Pesan Kyai Matori

09:36:00 Mad Solihin 0 Comments

“Kesuksesan seseorang itu bukan karena keras dia berusaha tetapi murni karena anugrah-Nya. Namun, anugrah-Nya tidak mungkin diturunkan jika seseorang tak pernah berusaha keras.”
Untuk kedua kalinya pesan itu terulang. Pesan yang disampaikan oleh Bapak Kyai Matori di sowan keduanya, saat kami (Saya, Misbah, Miftah dan Narwin) bertandang ke rumah beliau untuk mengundangnya sebagai pembicara dalam acara Peringatan Isra’ Mi’raj sekaligus Perpisahan kami (Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat Universitas Sains Al-Qur’an -UNSIQ- Jawa Tengah di Wonosobo).

Sayang undangan lain sudah mendahuluinya, undangan yang mengharuskan dan tidak bisa ditinggal. Wal hasil beliau pun hanya mendoakan untuk kesuksesan acara kami. Katanya, doa orang yang tak terlihat lebih ijabah. 

“Doa orang yang tidak berhadapan itu lebih mudah terkabulkan daripada orang yang berhadapan. Karena orang yang berdoa tidak dihadapan orang yang didokan itu adalah bukti cintanya, sedangkan orang yang berdoa dihadapannya bisa saja karena tidak enak atau terpaksa,” katanya menasehati. 

Saya hanya mengiyakan dalam hati dan memang seperti itu adanya. Bukan kah berdoa dan mengingat seseorang adalah tanda bahwa kita mencintainya ?? Semoga saja aku selalu terselip dalam doa mu. Hhhee

Berkumpullah dengan orang sholih. Demikianlah salah satu syair obat hati yang sering dilantunkan di masjid atau mushola sebelum sholat fardhu dilakukan sebagai puji-pujian. Tentunya sang pengarang tidak semb arangan dalam membuat syair tersebut karena memang begitulah nyatanya. Seperti yang saya rasakan ketika sowan di kediaman Pak Kyai Mutori. Banyak petuah dan nasehat yang keluar dalam setiap kata yang beliau ucapkan. Walaupun disampaikan dengan cara humor dan santai namun tetap mengena. Dari pembawaan dan cara bicara, beliau sangat paham dengan lawan bicaranya. Itulah yang  membuat kami nyaman untuk berlama-lama di padepokan yang penuh dengan burung di kiri kanannya. 

“Saya minta maaf tidak bisa memenuhi undangan ini. Saya hanya bisa mendoakan semoga selamat ilmunya. Karena itu menjadi hal yang sangat penting bagi seorang pencari ilmu,” begitulah nasehat dan doa yang beliau sampaikan. Menurutnya keselamatan ilmu adalah hal yang paling penting karena sekarang banyak seorang mempunyai ilmu tetapi ilmunya menjadi petaka baginya. Sebut saja Barseso, ulama yang mempunyai banyak murid namun akhirnya terjerumus juga ke dalam su’ul khotimah. Cerita lengkapnya bisa cari sendiri. Hhe

Pemaknaan dari teman saya atas pesan beliau ketika saya tanyakan adalah ilmu itu untuk diamalkan. Simple tetapi mengena. Sebut saja larangan untuk tidak mabok, ketika ilmu itu diamalkan maka kita pun tidak akan terjerumus ke dalam dosa. 

Terakhir beliau berpesan agar kami senantiasa untuk berbakti kepada kedua orang tua karena mereka lah sumber keridhoan Allah Swt.  salah satunya adalah mendoakan keduanya setiap selesai sholat fardhu baik ketika keduanya masih hidup ataupun sudah meninggal. Tak hanya orang tua, beliau juga berpesan agar selau mendoakan guru-guru kita, karena atas jasa dan bimbingan mereka lah kita mengenal alif ba ta. Mereka lah yang menghidupkan dan mencukupi ruh serta otak kita dengan ilmu. 

Terima atas nasehat, ilmu dan doanya. Barakallah wa jazakumullah ahsanal jaza’, semoga lain waktu bisa bertemu kembali dan bisa belajar banyak ilmu lagi. 

Plososari Patean Kendal. Rabu, 20 April 2016 07:14 WIB
Mad solihin

You Might Also Like

0 comments: