Tanda Tangan Kontrak

18:05:00 Mad Solihin 0 Comments

Selasa lalu bersama dengan Eman, untuk yang ketiga kalinya saya pergi ke kantor Bumida Muda di Purwokerto. Jika yang pertama dan kedua adalah untuk pelatihan maka yang ketiganya adalah untuk tanda tangan kontrak (MoU) serta menyerahkan ijazah sebagai jaminan keseriusan. Dan ini adalah pengalaman pertama saya benar-benar merasakan iklim kerja. Walau santai dan tidak menuntut ke kantor laiknya pegawai tetap, tetapi cukuplah ini menjadi tempat untuk mengukur seberapa kemampuan yang saya miliki.

Penghasilan sendiri. Akh ya, umur saya sudah terlalu tua dan malu juga jika harus meminta uang kepada orang tua terus-menerus. Dalam keadaan tertentu bolehlah meminta, tetapi untuk uang harian haruskah meminta terus menerus? Tentu saja tidak. Bahkan kalau bisa wajib untuk membantu mereka.
Kegiatan organisasi juga tak pernah bisa berjalan tanpa ada sarana pendukungnya salah satunya adalah uang. Tak mungkin kendaraan saya diisi air untuk pengganti bensin kan?

Wartawan. Saya masih menyimpan impian untuk kesana. Kapankah itu bisa tercapai? Biar waktu yang menunjukannya.

Pukul 10.00 WIB saya dan Eman sampai di Kantor Bumidaputera Muda. Setelah kami masuk dan disuruh untuk langsung ke lantai 2. Ternyata disana juga sedang ada diklat seperti yang kami lakukan sebelumya. Hanya saja jumlahnya Cuma 3 orang, 2 seorang perempuan dan satu laki-laki. Kami pun menyalami Pak Fathul Razi selaku Kasie Pemasaran yang saat itu sedang memberi materi.

Selang beberapa menit setelah kami duduk, Pak Rudi yang menjadi Superviewsor kami datang. Seusai salaman, beliau langsung menunjukan contoh sekolah yang sudah ikut asuransi pengamanan sekolah. Tanya jawab tentang asuransi pun kami lakukan sebelum kami disuruh untuk menemui Pak Sayuri, SE selaku Kepala Cabang Bumidaputera Muda Purwokerto. Jika melihat penampilan, ia masih terlihat muda kisaran umur 30 an lebih.

Dalam ceritanya, dia mengawali karier dari seorang marketing ketika kuliah semester 3. Kalau tidak salah tahun 94 an, waktu yang cukup lama sehingga ketika sekarang bisa menjadi kepala cabang itu hal yang wajar. Artinya untuk mencapai sesuatu memang membutuhkan proses panjang dan step by step, tidak langsung sekaligus.

Sebelum kami menandatangani MoU dengan Bumidaputera Muda, Pak Sayuri, SE. memberikan beberapa wejangan/nasehat seputar dunia marketing. Tentunya apa yang ia sampaikan berasal dari pengalaman beliau selama ini.
1.      Performance (Penampilan)
Sama halnya dengan perusahaan-perusahaan yang lain, di Bumida juga ada peraturan mengenai pakaian apa yang harus dikenakan. Senin-Selasa menggunakan kemeja lengan panjang, Rabu-Kamis menggunakan batik dan Jum’at menggunakan pakaian causal/bebas yang penting jangan kaos meskipun kaos tersebut berkerah. Dalam hati saya membatin, itu sesuatu yang saya tak inginkan sebenarnya. Saya ingin apapun pakaiannya bebas, namun itu adalah peraturan ya harus diikuti dan itu bukanlah masalah. Hanya saja tak ada kemeja dan dasi karena selama ini saya hanya membeli baju lengan pendek dan tidak pernah membeli kemeja lengan panjang. Bahkan untuk mengikuti pelatihan kamarin saya pun harus membeli kemeja putih lengan panjang.

Penampilan, pentingkah? Tentu penampilan sangat penting. Karena dari penampilanlah orang pertama kali akan melihat kita. Kita pun harus menyesuaikan siapa yang akan kita temui, jika ke bank hari senin-selasa maka wajib menggunakan kemeja dan berdasi, ke sekolah atau siapa pun audiennya kita harus menyesuaikan. Intinya jangan sampai penampilan kita lebih rendah daripada orang yang akan kita temui. Begitupun tentang tas, biasakan menggunakan tas cangklong bukan tas gendong. Deg, langsung deh kena karena selama ini kemanapun saya pergi pasti menggunakan tas gendong. Boleh si tas gendong, asal tas tersebut tas laptop.
2.      Planning (Rencana)
Bergeraklah sesuai rencana dan lebih baik tidak bergerak jika tak punya rencana. Demikianlah Pak Sayuri menjelaskan pentingnya rencana. Apa yang akan kita lakukan besok, besoknya dan besoknya. Karena tanpa rencana kita hanya akan berjalan tanpa memperoleh apapun. Sehingga lebh baik tidak bergerak ketika kita tidak mempunyai rencana. Dalam dunia marketing ini menjadi hal yang penting, pasalnya seorang marketing itu akan mendapatkan hasil jika apa yang ditawarkan laku. Dalam hal asuransi, seorang marketing akan mendapat income ketika ada orang yang ikut asuransi. Ketika tidak ya tidak ada income.
3.      Action
Setelah planning dibuat maka yang harus dilakukan adalah menjalankan planning tersebut. Di sini seorang marketing harus memasang muka tembok karena tidak mudah orang yang didatangi mau membeli apa yang ditawarkan. Ulang ulang ulang dan ulang. Begitulah beliau berpesan. Karena untuk bisa menarik sebuah benang merah ataupun kesimpulan, maka kita harus mengalami proses yang berulang. Orang yang seperti A, kita harus seperti ini. Orang yang seperti B, kita harus seperti itu. Yang jelas ada trial and eroruntuk bisa berhasil.
4.      Evaluasi
Sudah benarkah kita? Tentu saja kita merasa begitu, namun percayalah bahwa ternyata masih banyak kekurangan yang kita miliki hanya saja kita tak menyadarinya. Disinilah evaluasi diperlukan. Untuk mengingatkan dan memperbaiki hal-hal yang masih salah.
5.      Jaga Nama Baik Perusahaan
Menjaga nama baik perusahaan adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Jika suatu ketika kita berhenti bekerja kemudian menjelek-jelekkan perusahaan, maka ketika kita pindah di perusahaan baru kita juga berpotensi untuk menjelek-jelekkan perusahaan yang baru. Begitulah tabiat manusia.


Bismillah semoga ini menjadi tempat belajar untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik. 

You Might Also Like

0 comments: