Ramadhan ke 11 : Berlatih Menulis dengan Suara Merdeka

5:16:00 PM Mad Solihin 0 Comments


Selasa (14/6), saya berkesempatan untuk mengikuti acara Gerakan Santri Menulis Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2016 yang bertempat di Pondok Pesantren Mifathussholihin Brayut Sigaluh Banjarnegara. Acara yang diadakan oleh Suara Merdeka dan telah berjalan selama 22 tahun ini pernah saya ikuti pada tahun 2013 yang waktu itu bertempat di Pondok Pesantren Al-Mubarok Manggisan Wonosobo.

Secara materi tidak jauh berbeda dengan yang saya ikuti dulu, justru lebih mendalam waktu di Wonosobo karena mulainya sejak pagi sehingga setelah dhuhur sampai maghrib benar-benar di isi dengan materi yang berkaitan dengan jurnalistik. Sedangkan kemarin waktunya habis di pembukaan. Padahal angan saya sewaktu membayangkan acaranya, pelatihan dimuali dari pagi sampai maghrib sehingga banyak ilmu yang diserap. Eh, malah paginya di isi dengan promosi dari FKPT (Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme), UNWAHAS dan UNISULLA. Sedangakn pembukaan dimuali pukul 13.00 sampai jam 15.00 yang setelah itu langsung shalat asar. Tak cukup itu, ketika mau mulai ternyata listriknya mati yang menjadikan pelatihan hanya sekitar satu jam. Kesan pun berganti, teman saya bilang ini namanya “seminar jurnalistik”.

Ada pahit tentu ada juga manisnya. Seperti halnya kegiatan ini, saya juga mendapat ilmu baru yang berasal dari ceramah ketika sambutan pembukaan yang semua itu berkaitan dengan dunia tulis menulis sehingga menguatkan saya untuk menekuni dan medalami tentang hal yang berkaitan dengan tulisan. Soal pengulangan materi saya yakin tidak ada yang sia-sia, karena bagiamana pun pelatihan itu bukan untuk saya sendiri tetapi banyak peserta yang mungkin baru pertama kali mengikuti. Walhasil, bagi mereka yang belum tahu menjadi tahu, bagi mereka yang sudah tahu meningkat menjadi paham. 

Tak hanya itu, saya pun berkesempatan untuk mengenal orang-orang yang berkecimpung dalam dunia wartawan, khususnya di Suara Merdeka. Harapannya kedepan silaturahim ini bisa menjadi jalan untuk saya mencicipi bagaimana rasanya menjadi seorang wartawan. Semoga.

Diakhir acara, saya juga mengulangi apa yang dulu pernah saya alami ketika Gerakan Santri Menulis Sarasehan Jurnalistik Ramadhan 2013 di Wonosobo yaitu mendapat kaos sebagai hadiah atas tulisan liputan berita ketika pembukaan. Bersama dengan delapan orang lainnya, tulisan saya sudah cukup bagus dan hampir standard dengan kriteria berita yang ditulis di media cetak. Tentu ini membuat saya merasa yakin bahwa saya pantas untuk menjadi seorang wartawan walau pun masih banyak hal yang harus dielajari. Semoga.

Pringamba, 16 Juni 2016

You Might Also Like

0 comments: