Proyek Menulis 1000 Kata Per Hari

12:58:00 AM Mad Solihin 2 Comments

mad-solohin.blogspot.com
Sumber : maxmanroe (dot) com
Bismillahirrohmanirrohim ... Di awal Agustus ini saya berniat untuk membuat tulisan perhari dengan jumlah minimal 1000 kata.

Masih segar dalam ingatan ketika hari kedua lebaran idul fitri kemarin saya berkunjung ke rumah Mba Fatihah, kakak kelas saya dulu waktu di MA Walisongo. Tujuan saya ke sana adalah untuk mengambil buku yang ia janjikan akan diberikan kepada saya. Awalnya Mba’ Fatihah hanya akan memberikan novel yang berjudul “Ayah” karya Andrea Hirarta, namun ketika bercerita tentang novel-novel karya Tere Liye yang ternyata hanya baru berapa judul yang saya baca ia pun menawarkan novel karya Tere Liye yang berjudul “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”. Karena diberi tentu saja saya tak menolak bahkan sangat senang, ibarat kejatuhan pohon durian. HeHe

Sebenarnya Mba Fati masih sayang si dengan novel-novel milik Tere Liye apalagi ada tanda tangan penulisnya juga yang ia dapatkan ketika ada bedah buku dengan Bang Tere Liye sebagai pembicaranya. Setelah ditimbang-timbang, maka Novel “Daun” lah yang ia ikhlaskan untuk diberikan kepada saya. Mungkin karena ending ceritanya yang menggantung sehingga ia tidak terlalu suka. 

Nah dalam seminar yang Mba Fati ikuti itulah Bang Tere Liye memberikan satu tips untuk bisa menjadi seorang penulis yaitu wajib membuat tulisan per hari dengan jumlah minimal 1000 kata selama 5 bulan. Tidak boleh bolong, kalaupun bolong satu hari maka wajib menggantinya semacam qodho. Tentang apa yang ditulis terserah, yang penting menulis. Kira-kira 3 lembar deh perhari. Benar-benar bisa membuat jari kriting. 

Motivasi itulah yang membaut saya merasa ingin mencobanya. Karena untuk menjadi penulis itu memang butuh proses yang tidak gampang. Bahkan menurut cerita dari Mba’ Fati, Bang Tere Liye harus merasakan ditolak berkali-kali ketika menawarkan naskah tulisannya ke penerbit. Kalau gak salah tulisan yang ditolak adalah Novel Hafalan Fatihah Delisa yang berlatar belakang kasus Tsunami di Aceh. Ya, ia harus merasakan penolakan sebelum akhirnya sukses seperti sekarang ini. Sebelum novel yang ia tulis mampu menyihir para pembaca dan selalu dinantikan tulisan terbarunya.

Jika ditelusuri lebih dalam makna menulis perhari 1000 kata, ada beberapa pesan yang memang seperti itulah kebenarannya. Pesan-pesan menurut penafsiran penulis adalah :

Pertama, Menulis. Tidak ada orang yang ingin menjadi penulis hebat tetapi tidak pernah menulis. Laiknya seorang perenang, ia tidak akan pernah bisa berenang jika ia hanya berdiri melihat kolam renang tanpa pernah menceburkan diri untuk berenang. Maka hal pertama dari seseorang yang ingin menjadi penulis ya menulis, menulis dan menulis. 

Kedua, Berulang-ulang. Adakah orang yang belajar sekali langsung bisa bahkan menjadi jago. Tentu saja tidak. Ada proses pengulangan. Seperti anak kecil yang memulai untuk berjalan, ia tidak serta merta langsung bisa berjalan bahkan berlari. Tetapi ada proses pengulangan yang tidak hanya satu atau dua kali, tetapi berkali-kali. Pun dalam proses tersebut, ada masa jatuh bangun yang kadang membuat anak kecil menangis. Seperti itu pula dalam hal menulis, ada proses pengulangan. Jika anak kecil berlatih berjalan untuk pertama kali hanya satu langkah atau dua langkah, maka dalam hal kepenulisan juga berlaku hal yang sama. 

Tidak mungkin tulisan yang dihasilkan langung bagus dan enak dibaca. Jlimet, membosankan dan membuat mata enggan meneruskan kalimat yang sedang dibaca. Maka, proses pengulangan adalah hal yang wajib jika ingin tulisan yang dihasilkan menjadi tulisan yang berkualitas. 

Ketiga, Membaca. Membaca adalah kunci utama dalam penulisan. Karena dari membaca itulah muncul sebuah ide atau setidaknya dari membaca itulah kita mengetahui pengetahuan tentang seseuatu. Pengetahuan tentang sesuatu itulah yang akhirnya menjadi sebuah bahan tulisan. Pemaknaan membaca disini luas, bukan hanya pada teks-teks tulisan saja tetapi juga pada hal-hal yang ada di sekitar kita. Proses melihat, mendengar dan memahami apa yang ada disekitar kita juga termasuk dalam hal membaca. 

Selain menjadi kunci dalam kepenulisan, membaca juga sebagai proses pendalaman terhadap sesuatu. Tak mungkin tulisan kita akan bagus jika tidak pernah membaca. Kita tidak akan pernah bisa membuat novel jika kita tidak pernah membaca novel, kita tidak pernah bisa membaut karya ilmiah jika kita tek pernah membaca karya ilmiah dan seterusnya. Lihat saja anak kecil, ia tidak mungkin bisa menggambar ayam misal, jika tidak pernah melihat ayam. 

Keempat, Istiqomah atau Konsisten. Istiqomah atau konsisten juga menjadi kunci keberhasilan dalam hal apapun, termasuk menulis. Konsisten disini sangat penting dan ini merupakan sebuah tantangan. Sesibuk apapun jika sudah konsisten maka seseorang itu akan mencari cara agar tetap bisa menulis. Bahkan ketika tidak ada ide apapun yang akan dituliskan, maka konsisten menjadi penguji seberapa kuat kita menjalani sebauh proses.

Kenapa harus 5 Bulan?

Entahlah, saya pun tidak tahu. Tetapi yang jelas bahwa segala sesuatu itu tidak instan. Ada proses panjang yang harus dilalui. Dan selama kurun 5 bulan ini akan menjadi semacam barometer perkembangan dalam dunia kepenulisan, baik itu tingkat kecepatan dalam menulis maupun kualitas tulisannya. Pasti akan ada perbedaan dan saya meyakini hal itu.
Kurun waktu 5 bulan ini juga akan menjadi kunci dalam menemukan ciri khas tulisan seseorang. Tidak ada tulisan antara dua orang yang kembar karena manusia merupakan mahluk yang unik. Sehingga tulisan pun akan menjadi semacam identitas yang memperlihatkan siapa penulisnya.

Kenapa 1000 kata?

Kenapa harus seribu kata? Jawabannya singkat agar engkau memaksimalkan seluruh kemampuanmu. Menjadi orang yang tangguh dan memaksa agar tidak manja. 1000 kata adalah target pembuktian bahwa kamu adalah orang yang mampu. Semiskin-miskinnya ide atau ketika sedang badmood dan merasa tidak ada bahan untuk dituliskan, maka 1000 kata adalah target yang mau tidak mau harus dipenuhi. Bagaimanapun caranya dan apapun yang akan dituliskannya, maka 1000 kata adalah hal yang wajib untuk dipenuhi. Menurut saya, 1000 kata adalah pembuktian bahwa kita mampu melakukan sesuatu meskipun kita dalam keadaan sulit.

Mampukah Saya?

Waktu 5 Bulan. Jika saya memulai di bulan Agustus maka akan pun akan mangakhiri proyek ini di bulan Desember (Agustus-September-Oktober-November). Waktu yang cukup lama dan mampukah saya? Bismillah, semoga saja mampu. Dan mampu atau tidaknya biasanya tergantung pada seberapa sungguh-sungguh kita dalam melakukan proyek ini. Karena orang yang sungguh-sungguh biasanya akan meluangkan waktu atau setidaknya akan berusaha sekuat tenaga agar apa yang ia inginkan bisa tercapai.

Manfaat kah?

Berbicara masalah manfaat tentu bukan diawal. Manfaat atau tidak apa yang kita lakukan hari ini biasanya akan dirasakan selang beberapa waktu, bulan bahkan tahun mungkin. Laiknya seseorang yang menanam tentu tidak akan bisa langsung menunai. Ada proses waktu yang harus dilalui selama jeda waktu menanam dan menunai. Dan jeda waktu itu pula yang biasanya mempengaruhi apa yang ditunai. Jika ada perawatan yang yang bagus tentu panen pun akan bagus. 

Akhirnya dengan memohon ridho dan pertolongan dari Allah Swt. semoga proyek menulis perhari 1000 kata ini bisa tercapai dan membawa kemanfaatan. Kalaupun orang lain belum bisa merasakan kemanfaatannya, setidaknya kemanfaatan itu bisa dirasakan oleh penulis sendiri. Aamiin.

Senin, 1 Agustus 2016
Mad Solihin

You Might Also Like

2 comments:

  1. Kalu Ide banyak, nulis 1000 kata atau lebih gak masalah mas. Masalahnya itu, pembaca yang akhir2 ini lebih suka artikel singkat padat dan jelas serta dibumbui gambar biar gak bosen. Tips aja nih ya :) salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, iya si mas saya juga merasakan hal itu ketika mampir di blog seseorang walaupun isinya bagus tetapi bosen juga kalau terlalu banyak ... Terima kasih tipsnya, Salam kenal :)
      Semoga bisa lebih baik lagi kedepannya .. He

      Delete