Ramadahan ke 12 : Ranah 3 Warna

12:02:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Ranah 3 Warna
Ranah 3 Warna adalah novel kedua dari trilogi Negeri 5 Menara yang dikarang oleh Ahmad Fuadi. Jika novel pertama Negeri 5 Menara berisi kisah Alif selama di Pondok Madani dan novel ketiga Rantau 1 Muara berisi kisah perjalanan Alif menjadi seorang wartawan dan tentang pernikahannya yang karena mendapat beasiswa kuliah di luar negeri maka bersama istrinyapun di bawa ke luar negeri lengkap dengan seluk beluk kehidupan rumah tangga, maka di novel kedua ini berisi lanjutan kisah Alif yang telah selesai dari Pondok Madani, kisah perjuangan agar bisa kuliah dengan mengikuti ujian kesetaraan SLTA dan lika liku perjalanan selama menjadi mahasiswa di Bandung, tepatnya di Universitas Padjadjaran jurusan Hubungan Internasional.

Saya sengaja menempatkan novel Ranah 3 Warna ini di urutan ketiga karena memang novel ini saya baca setelah membaca buku yang pertama dan ketiganya. Novel pertama saya baca karena saya memilikinya, novel yang ketiga saya baca hasil pinjam di Perpusda Wonosobo sedangkan novel yang ketiga ini saya baca hasil pinjaman dari Rizka Wahyu Akbar. Novel inspiratif dan penuh dengan motivasi yang membuat saya berandai-andai semoga suatu saat nanti bisa mengikuti jejaknya, menjadi pendekar tinta yang setiap kata bisa menggores pembaca dan menghancurkan zona nyamannya sehingga mereka menjadi pribadi yang hebat. #ngelantur ya ... tetapi semoga bisa menjadi doa. Karena bukankah itu inti dari novel kedua ini, Meraih Mimpi. 

Novel dengan ketebalan 477 halaman ini selain berisi mengenai perjalan kisah Alif kuliah di Bandung juga berisi tentang kisah masa-masa Alif menjalani program pertukaran Pemuda Indonesia dan Kanada. Syaratnya cukup mengisi formulir dan ikut tes tertulis dan wawancara. Hanya saja ada satu kendala yang membuat Alif harus extra keras berdebat dengan penguji sewaktu wawancara, yaitu soal kesenian apa yang bisa ditampilkan padahal untuk urusan yang satu ini Alif bukan ahlinya. Cerita ini lah yang membuat saya merasa tertantang untuk bisa ke luar negeri, syukur bisa kuliah disana. Andaikan ada kesempatan, mungkin saya pun akan mengalami nasib yang sama dengan Alif karena untuk kesenian saya tak punya keahlian di bidang ini. Ah, baru sadar ternyata kesenian penting juga ya. 

Selesai membaca novel ini ada beberapa motivasi yang saya angkap bahwa, ”Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak”. Jarak ini bisa hanya satumeter, tetapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi juga bisa puluhan tahun. (Novel 3 Menara : 468)

Selain mantra “Going the Extra Mile”(lebihkan usaha) yang menjadi andalan dalam novel ini, juga ada mantra “Man Jadda Wajadda” (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil), “Man Shabara Zhafira” (Siapa yang bersabar akan beruntung) dan “Man Yazro Yahsud” (Siapa yang menanam akan menunai).

Buku                : Ranah 3 Warna
Penulis             : Ahmad Fuadi
Penerbit          : PT Gramedia Pustka Utama
Tebal               : 477 Halaman

Sumber gambar disini

Pringamba, 17 Juni 2016 23:49 WIB

You Might Also Like

0 comments: