Bumida

22:58:00 Mad Solihin 0 Comments

Percaya dengan kekuatan motivasi? Seberapa pentingkah motivasi itu?
Saya percaya dengan kekuatan motivasi, karena dengan motivasi itulah kita akan berbuat lebih baik. Sebagaimana hari ini misal, saya bangun pagi lebih awal. Kenapa? Karena saya harus ke Purwokerto untuk mengikuti training makerting di perusahaan Bumida. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi. Jadwal training seperti disebutkan ketika saya ke kantornya senin lalu adalah pukul 08.00 WIB. Karena jarak yang cukup lumayan jauh maka saya pun harus berangkat lebih awal, pukul 06.30 WIB. Motivasi saya harus berangkat pagi itulah yang membuat saya bangun lebih awal.

Tak kurang akal, karena tak ada orang yang saya mintai untuk membangunkan maka saya pun menggunakan alarm hp. Pukul 02.30 WIB 03.00 WIB 03.30 WIB 04.00 WIB dan 05.00 WIB itulah jadwal waktu yang saya gunakan untuk alarm di hp. Harapan saya ketika saya bisa bangun lebih awal maka saya pun bisa menggunakan untuk menulis dan sisanya untuk persiapan berangkat ke Purwokerto. Sayang, dari deretan jadwal yang saya pasang pukul 05.00 WIB adalah waktu yang saya pilih. Hahaha #Parah Tetapi maklum saja, saya pun baru tidur pukul 00.30 WIB.

Dari situ saja merenung bahwa terkadang sesuatu itu awalnya harus dipaksa. Dari paksaan itulah pada akhirnya akan menjadi kebiasaan dan dari kebiasaan itu menjadi sesuatu yang membudaya. Berat, memang itulah hal yang harus dilakukan untuk mengawali sesuatu. Bayngkan saja jika kita tak pernah memaksa diri untuk bangun pagi, maka yang ada kita pun bangun siang terus. Bukankah dari paksaan itu kita akan terbiasa untuk bangun pagi? Bukankah begitu?

Kembali ke topik awal, Bumida. Saya ikut ini berawal dari informasi yang mas Sakhirin berikan. Ya, dari dialah saya akhirnya ikut program asuransi ini. Motivasi saya adalah untuk belajar tentang dunia kerja, melatih kecakapan dalam berkomunikasi. Masalah profit, awalnya tak terlalau saya pikirkan. Yang membuat saya menerima tawaran ini adalah untuk belajar. Bisa bertemu dengan banyak orang dan dari pertemuan dengan banyak orang inilah saya akan menyerap ilmu mereka.
“Jalinlah silaturahim dengan orang lain sebanyak-banyaknya, karena dari merekalah terkadang Tuhan memberikan jalan agar apa yang kita impikan bisa tercapai. “
Pukul 08.00 WIB saya sudah sampai di depan kantor Bumida. Ternyata yang lain belum sampai, padahal angan-angan saya dan Eman sudah telat. Nyatanya malah molor sampai satu jam. Tetapi tak apalah saya menjadi tahu sistem kantor dalam mengawali aktifitas. Ketika semua sudah berangkat sekitar pukul delapan lebih 10 menit, doa yang dipimpin oleh salah satu karyawan dilantunkan. Setelah itu dibacakan visi misi perusahaan Bumida yang ditirukan oleh semua hadirin. Tak lupa, nasehat-nasehat segar yang disampaikan oleh Bapak Fathul Rozi selau direktur membuat saya mengingat nasehat-nasehat bijak yang sudah pernah saya dengar.

Tentang kenapa harus menyalahkan atau mentertawakan orang lain ketika melihat mereka salah, bukankah lebih baik kita merasa kasihan dan kalau bisa membenarkan mereka?

Tentang seorang pemimpin. Bagiamana pun keadaan seorang pemimpin, mereka mempunyai peran untuk memajukan atau membawa kesuksesan apa yang dipimpin.

Hampir pukul 9 pelatihan/training dimulai. Sesion pertama adalah pengenalan profil Bumi Putera. Kemudian motivasi tentang pentingnya sebuah impian atau tujuan atau cita-cita ataupun target.
1.      Apa yang ingin anda capai Tahun ini?
2.      Ingin menjadi apa anda dimasa mendatang?
Dua pertanyaan itulah yang disuruh untuk kami jawab. Alasannya sederhana, kita kalian jelas targetnya maka jelas pula jalan yang akan kalian tempuh. Dan ketika jelas apa targetnya maka kemungkinan tercapaipun akan lebih cepat.

“Orang yang tidak mempunyai tujuan tidak akan mencapai apa-apa. Orang yang mempunyai tujuan tetapi tidak FOKUS juga tidak akan mencapai apa-apa.”

Asuransi Kebakaran dan Asuransi Kecelakaan Diri, itulah materi yang disampaikan seusai istirahat dan sholat dhuhur. Dari sinilah saya memulai mengerti apa itu asuransi dan apa manfaatnya. Sebauah pengalaman pertama dalam dunia kerja. Akankah saya akan bertahan menjadi marketing asuransi? Padahal saya mempunyai keinginan untuk menjadi wartawan atau jurnalis? Biarlah, waktu yang menjawab. Karena saya percaya bahwa Allah selalu mempunyai cara agar hamba-Nya bisa tersenyum J.

Banjarnegara, 27 Januari 2016 22:54 WIB

You Might Also Like

0 comments: