketika berkunjung ke web atau blog seseorang. Saya lebih suka membaca tulisan yang selesai sekali duduk, kecuali tulisan tersebut benar-benar saya butuhkan. 

Terus bagaimana dengan tulisan 1000 kata? Terlalu panjangkah? Bagi yang menulis mungkin terkesan biasa tetapi tidak dengan pembaca. Pertanyaannya sekarang adalah apakah saya akan berhenti menulis dengan jumlah 1000 kata dan menguranginya sehingga terkesan lebih singkat? Padahal target menulis dengan jumlah menimal 1000 kata adalah proses latihan yang baru saja saya mulai awal Agustus ini. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan kemampuan saya dalam menulis. Jika saya berhenti berarti saya terlalu lemah dalam memegang prinsip donk. 

Pembaca. Demikianlah inti dari permasalahan diatas. Seperti halnya tips dari seseorang yang bernama Kgenzaru Khuluq di dalam kolom komentar tulisan yang berjudul “Proyek Tulisan 1000 Kata Per Hari” di blog. Ia memberikan saran bahwa pembaca itu lebih suka dengan tulisan yang singkat, padat dan jelas serta ada gambarnya. (Terima kasih atas sarannya ya J ) Seketika itu saya pun langsung setuju dengan saran tersebut karena memang seperti itulah nyatanya. Namun, saya pun berpikir masa iya saya tidak penuhi target 1000 kata, padahal saya sudah memberikan kategori atau label tersendiri “Tulisan 1000 Kata Per Hari” di blog. #Ah jadi dilema.

Baiklah, untuk urusan pembaca saya tidak akan memaksa mereka untuk menyelesaikan membaca tulisan saya sampai selesai. Itu pun kalau ada yang mau membaca. Hahaha Yang menjadi prioritas dalam proyek Tulisan 1000 Kata Per Hari ini adalah untuk melatih skill kepenulisan. Karena tanpa ada target yang jelas maka kita pun tidak bisa mengukur sejauh mana pencapain yang telah kita raih. Itu saja. Urusan pembaca biarlah berjalan secara alami, sebagaimana salah seorang teman pernah berseloroh “Setiap tulisan akan menemukan pembacanya sendiri-sendiri”. Jadi biarlah tulisan saya menemukan jodoh pembacanya sendiri. Hihi

Belajar Tuguh Pada Prinsip

Menulis 1000 kata apalagi perhari bukanlah sesuatu yang mudah. Selain butuh waktu juga butuh ide gagasan tentang apa yang akan ditulis. Pun ketika sudah mulai menulis kemudian buntu, ide yang kita punya sudah habis sehingga bingung mau menulis apa lagi tentu kita akan berhenti dan lebih memilih menyudahi sebuah tulisan jika tidak ingat bahwa ternyata tulisan kita belum mencapai 1000 kata. So, pelajaran yang bisa saya ambil adalah belajar untuk teguh pada prinsip meskipun itu sulit.

Tentang komentar dari Kgenzaru Khuluq yang memberikan tips bahwa pembaca itu lebih suka dengan tulisan yang singkat, padat dan jelas juga sama. Saya belajar untuk teguh pada prinsip, mempertahankan proyek Menulis 1000 Kata. Belajar untuk tidak terpengaruh dengan prinsip orang lain. Bukankah setiap orang memang punya prinsip sendiri-sendiri? Dan saya sedang ingin menikmati tulisan yang agak panjang.

Kualitas Tulisan

Saya mempunyai keyakinan bahwa kualitas tulisan menjadi faktor penting bagi seorang pembaca. Lihat saja, novel-novel milik Tere Liye dan Habiburrahman el-Sirazy yang menjadi best seller serta banyak yang mengagumi. Bukankah itu karena faktor kualitas tulisannya?

