Taklukan Masalahmu Rijal

19:38:00 Mad Solihin 0 Comments

Tak ada yang datang. Tidakkah mereka menganggap bahwa acara ini penting? Atau karena mereka punya kesibukan sendiri-sendiri. Akh ... serasa malas jadinya. Apakah semua harus dia yang mengerjakan. Tak ada konfirmasi, tak pula ada kejelasan. Dan ini bukan kali pertamanya, bahkan sudah seperti menjadi langganan, berkali-kali.

Entahlah, ada kah yang salah dengan dirinya. Atau siapa yang harus ia salahkan??

Sore itu Rijal kembali merenungi apa yang telah terjadi. Selama ini dia seolah sendiri. Memahami, rasanya sudah sering ia lakukan. Jarak, uang, kepentingan lain, itukah yang menjadi alasan mereka? Arggghhh ... serasa ingin marah dan berteriak sekencang-kencangnya jika mengingatnya kembali.

Mengeluh. Harus kah ia lakukan? Pada siapa ia akan mengeluh? Sesama pengurus? Itu hanya akan menjadikan yang mendengar menjadi tak semangat. Pada anggota yang baru, sama saja ia juga akan melenyapkan semangat mereka. Ia pun menyadari bahwa keluhan hanya akan menunjukan bahwa dirinya orang yang lemah dan bagi seorang pemimpin itu bukan hal yang baik. Keluhan hanya akan membuat pendengarnya merasa terganggu. Biarlah ia menyimpannya sendiri. Biarlah orang lain tahu manisnya saja dan tak usah tahu pahitnya.

Tiba-tiba saja ia teringat sesuatu. Allah, ya. Allah. Bukankah semua berasal dari-Nya. Dia lah tempat yang tepat untuk berkeluh kesah. Dia tak akan pernah bosan mendengar keluhan hamba-Nya. Dia lah sumber kekuatan.

“Tulislah masalahmu, siapa tahu dengan menuliskannya bisa membuatmu tenang,” pesan seorang teman suatu ketika. Tetiba saja ia ingat perkataan temannya tersebut. Katanya ia akan menuliskan masalahnya ketika sudah benar-benar kronis. Maka tak mau berlama-lama, Rijal yang sedari tadi melamun segera mengambil pena serta buku dan segera menuliskan apa yang ia rasakan.
Rijal, percayakah engkau bahwa pelaut ulung itu adalah hasil didikan badai ombak laut yang mengerikan? Ya, seorang pelaut ulung tak mungkin menjadi hebat jika hanya berlayar di laut yang airnya tenang. Begitupun dengan masalah, bukankah masalah itu menguatkanmu. Bukan malah menjadikanmu menjadi lemah dan tak berdaya. Masalah itu mendidikmu agar engaku bisa berpikir keras untuk mencari solusinya. Bukankah masalah memang selalu punya solusinya? Jika engkau tak percaya, mungkin karena engkau malas untuk berusaha mencarinya. Percayalah bahwa masalah adalah salah satu cara Allah mendidikmu agar menjadi pribadi yang hebat dan tangguh. Hanya satu kuncinya, Taklukan.
Kini perasaannya lebih tenang. Benar lah dengan menuliskan apa yang ia rasakan bisa menjadi obat atas masalah yang ia hadapi. “Baik lah aku bukan lah pecundang, aku adalah pemenang. Aku kuat dan aku mampu,” hatinya membatin.


Banjarnegara, 4 Februari 2016 19:30 WIB

You Might Also Like

0 comments: