Tips Memilih Smartphone Android Berkualitas versi Penulis

01:42:00 Mad Solihin 2 Comments

Oppo Joy 3 (Jepretan di Malam Hari)
Bingung mau membeli hp baru ..? Merk nya apa dan bagiamana menentukan spesifikasi hp yang bagus dan tidak ..? Pengin tahu solusinya ..? Silahkan baca tulisan saya sampai selesai insya allah dapat pencerahan. Hee Gak percaya ..? Buktikan sendiri saja. Masih gak percaya juga...? Ini pengalaman asli lho bukan sekedar tulisan yang ngarang apalagi copas. Karena blog ini murni hasil tulisan penulis. J    
Toko "Blangkon" (Hasil Jepretan di Sore Hari)
Hari ini tepatnya Senin sore, 15 Desember 2015 setelah beberpa waktu lalu otak berdebat antara iya dan tidak, maka saya memutuskan untuk meng”iya” kan membeli hp baru di Toko “Blangkon”. Sepertinya baru kali pertama ini membeli hp dan sebelum membelinya, saya mau mencari tahu cukup detail tentang hp yang akan saya beli. Untuk hp-hp sebelumnya saya hanya melihat teman yang memakainya, setelah meriview dan pegang-pegang tanya-tanya sedikit, akhirnya saya tertarik dan ketika ada rezeki tak banyak tanya langsung saja pergi ke counter dan membelinya. Meskipun ketika di counter saya mecoba tanya-tanya ini dan itu . Tahukah kah kalian apa tujuannya ..? Hanya sekedar untuk basa basi. Hahaha

Kali ini saya membeli HP merk OPPO tipe Joy 3 (A11w). Dan tahukah kalian bahwa ternyata ini melenceng 360° dari rencana awal. Pasalnya ketika mau membeli, saya sudah mantap mau membeli HP Asus Zenfone Go. Itu pun hasil recomendasi atas hasil review membaca tulisan-tulisan mengenai HP Asus. (Efek melihat banyak teman menggunkan Azuz. Jadi terpengaruh .. Haa) Selain karena menyesuaikan dengan kondisi dompet yang pas-pas an lah ya. Sempat tertarik juga dengan Asus Zenfone C, namun ketika tahu bahwa kualitas kamera depan masih VGA ditambah saat acara di Purwonegara ada teman yang menggunakan Asus Zenfone C dan melihat hasil dari kamera dapan yang rasanya masih kurang bagus maka saya pun mencoba berpikir ulang dan jatuhlah pilihan saya ke Asus Zenfone Go.

Kenapa melenceng dari rencana awal ..?
Tahu selles kawan ..? Tahukah kalian apa kerjaan mereka ..? Jualan kata-kata. Mungkin karena itu juga saya menjadi terpengaruh dan membelok dari rencana awal. Tentunya keputusan saya membelok bukan tanpa pertimbangan. Karena saya sudah sedikit punya gambaran atas hasil membaca dari internet mengenai beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika membeli hp.

Beberapa hal itu di antaranya adalah Ram dan memory internal berapa GB ..? Dan HP Oppo yang saya beli Ram nya 1 GB dan memory internal 4 GB, cukup standar lah. Untuk ukuran layar adalah 4,5 inch. Cukup familier dan tidak terlalu besar ataupun kekecilan. Kamera belakang 5 MP dan depan 2 MP. Cukup standar dan ketika saya mencobanya hasilnya lumayan bagus. Kapasitas baterai sebesar 2000 mAh dan cukup standard juga menurut informasi yang saya baca di internet.

Karyawan yang kata-katanya Mematikan #Haha Kalau gak salah namany "Dania" -Hasil dari melihat di Kartu Garansi-
Itu beberapa alasan kenapa saya membelok dari rencana awal. Selain itu alasan lain mungkin karena di kompor-kompori oleh Selles cantik yang melayani ketika saya mau membeli. Hahaha Diantaranya adalah kalau Asus itu cepet panas, karena aplikasi bawaan sudah banyak pasti butuh ruang penyimpanan yang besar meskipun sudah di bekali dengan kapasitas Ram 2 GB dan penyimpanan internal 8 GB. Berbeda dengan Oppo walau kapasitas penyimpanan di bawah Asus tetapi aplikasi bawahannya relatif sedikit. Dan yang lebih mengena adalah karena para karyawan yang bekerja disitu ternyata menggunakan Oppo dan Samsung, tidak ada yang memakai Asus. Itu yang membuat saya harus mendaur ulang tentang keputasan untuk membeli hp Asus.

Dari interaksi tanya ini dan itu, saya belajar tentang gaya komunikasi karyawan yang begitu optimis dalam mempromosikan produknya. Ia begitu PD nya menyebutkan kelebihan Hp Oppo dan juga menjelaskan beberapa kekurangan produk Asus. Dan ternyata saya pun tersihir oleh jurus promosinya. Akh .. mungkin karena ia sudah terbiasa. Bukankah bisa itu karena terbiasa ..?

Selain belajar tentang komunikasi saya juga belajar tentang “Ibda’ binafsi” (memulai dari diri sendiri) yang tercermin dari apa yang mereka pakai dan itu sesuai dengan apa yang mereka promosikan. Tentang Oppo dan Samsung misalnya, selain mereka mengakui kelebihan dua Andriod tersebut, mereka juga memakainya. (Entah kalau ada alasan lain, karena setelah brosing di internet saya menemukan tulisan yang menyebutkan bahwa keuntungan dari hasil menjual produ Oppo itu lebih besar. Misal Hp dengan kisaran harga Rp. 2.999.000,- ternyata modal nya hanya Rp. 1.999.000,- Berapa labanya ..? Hitung sendiri ..? Heee. Tetapi benarkah demikian ..? Saya belum bisa memastikaannya. Heee -Percaya silahkan, tidak juga tidak masalah J- Dan cari tahu sendiri kebenarannya. Hee) Dan saya tegaskan lagi, bahwa saya belajar tentang arti “Mualailah dari Diri Sendiri” maka orang lain pun akan menilainya.

Tips memebeli HP Andoid yang berkualitas : (1) Lihat RAM nya minimal 1 GB. (2) Type Layar atau Display adalah IPS dan multitouch. (3) Kamere belakang minimal 5 MP. (4) Kapasitas minimal 200 mAh. (5) Untuk CPU min Dual-core. #Jika masih bingung dengan istilah-istilah tersebut silahkan tanya mbah google. Pasti terjawab. J
Membeli HP Baru, Kebtuhan ataukah Keinginan ..?
Tahukah kalian apa perbedaan kebutuhan dan keinginan ..? Kebutuhan itu sesuatu yang penting dan harus segera terpenuhi, bersifat terbatas dan untuk bertahan hidup. Misal rumah, pakaian dan sbgnya. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang tidak terbatas dan bersifat menunjang kenyamanan hidup. Misal HP dengan harga 10 juta, padahal harga yang dibawah 10 juta ya banyak. Bisa di cerna ..? #Hee
Nah, ketika saya membeli HP baru manakah yang dominan ..? Adakah alasannya ..? Alasan perlukah itu ..? Tentu saja perlu karena faktor ‘alasan” ini lah yang membedakan cara berpikir orang dewasa dan tidak. “Katanya sih begitu”.

Baiklah akan sedikit saya paparkan unek-unek kenapa saya membeli hp baru.

Pertama. Agar sejajar dengan orang lain. Nah lho, apa hubungannya .? Tentunya untuk bisa sejajar dengan orang lain paling tidak kita pun punya media agar sejajar. Misal, ketika kita ingin sejajar dengan mereka yang menggunakan sepeda motor dalam hal melaju di jalanan otomatis kita juga harus menggunakan sepeda motor bukan. Bayangkan ketika kita memakai sepeda otel, bisa-bisa keur kaki kita. Udah keor di tambah gak bisa negjar lagi. Susah kan ..?

Android memang saya sudah punya, merk nya Lenovo A630Ai. Tetapi beberapa akhir bulan ini saya merasa sudah tidak nyaman. Pasalnya sering nge-heng, lemot dan kapasitas penyimpanannya terbatas sehingga ketika mau memasang aplikasi lagi tak ada tempat. Bahkan istagrampun tak bisa juga di instal. Galau kan kalau begitu ..? #Hee Membuka twitter juga lamanya minta ampun, mungkin bisa smapai tidur deh. Padahal teman-teman yang lain memakainya. #Eits ... Tetapi perlu digaris bawahi bahwa “Prinsip saya bukan meniru-niru teman yang lain, tetapi agar saya bisa berjalan sejajar dengan orang lain”.

Kalau hanya sekedar soal Sosmed mungkin terlalu naif ya. Ada juga alasan yang lain. Misalnya kamera. Hp Lenovo yang saya miliki hanya ada kamera belakang, kualitas gambar pun masih standard (bagus tergantung suasanya). Kesimpulannya, tak bisa selfie. Dan calon wartawan brow, susahnya ketika memoto sesuatu bingung mau ngirim gambar yang mana ke media, lha wong gambarnya kurang bagus semua. J #Alasan ini bisa dikata terlalu di bauat-buat biar pembaca mengiyakan. #Hahaha Kalau tidak percaya, buktikan sendiri aja ya terutama yang memakai Lenove type A630Ai.

Cukupkah sampai disitu? Tidak ada juga kendala ketika mau memasang aplikasi-aplikasi penunjang lainnya. Misal aplikasi berita, game buat hiburan (biar gak seters ketika pikiran lagi banyak persoalan), edit foto, aplikasi bacaan, al-qur’an digital dll. Tahukah kalian, jangankan menambah aplikasi lagi, untuk istagram saja tak bisa bahkan terakhir ketika mau instal aplikasi line harus menghapus beberapa file dan aplikasi yang sudah terpasang.

Kedua. Mungkin itu dulu paparan alasan kenapa saya membeli hp baru. Beberapa unek-unek yang tadinya mau ditulis sudah menghilang padahal awalnya saya siapkan untuk membaginya manjadi beberpa ponit. Hee #Efek terlalu asyik dengan memapaskan alasan pertama. J

Edisi : Hp Baru #Hee
Itulah sedikit share pengalaman mengenai kenapa saya membeli hp baru. Intinya ketika mau membeli hp cari-cari dulu informasinya agar pas sudah di toko tidak gagap dan mudah mengiyakan karyawan toko. Karena tak mungkin donk karyawan toko tidak menguasia bahasa gombal agar sang pembeli terjerat dengan kata-katanya yang pada ending akhir tersihir sehingga mau membeli sesuai arahan sang karyawan. #Githu sih menurut saya.

Semoga bermanfaat ... J
Banjarnegara, 16 Desember 2015 00:06 WIB
Ket : Foto-foto diatas adalah Dokpri dan Hasil jepretan dari HP Oppo Joy 3

You Might Also Like

2 comments:

  1. Dari 3 tahun silam, smartphone saya masih Sams**g Galaxy Y, model pertama. Meski begitu, tidak ada masalah dalam keseharian saya, baik hobi maupun kerjaan. Hehe...mungkin tergantung pemakaian saja. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaa ... Karena kapsitas penyimpanan'y juga terbats mgkin jadi pgn gnti yg baru ..
      ttg sams**ng itu kmentar dari penjual mas .. Hee Biasa bhasa promosi ..
      Trmksih telah berkunjung .. :)

      Delete