Saya pun berpikir bagaiamana cara agar tulisan yang saya hasilkan bisa berkualitas sehingga panjang atau pendek tidak menjadi soal bagi pembacanya. Dan Menulis 1000 Kata adalah salah satu cara yang saya pilih untuk meningkatkan kualitas tulisan. Sederhananya gini, seseorang yang tidak biasa menulis panjang tentu kesulitan jika harus menulis panjang dengan rangkaian kalimat per kalimat dan paragraf per paragraf nyambung menjadi cerita yang utuh. 

Adapun tanda tulisan yang menurut penulis kualitasnya bagus adalah tulisan yang ketika seseorang membacanya mudah dalam memahami isinya, betah menelusuri setiap kata per kata dan tidak jlimet. Atau laiknya membaca sebuah novel, tidak ingin beranjak jika belum selesai membacanya. Ada rasa penasaran jika berhenti sehingga timbul rasa untuk segera menyelesaikannya. Bagi yang sering membaca novel tentu paham maksud saya :)

Alternatif Lain

Tak hanya membuat pembaca bosan ketika membaca tulisan yang panjang, penulis pemula seperti saya juga sebenarnya kehabisan ide jika harus menulis dalam satu topik. Bayangkan saja, 1000 kata dengan kisaran kertas 3 lembar. Seperti halnya saat ini, tertera dalam aplikasi penghitung kata di MS. Word baru 666 kata yang berarti masih kurang 344 kata. Kalau ada ide itu bukanlah masalah, tetapi kalau sedang buntu seperti saat ini maka benar-benar harus memeras otak agar tercapai 1000 kata. Namun itulah seni dan asyiknya proyek tulisan 1000 kata ini. Pemaksaan yang berujung pada pembuktian bahwa ketika kita mau mengerahkan segala kemampuan kita pasti bisa.

Sebenarnya ada alternatif lain untuk mensiasati tulisan 1000 kata ini. Yaitu membuat tulisan yang tidak hanya satu topik atau satu judul tetapi mensyaratkan ketika tulisan-tulisan tersebut dijumlahkan maka terkumpul 1000 kata. Tetapi juga harus satu hari. Jadi 1000 kata tersebut bisa jadi 3 tulisan namun harus ditulis dalam hari yang sama. Hanya saja ketika alternatif itu yang dipilih kemudian meninggalkan tulisan 1000 kata, maka saya pun tidak belajar untuk bisa menulis panjang. Itu kelamahannya. Sederhananya, saya tak mungkin bisa menulis dengan jumlah kertas 3 lembar dalam satu judul jika saya tidak pernah berlatih menulis 3 lembar tersebut.

Keputusan Akhir

Setelah melalui berbagai pertimbangan dengan menunjukan dan memberikan penjelasan masing-masing sebagaimana tertulis diatas, maka saya pun akan menyimpulkan sendiri tentang proses latihan menulis 1000 kata. 

Pertama, Tulisan 1000 Kata Per Hari akan tetap saya jalankan mengingat itu niat awal saya di bulan Agustus ini. Jika saya membatalkan maka sama halnya saya tidak konsisten. Tulisan 1000 kata ini juga sebagai sarana untuk berlatih menulis panjang yang sistematis dan urut. Semoga saja benar-benar bisa menjalankannya sampai Desember nanti. Aaamiin

Kedua, Tentang pembaca untuk saat ini jangan terlalu di pikirkan. Biarlah berjalan sebagaiamana air mengalir. Percayalah tulisan yang saat ini ada pasti akan menemukan pembacanya. Fokuskan pada proses peningkatan skill kepenulisan. Itu saja. 

Ketiga, Selama proyek kepenulisan 1000 kata tetap berjalan, saya juga bisa membuat tulisan yang lebih pendek dan bisa kapan pun saya posting di blog. 

Terakhir Laahaula wala quwwata illa billah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali semua itu datang dari Allah. Maka limpahkan kekuatan dan kemampuan kepada hamba-Mu yang lemah ini ya Allah. Dan jadikan setiap rangkaian kata yang tertulis membuat yang membaca terinspirasi serta memberikan kemanfaatan untuk orang lain. Aamiin.

Pringamba, 3 Agustus 2016
Mad Solihin

You Might Also Like

0 comments: