Pemasangan Kijing dan Batu Nisan

9:04:00 AM Mad Solihin 0 Comments


Pringamba, 26 Mei 2016
Makam Mbah Kyai Candra Geni
Kamis lalu adalah hari dimulainya pemasangan Kijing/Batu Nisan untuk tujuh makam leluhur yang dikeramatkan di pemakaman desaku. Tidak tanggung-tanggung, harga per kijing/batu nisan adalah Rp. 5.500.000,- Jika ditotal secara keseluruhan maka seharga Rp. 38.500.000,- itu pun belum ditambah bata, semen, pasir dll. Pendanaan itu dilakukan secara sukarela oleh warga dengan kisaran Rp. 50.000,- dan Rp.100.000,- /KK. Cukupkah ??? Tentu saja tidak, disinilah peran Bapak H. Kasto dan Bapak Sarwono. Dua kakak beradik inilah yang menjadi dermawan yang tidak perlu diragukan lagi. Bahkan menurut cerita yang saya dengar, biaya pembelian batu nisan akan ditanggung oleh dua orang tersebut jika dari masyarakat tidak ada iuran. Terima kasih, Jazakumullah semoga keberkahan dan dan rahmat Allah selalu menyertai kalian. Aamiin.

Batu nisan ini pesan di Muntilan, Magelang dengan berat per batu nisan sekitar 6 kwintal. Itu tidak lain karena batu nisan dengan ukuran kira-kira 160 x 50 cm ini terbuat dari batu semua, tidak berlubang laiknya batu nisan yang sering di pakai oleh masyarakt biasa. 

Adapun nama para leluhur yang dikeramatkan adalah :
1.    Mbah Kyai Candra Geni. Awalnya makam Kyai Candra Geni ini tidak akan diganti karena sudah bercungkup. Namun anehnya, si pembuat yang di Magelang malah menuliskan nama beliau pertama kali sehingga batu nisan yang awalnya hanya pesan 6 ditambah menjadi 7.
2.    Kyai Klowong. Menurut cerita yang saya dengar, Kyai Klowong adalah seorang petani. Ada pohon andai-andaian yang berada di samping makamnya adalah bekas tongkat. Ada yang bilang bekas doran (gagang cangkul).
3.    Kyai Ciung Wanara. Kyai Ciung Wanara ini adalah salah satu leluhur yang banyak mempunyai peliharaan. Salah satunya adalah Kera Putih. Jangan penasaran bentuknya seperti apa ya, karena selama ini saya pun belum pernah melihatnya.
4.    Kyai Menawa Suci
5.    Kyai Garwati
6.    Kyai Masuanti. Ketiga makam ini (no 4-6) katanya adalah pecinta seni.
7.    Kyai Jali Khotob. Hampir sama dengan Kyai Ciung Wanara, Mbah Kyai Jali Khotab ini juga punya peliharaan ular Jali/ ular tambal.
Penting kah Memasang Kijing dan Batu Nisan?
Menurut penulis, pemasangan kijing dan batu nisan ini sangat penting. Alasannya sederhana, orang yang hari ini tahu tentang cerita mereka tidak hidup selamanya. Tentu, pengetahuan itu akan lenyap dengan meninggalnya orang yang tahu cerita mereka kalau tidak ada tanda yang bisa menjadi petunjuk. Nah, pemasangan kijing dan batu nisan ini adalah salah satu bentuk ikhtiyar untuk menunjukan kepada para generasi turun temurun bahwa ini lho makam para leluhur yang menjadi generasi awal di Pringamba. Wallahu a’lam bisshowab.
Makam Mbah Kyai Jali Khotob

Makam Mbah Kyai Masuanti, Menawa Suci & Garwanti

MakamMbah Kyai Klowong
Makam Mbah Kyai Ciung Wanara

Kijing   : Batu penutup makam yang menyatu dengan batu nisannya.
Leluhur : Arwah/ orang yang sudah meninggal.
Sumber : Cerita di atas saya dapat dari Lik Haryanto pada Kamis malam, 26 Mei 2016.

(PP. Asy-Syuja’iyyah) Wonosobo, 28 Mei 2016 08:55
Mad solihin

You Might Also Like

0 comments: