Plososari

10:42:00 AM Mad Solihin 0 Comments


Plososari adalah salah satu desa di Kecamatan Patean Kabupaten Kendal, desa yang menjadi tempat saya KPM. Tempat yang selama satu bulan akan menjadi tempat saya dan teman sekelompok belajar tentang masyarakat, belajar berinteraksi, membaur dan mungkin melakukan pencitraan bahwa kita adalah kaum terdidik. Haha

Desa yang katanya menduduki peringkat kedua dalam hal pernikahan usia dini se-Kecamatan Patean ini mempunyai sembilan dusun, yaitu Ngandong, Ngampel, Ploso, Jetaan, Gedugan, Sengon Jurang, Sengon Gunung, Kampir dan Rambut Gono. Namun karena keterbatasan porsonil dan motor, maka kami hanya memusatkan pada tiga dusun, yaitu Ngampel, Sengon Jurang dan Ploso. Maklum, jarak per dusun lumayan jauh jika ditempuh dengan jalan kaki. 

Saat ini Kades Plososari mengalami kekosongan dan sementara Sekdes lah yang menjadi Plt. dan baru akan dilakukan Pilkades serentak di bulan Juni (kalau gak salah Hee). 

Kamitua/Bekel, demikianlah julukan akrab di desa ini untuk seorang Kepala Dusun (Kadus). Kamus baru yang pertama kali saya dengar. Di rumah Bapak Sugeng selaku Kamitua Ngampel adalah tempat yang menjadi posko kami selama satu bulan. Beruntung dapat tempat disini, pasalnya satu kelompok menjadi satu sehingga untuk komunikasi dan briefing terait kegiatan lebih mudah dan cepat. Suasana kekeluargaan pun begitu terbangun. 

Menurut data yang kami dapat dari Balai Desa, jumlah penduduk total sebanyak 2.275 jiwa dengan komposisi laki-laki 1.958 dan perempuan 317. Petani jambu adalah mata pencaharian mayoritas masyarakat disini. Untuk agama, masyarakat disini lengkap mulai dari Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Khatolik. 

Bola Volly adalah olahraga yang saat ini menjadi kegemaran pemuda disini sehingga setiap sore pasti ada permainan volly di setiap dusun. 

Satu lagi, di sini ada juga petilasan Sunan Ampel, sehingga pesantren pun namanya Sunan Ampel, tepatnya di Dusun Ngampel. Katanya pengasuh pesantren tersebut masih keturunan ke-13 dari Sunan Ampel. Menurut cerita yang saya dengar, Sunan Ampel pernah berada di sini selama satu minggu. Untuk ngalap barakah, setiap malam jum’at diadakan mujahadah di petilasan Sunan Ampel tersebut. 

Plososari Petean Kendal, 2 April 2016

You Might Also Like

0 comments: