Ramadhan ke 8 : Rasa Takut

00:58:00 Mad Solihin 0 Comments

Tadi sore ada sebuah pesan dari seorang teman di BBM yang mengabarkan bahwa saya disuruh menemui guru saya, sebut saja Mas Hasan (nama samaran). Seketika itu ada perasaan takut lantaran komunikasi kami saat ini sedang agak renggang. Takut di marahi, takut disuruh ini itu, yang jelas perasaan takut itu tetiba saja muncul. Perasaan yang sebenarnya sangat tidak perlu, toh itu belum terjadi dan karena memang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Yang ada kita hanya menebak-nebak saja dengan persepsi positif atau pun negatif. Sayangnya yang saya gunakan adalah persepsi negetif (negative thinking).

Sesuai dengan intruksi yang saya dapat dari teman saya, maka pukul 16.30 saya sudah berada di rumah beliau. Saya ketuk pintu depan. Tak ada jawaban. Saya mengetuk lagi dan kali ini istrinya yang membuka pintu dan mempersilahkan saya masuk. Tak lama setelah itu, Mas Hasan pun keluar menemui saya di ruang tamu. Segera saya meraih tangannya untuk salaman.

“Besok rabu ada survei dari pusat untuk mengisi kuisioner jadi jam sembilan sudah harus sampai kantor dan wajib hadir, tidak boleh ada alasan apapun,” katanya langsung menyampaikan poin kenapa saya disuruh menemui beliau. 

Hanya itu dengan durasi kurang lebih 5 menit. Setelah itu selesai dan saya pun pamit. Prasangka ini dan itu, perasaan takut yang muncul sewaktu masih di rumah ternyata hanya prasangka saja dan itu tidak terjadi sama sekali. Ah, betapa kita sering sekali berprasangka buruk terhadap apa yang akan kita lakukan. Kita terlalu mencemasakan dengan kemungkinan ini dan itu, padahal itu belum terjadi dan hanya baru dalam pikiran. Bisa dipastikan ketika kita mau melakukan sesuatu dan kemungkinan terburuk yang memenangkan pertempuran “pikiran kita”, bisa dipastikan kita tidak jadi melakukan sesuatu.

Percayalah bahwa sesuatu yang belum terjadi itu akan baik-baik saja. Tak perlu dicemaskan atau kita takuti. Yang perlu kita lakukan adalah jalani dan gunakan insting positif sehingga yang tercipta bukan rasa takut tetapi rasa percaya diri.

Pringamba, 13 Juni 2016

You Might Also Like

0 comments: