Ramadhan Ke 7 : Bersalah

22:35:00 Mad Solihin 0 Comments


“Seperti kaca retak yang tak lagi sempurna”

Sehebat apapun seseorang, ia tak akan mampu mengembalikan kaca yang sudah pecah untuk kembali utuh. Semahal apapun lem yang digunakan dan mungkin bisa meng-utuh-kan kembali kaca yang pecah, bahkan sampai tak tampak retakannya seolah belum pernah pecah tetap saja sejatinya ia sudah pernah pecah. Aku, tak mungkin bisa mengembalikannya kecuali waktu bisa diputar mundur. 

Tak sempurna. Bukankah memang tak ada yang sempurna? Andaikan engkau mengingini aku tak luput dari salah, sungguh aku bukan malaikat atau pun nabi yang Allah sendiri penjaganya sehingga ma’sum, terjaga dari perbuatan dosa. Aku tak sempurna. Jika engkau mengingini kesempurnaan dalam diriku, aku sendiri yang menjamin bahwa engkau tak akan menemukan hal itu.

Harapan

Masih ada hari esok. Maka aku percaya bahwa masih ada harapan. Percaya kah engkau dengan hal itu? Aku, percaya. Percaya bahwa masih ada waktu untuk berubah menjadi lebih baik. Andaikan kemarin atau masa lalu ku penuh dengan dosa, aku percaya bahwa ampunan Allah lebih besar dari dosaku. 

Masih mau kah engkau berjalan denganku? Berjalan untuk menjemput harapan, karena saya yakin masih ada hari esok. 

*Tulisan ini adalah tembusan atas ketidak konsitenan sebagaimana niat awal di Ramadhan tahun ini. #Oneday_OneArticle
Banjarnegara, 29 Juni 2016

You Might Also Like

0 comments: