Proposal Skripsi

23:59:00 Mad Solihin 0 Comments

Jika ada dua peraturan, satu ketat dan satu longgar anda milih yang mana ..?
Saya pribadi memilih yang longgar. Tetapi keduanya pasti punya konsekuensi sendiri-sendiri. Nah, kalau dalam hal pendidikan seperti proposal skripsi kira-kira milih yang mana antara yang mudah di Acc ketika meminta rekomendasi atau yang sulit. Lagi-lagi saya memilih yang mudah. Hanya saja, kemudahan itu membuat saya rasanya kurang tertantang apalagi ketika meminta rekomendasi tak ada komentar apapun. Di lihat, dibolak-balik kemudian di coret yang terlihat salahnya mencolok kemudian di tulis, “Acc Diseminarkan” dibawahnya dibumbui dengan tanda tangan dan tanggal hari tersebut.

Melihat hal tersebut saya hanya tersenyum saja. Setidaknya saya bisa ikut seminar selasa besok yang artinya satu beban terselesaikan. Bukankah hidup laiknya sebuah tangga, ketika kita berhasil naik satu tangga masih banyak tangga yang harus didaki.

Tak ada komentar. Sudah benarkah? Entahlah yang jelas, ini hanya awal saja. Keputusan revisi dan perbaikan ada tugasnya sendiri, penguji. Ya, di tangan penguji lah nasib proposal saya nantinya harus seperti apa yang dari penguji tersebut salah satunya akan menjadi pembimbing.

Tentang proposal yang saya buat sebenarnya masih belum terlalu mantap, hanya saja karena terdesak oleh waktu dan jadwal kegiatan yang tak menentu sehingga penelitian tentang akhlak dengan mengkaji kitab akhlaqul banin menjadi pilihan saya. Sempat ingin ganti judul saat Pak Nurul Mubin memberikan komentar bahwa tanpa membaca tulisan saya, orang lain pun sudah paham apalagi orang pesantren. Bagaimana tidak, kitab akhlaqul banin adalah kitab dasar yang diajarkan di peantren. Artinya kitab akhlaqul banin ini sudah menjadi pengetahuan umum yang kebanyakan orang sudah mengetahui isinya.

Setidaknya apa yang saya tulis akan menjadi bahan pembelajaran buat saya pribadi. Itulah alasan kenapa saya tetap mempertahankan judul tersebut disamping ada rasa malas juga. Hehe Walaupun saya sangat berharap bahwa skripsi yang nantinya saya buat bisa dibukukan. Menimal di usia yang relatif masih muda (dibawah 25 tahun) saya sudah mempunyai karya. Itu harapan saya, akan tetapi jika Allah berkehendak lain, semoga ada jalan lain yang bisa saya tempuh untuk bisa menjembatani saya berkarya.

Kenapa berkarya? Karena sepandai dan sehebat apapun kita, kata Pramodya Ananta Tour ketika tidak berkarya maka akan hilang dalam dalam masyarakat dan sejarah.


Banjarnegara, 15 Januari 2016 23:48 WIB

You Might Also Like

0 comments: