Ramadhan ke 3 : Makanan

12:11:00 AM Mad Solihin 0 Comments


#3 Ramadhan 1437 H / 8 Juli 2016

Sudah cukup lama keluarga saya mengkonsumsi mie instan dan telur sebagai lauk andalan, termasuk waktu buka dan saur kemarin. Selain praktis, harganya juga terjangkau. Hanya saja lama-kelamaan lidah jengah juga jika dijejali dengan lauk yang sama setiap hari. Saya pun sebenarnya ingin protes, namun melihat rutinitas ibu yang saya yakin lelah jadi cukup lah saya simpan dihati. Tak enak untuk saya sampaikan. Saya pun mencoba untuk tetap bersyukur karena mungkin diluar sana banyak orang yang lebih kelaparan dan tidak seberuntung saya. Rasanya jauh lebih baik daripada mengeluh dan menuntut apa yang kita inginkan. 

Ada sebuah hadits yang menerangkan bahwa dalam urusan dunia kita memang harus melihat orang yang dibawah, tujuannya tidak lain adalah agar selalu bersyukur. Namun dalam hal akhirat dan ilmu tentu harus melihat orang yang diatas agar terpacu untuk bisa setara dengan mereka. Setidaknya kita akan merasa malu jika bersikap sombong karena ada orang yang lebih baik dan pintar dari kita.

Hey para calon ibu, bolehkah saya berpesan? Jika suatu saat nanti tiba waktu berumah tangga, menyediakan makanan ternyata sangat penting lho. Selain menjadi sumber kekuatan, juga berpengaruh pada psikolgi seseorang sehingga timbullah perasaan senang. Ketika hati senang saya yakin energi yang keluar banyak positifnya.

Terus bagaimana dengan calon bapak, punya kah kewajiban? Tentu saja. Bagaimana seorang istri menyiapkan makanan jika kebutuhan belanjanya tidak terpenuhi. Ketika pekerjaannya menumpuk dan berdouble-double. Ah keluarga, percampuran dua orang berbeda untuk saling melengkapi. 

Pringamba, 8 Juni 2016

You Might Also Like

0 comments: