Jangan Bersedih

12:38:00 AM Mad Solihin 0 Comments


Malam semakin larut. Mataku juga sudah merajuk meminta dipejamkan. Namun tetap saja aku paksa agar tetap terjaga. Ada kegelisahan yang menyeruak ke dalam relung hati, menyisakan rasa bersalah atas apa yang telah aku lakukan. Oh Tuhan, andaikan saja waktu bisa diputar mundur dan mengembalikan apa yang sudah terjadi. Sayang, itu mustahil bahkan sangat mustahil. Maka, tinggallah penyesalan yang akhirnya harus aku rasakan. Jika yang ku lakukan hanya diriku sendiri yang merasakan akibatnya mungkin aku tak akan merasa begitu bersalah. Namun, kali ini berbeda. Ada yang menangis gara-gara diriku dan itu sungguh membuatku merasa bersalah.

“Tuhan, bukankah ampunan-Mu seluas samudra? Maka ampunilah hamba-Mu ini. Kembalikan senyum cerianya. Aku tak tega jika mendengarnya bersedih. Tuhan, bukankah Rahmat-Mu lebih luas daripada murka-Mu? Maka, ijinkanlah hamba-Mu ini memperbaiki diri.” Rintihku dalam hati.

“Hey, sudah tidurkah engkau?” Tanyaku pada kesunyian malam. Berharap bahwa pertanyaan itu akan sampai dengan perantara angin malam.

“Rijal, sudahlah. Jangan engkau terlalu larut dalam kesedihan. Toh tak ada gunanya engkau merasa bersedih, karena itu tak akan mengembalikan apa yang sudah terjadi. Yang harus kamu lakukan adalah memperbaiki diri. Percayalah, mungkin itu salah satu cara Tuhan mengingatkanmu.” Kataku kepada diri sendiri.

Bagaimana dengannya? Apakah dia baik-baik saja? 

“Tuhan, jaga dirinya. Kembalikan senyum cerianya. Berilah kekuatan dan kesehatan padanya.”

You Might Also Like

0 comments: