Cerita

23:16:00 Mad Solihin 0 Comments

Bagaimana denganmu? Sudah pernah kah dekat dengan seseorang sedekat ini?

Akhirnya pertanyaan itu keluar juga. Pertanyaan yang sudah saya tunggu sejak kemarin setelah sebelumnya ia bercerita menanggapi kekepoan yang saya lontarkan. Ya, meskipun awalnya mungkin ia merasa malu. Dan kenapa saya menunggunya, tidak lain karena saya yakin ia pun penasaran dan punya rasa ingin tahu tentang bagaimana kehidupan saya di masa lalu.

Saya pun menjawabnya. Menyelipkan canda dengan menceritakan hanya sepotong saja. Biar ia gregetan. Hee Dan benar saja, ia yang tak suka memaksa hanya pasrah dengan nada suara merajuk berharap agar saya menyelesaikannya. Walapun ia berujar terserah, tetapi saya yakin dalam hatinya tersimpan keinginan agar saya melanjutkan ceritanya. Bukankah begitu putri?? He

Malam itu benar-benar menjadi saat yang menguatkan saya untuk menggenggam tangannya lebih erat. Bahkan tak akan saya lepaskan. Banyak hal yang waktu itu cukup mengurai rasa ragu, meneguhkan komitmen untuk saling bertahan bukan dipertahankan. Namun, ada satu cerita yang ia tunda. Katanya ingin menceritakan langsung ketika bertemu.

Allah tempat menggantungkan harapan dan bersandar.

Pembicaraan tentang rencana kedepan itu terasa semakin dalam. Namun ketika mempertimbangkan waktu yang masih cukup lama, maka hanya Allah lah tempat bersandar dan menggantungkan harapan. Karena Dia lah yang mengaturnya dan ketika apa yang kita harapkan meleset, maka tidak akan ada rasa sakit sehingga mudah untuk bangkit kembali.

Terima kasih atas waktunya. Saya tunggu ya ceritanya. Berdoa lah semoga Allah menyatukan kita dalam ridho-Nya. Aamiin.

Wonosobo, 17 Maret 2016 22:55 WIB

You Might Also Like

0 comments: