Memilih dan Memutuskan

21:31:00 Mad Solihin 0 Comments


Hari ini salah satu teman saya, namanya Ayu Maslahah teman satu kelas di kampus mengirim pesan (SMS) yang memberitahukan tentang jadwal ujian komputer jika mau diajukan ia akan mengatakan pada temannya supaya saya bisa ikut ujian tanggal 30 Juli besok. Namun karena pada tanggal tersebut saya sudah mengiyakan tawaran Mas Mizan untuk menemaninya ke Banyumas, maka saya pun tidak mengambil kesempatan tersebut. Dilema sebenarnya, karena jadwal saya ujian komputer yang tertera di web adalah tanggal 27 Agustus 2016 yang artinya saya tidak bisa ikut wisuda gelombang pertama jika tidak ada alternatif lain. Tetapi jika saya ambil kesempatan tersebut, saya tidak enak dengan Mas Mizan dan melewatkan moment paling sakral antara Mas Mizan dan Mba’ Anis. Pernikahannya yang hanya sekali. Dan hati nurani saya lebih condong untuk mengambil keputusan menjadi saksi ketika mereka mengambil janji suci.  

Kenapa tidak bisa wisuda gelombang pertama ?? Karena deadline akhir pendaftaran wisuda adalah tanggal 16 Agustus 2016. Sedangkan sertifikat komputer merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi jika ingin bisa mendaftar wisuda. Jadi, ketika tidak ada alternatif lain saya dapat sertifikat komputer maka kemungkinan besar adalah wisuda gelombang dua. 

Kabar tentang kesempatan ikut ujian komputer jam ke 3 pun saya beritahukan ke Rofik. Beberapa waktu lalu dari gaya dan usahanya agar bisa ikut ujian komputer diajukan, ia sangat ingin wisuda gelombang pertama. Saya bisa sebenarnya menahannya untuk tidak ikut ujian komputer sabtu besok dan memilih untuk pembinaan sesuai rencana kemarin katika berusaha menemui Mas Dika di Rektorat. Namun, setiap orang punya prinsip dan kemauan yang berbeda. Maka saya pun membiarkan ketika ia memutuskan untuk ikut ujian komputer yang di majukan walau dari nada sms yang ia kirim sebenarnya galau karena saya tidak ikut. 

Bagaimana dengan saya ??

Memilih dan memutuskan. Kehidupan selalu dipenuhi dengan dua hal tersebut, memilih dan memutuskan. Dalam hal memilih ada dua kemungkinan yang bisa diambil, memilih kedua-duanya atau mengorbankan salah satunya. Dan saya memilih untuk mengorbankan salah satunya karena memang itu lah pilihannya. Tentang konsekuensi atas pilihan dan keputusan yang saya ambil sudah saya prediksi dan pertimbangkan. 

Pertama, jika sudah tidak ada alternatif lain untuk ujian komputer dan dapat sertifikat sebagai persyaratan wisuda maka kemungkinan besar saya wisuda gelombang dua. Tentang hal ini saya tidak terlalu mengkhawatirkan karena orang tau saya tidak pernah menargetkan saya harus begini dan begini termasuk harus wisuda gelombang pertama. 

Kedua, jika memang saya harus wisuda gelombang kedua maka kemungkinan saya juga akan terkana tagihan semester sembilan waluapun sudah ikut munaqosah. Tentang hal ini, saya yakin Allah sudah menyiapkan melalui perantara orang tua .. Hehe

Ketiga, saya akan belajar tentang kemungkinan-kemungkinan dan ketidakpastian. Apakah saya akan mengutuk diri karena mengambil keputusan ini atau akan lebih bijaksana karena setidaknya saya sudah berani untuk mengambil keputusan berdasarkan diri sendiri bukan karena orang lain. 

Keempat, saya akan pasif atau mengambil inisiatif agar bisa mendaftar wisuda gelombang pertama. Karena sistem web juga yang membuat manusia maka manusia juga bisa mengaturnya. Tentang berhasil atau tidak, itu urusan lain yang penting ada usaha. Percayalah, kita akan menemukan hal baru yang tidak akan ditemukan orang lain jika kita juga melakukan sesuatu yang lebih dari orang lain. 

Kelima, dari kemungkinan-kemungkinan terburuk diatas dari poin pertama sampai poin keempat setidaknya poin kelima ini adalah salah satu poin yang membuat saya selalu percaya bahwa ada hikmah di balik setiap peristiwa. Tergantung setiap orang dalam merensponnya. Poin kelima itu adalah “Ide Tulisan”. Ya, setidaknya dari keputusan yang saya ambil tersebut ada satu nilai positif yang muncul yaitu menghasilkan tulisan ini.

Tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Andaikan ada kesempatan yang hilang gara-gara saya memilih dan memutuskan untuk tidak ujian komputer tanggal 30 Agustus besok, percayalah ada kesempatan-kesempatan lain yang Allah sediakan untuk kita. Ketika ada yang bilang kesempatan tidak datang dua kali, percayalah bahwa kesempatan tidak hanya satu. Seperti halnya seseorang yang datang kemudian pergi, percayalah bahwa masih banyak seseorang yang akan datang lagi. 

Banjarnegara, 28 Juli 2016 15:42
Mad Solihin

You Might Also Like

0 comments: